I (still) have a Dream

images (4)

Bismillah, ini tulisan saya yang pertama pasca ditinggal oleh seseorang yang amat saya sayangi. Kepergian kakak tercinta meninggalkan duka yang amat dalam bagi keluarga terutama oleh mama. Hingga saat ini kami sekeluarga masih berusaha untuk move on dan segera bangkit menatap hari-hari kedepan yang masih banyak.
Bicara soal kematian, hal itu tidak akan pernah bisa kita tolak dan tangisan tidak akan pernah mengembalikan kakak saya. Lebih dari sebulan mama baru mau keluar keluar rumah, dan alhamdulilah sudah mau beraktivitas seperti biasanya walaupun tidak se-semangat biasanya. Begitu juga dengan saya, mulai kembali membangun mimpi-mimpi.

Setelah kematian Mas Kanang , hari-hari terasa berat dan lebih berat lagi karena dirumah setiap hari ada air mata yang menetes dari mata seorang ibu yang kehilangan anak laki-lakinya. Rasa sepi melanda, dan makin terasa suram karena tidak ada senyum yang tersungging dibibir kami. Saya sendiri jadi ikut0ikutan tidak bersemangat dan terus dihinggapi rasa sedih. Setiap hari apabila melihat papa mama hati ini rasanya teriris dan ingin menangis. Tapi dimana saya menyembunyikan air mata, dimana saya bersembuyi untuk diam-diam menangis?

Seseorang yang ada jauh disana, selalu mengingatkan saya agar tidak terus bersedih atas kematian Mas Kanang. Dia selalu mengingatkan saya untuk mendokan Mas Kanang setiap waktu, dan ia selalu mengingatkan bahwa hanya doa yang sekarang ini paling berarti untuk Mas Kanang. Tak lupa, ia pun terus mengingtkan saya bahwa saya masih punya mimpi-mimpi menunggu untuk diwujudkan.

MIMPI?

Masih bisakah saya bermimpi? Masih adakah harapan untuk impian-impian saya? Rasanya semua impian saya ikut terkubur bersama jasad Mas Kanang. Sudah lebih dari sebulan yang lalu saya merobek-robek kertas proposal yang berisa list target impian yang harus dicapai. Saya cabut semua tulisan enyemangat dan target didinding kamar saya. Karena ketika melihatnya saat bangun tidur rasanya seperti dicekik. Sakit. Nelangsa. Rasanya saya hanya ingin berdiam diri dirumah dan terus bersama mama. Niatan untuk keluar dari kuliah pun sempat terbesit dipikran saya, bahkan saya menunda-nunda bayar spp karena males untuk kuliah. Sempat hopeless dan putus asa. Rasanya tidak ada gunanya lagi saya kuliah karena saat kuliah keinginan untuk mewujudkan impian saya semakin besar.

“ Jangan berputus asa terhadap rahmat Allah”

Begitu kata ALLAH dalam kitabnya, yang saya tidak paham betul ada di surat apa dan ayat berapa. Kata-kata itu terus terngiang dikepala saya saat saya benar-benar merasa down pada suatu malam. Sambil menahan tangis (walaupun tetap bisa tertahan) dan menghapus air mata saya terus ucapkan kalimat itu dan sesekali istighfar menyebut nama ALLAH. Hingga saya tertidur.
Duhh, Gusti cobaan apalagi ini?
Kenapa cobaan ini terasa berat sekali.

“itu cobaan buatmu dan buat impian-impianmu. Setiap oramg pasti diuji tinggal kitanya kuat gak menjalani ujian itu”

Saya kembali teringat dengan kata-kata seseorang. Bermodal dukungan dan semangat dari seseorang saya akhirnya memulai kembali untuk bangkit dan sadar bahwa saya tidak seharusnya terpuruk dalam duka yang ALLAH pasti kan menggantinya dengan tawa. Saya mulai rangkai kembali impian-impian saya yang sempat saya hancurkan sendiri. Kembali saya tuliskan list panjang dan proposal impian kepada ALLAH.
Memupuk kembali semangat yang pernah mati. Menyiangi “gulma” putus asa di taman hati. Saat ini saya sudah semester lima, dan itu artinya semakin dekat dengan kelulusan. Saya masih punya mimpi dan saya punya HAK untuk melanjutkan hidup dan meraih semua impian-impian saya.

Pemikiran-pemikiran saya yang sempit sebelumnya saya buang jauh-jauh. Karena untuk melakukan sesuatu yang baik tidak harus mengorbankan sesuatu yang baik lainnya. Artinya semua itu biaa berjalan baik apabila semua ditepatkan sesuai porsi dan posisinya. Sayang saya telat menyadari itu, dan banyak menyia-nyiakan waktu hanya untuk bersedih dan menangisi sesuatu yang tidak pasti. Allah maha tahu yang terbaik, dan tidak perlu saya dekte agar semuanya berjalan sesuai keinginan saya. Karena sesungguhnya, kita tidak pernah tau apa yang inginkan tapi ALLAH tahu apa yang kita butuhkan.

“DARE TO DREAM BIG
AND LET DREAM AND FATE TAKES ME WHERE I BELONG”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.