Lima Senang Lima Susah, Dan 2+3 = 5

Dream-big

Lima senang, lima susah

              Kemarin lusa saya baru saja menulis di blog saya bahwa saya masih punya impiana. Saya masih bisa meneruskan impian-impian saya. Karena sesungguhnya tidak ada yang bisa membatasi kita untuk bermimpi. Walaupun untuk menjadikan mimpi itu kita harus melewati jalan yang berduri, berpeluh keringat, bermandikan semangat, dan tak jarang harus meneteskan air mata bahkan demi mimpi kita pun rela berdarah.

Disaat saya merasa hopeless saya akan mimpi-mimpi saya ternyata masih ada orang yang peduli dengan mimpi-mimpi saya. Kemarin setelah rapat pengurus inti himpunan jurusan di kampus, saya tidak langsung pulang karena kemarin saya masih nunggu download’an file dari youtube. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu, hingga file saya selesai download nya. Saya ditemani oleh Adi dan Iman dan tidak disangka dari iseng nunggu download’an saya mendapatkan banyak pelajaran hidup dari mereka. Dan dari mereka juga semangat saya untuk semua mimpi-mimpi saya kembali hidup. Bagai disiram air dipadang pasir, segerrr bener rasanya.

FYI, saya sebelumnya tidak pernah akrab dengan mereka dan bahkan dengan Adi, saya sering “berkelahi” saat dikelas. Kami saling berselisih paham, dan untuk ngobrol dengan dia saja saya selalu malas karena kalau lebih dari 15 menit saya ngobrol dengan dia pasti akan “ramai” dan teman-teman saya dikelaspun paham itu. Hehehe. Karena yang seperti itu bukan hanya saya, tapi most of my friends dikelas juga sering “tawuran” sama adi. Dia itu cetaarrr membahana badai, kata-katanya susah sekali dicerna dan gaya bahasanya high context banget.

Iman, dia teman saya sekelas. Sama dengan Adi, saya sebelumnya tidak akrab dengan Iman. Hanya saja akhir-akhir ini jadi sedikit akrab karena kami sering ngledekin satu sama lain. Kalau Iman ini beda sama Adi, dia tidak seperti Adi yang sering “dihujat” dikelas. Iman bisa dibilang artis nya kelas. Soalnya cewek-cewek suka pada histeris kalau ada dia.
Duhh.. kenapa jadi ngomongin mereka berdua?

                     Kembali pada ini dari tulisan saya ini, yaitu lesson of life dari mereka berdua. Tidak disangka ternyata mereka juga merasakan pahit getirnya kehidupan. Siapa sangka kalau cowok sekeren Iman pernah makan nasi basi dan hidup susah dengan uang pas-pasan. Juga bagaimana ia diremehkan oleh lingkungannya. Juga ketika ia harus nyaris tidak naik kelas samapi cerita manis saat ia berdiri dipanggung menerima penghargaan 10 besar nilai terbaik disekolahnya. Begitu juga dengan Adi, yang belum sempat membahagiakan ibunya karena sang ibu harus lebih dulu kembali menghadap sang Illahi. Serta bagaimana ia harus berjuang demi bisa mewujudkan cita-citanya untuk bisa kuliah.

I’M NOT ALONE.

                Ternyata saya tidak sendiri. Ternyata tidak hanya saya yang harus jatuh bangun, bermandikan peluh dan tangisan demi apa yang sudah menjadi impian. Dulu saya berpikiran kalau hanya saya satu-satunya diantara teman-teman saya yang paling ngenes hidupnya. Ternayata saya salah, dan berputus asa adalah kesalahan terbesar saya.

Dalam obrolan dibawah pohon kemarin itu, Iman mengajari matematika hidup. Ternyata dalam hidup ada matematika ALLAH yang sangat indah, dan bodohnya saya baru paham itu.

“ lima susah, lima seneng Des. Walaupun wujudnya beda, tapi 3+2 itu kan sama dengan lima”

saya tidak paham maksud Iman, sampai ia mengulanginya beberapa kali hingga akhirnya saya bisa mencerna apa maksud Iman. Bahwa dalam hidup itu selalu ada susah dan senang. Keduanya selalu menjadi satu paket, walaupun porsinya beda. Misal kita senang itu 5. 2 nya susah dan 3 nya senang, kan jumlahnya tetap sama yaitu 5.

Iman Kemudian bertanya kepada saya .
“kamu lebih milih mana, cita-cita besarmu tidak tercapai
atau keinginan kecilmu tercapai?”
“ aku lebih milih keinginan kecilku tercapai, daripada
semuanya tidak tercapai”
“terus, kalo keinginanmu udah tercapai. Kamu mau apa?”

Saya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Iman.

“ kamu pernah tau cerita keledai yang matanya ditutup dan didepannya digantung wortel?” Si keledai terus berjalan dan tanpa berhenti karena ia ingin wortel itu. Kamu tau apa maksudnya? Pertanyannya kalau Keinginanmu udah tercapai kamu kita mau ngapain? Kalau aku lebih memilih cita-cita besarku tidak tercapai, dengan begitu aku akan terus berjalan meraihnya. Seperti keledai tadi yang terus berjalan. Ini sama halnya dengan kalo kita naik gunung, kita uda sampai dipuncaknya. Trus kita mau ngapain? Pilihannya hanya ada dua kan? Kalau gak jatuh mati ya balik turun lagi. Iya kan?

Saya berasa ikut seminar motivasi super setelah mendengar kata-kata Iman. Dan ternyata daya juang saya tidak sehebat keledai yang diceritakan Iman. Saya terlalu cemen dan takut menghadapi kenyataan hidup. Kenyataan yang tida sesuai dengan apa yang sudah saya rencanakan. Tanpa saya sadari bahwa ALLAH punya rencan lain yang sangat indah buat saya nantinya. I Believe!! Seperti kata Iman, kalau semua keinginan kita udah tercapai lalu mau ngapain lagi? nothing!!

Mungkin saja, kalau semua yang sudah saya rencakan berjalan sesuai target. Dan tidak cobaan seperti ini, mungkin saya akan menjadi orang yang cepat puas. Menjadi orang yang punya daya juang sedikit dan mungkin akan menjadi sombong. Inilah bukti ALLAH saya kepada saya. Ia memberi saya ujian, karena Allah ingin menaikkan derajat saya. ALLAH begitu indah mempersiapkan saya menjadi orang yang sukses. Lalu kenapa saya sempat berputus asa? Masyaallah Ampuni aku.

Kini impian-impian yang sesaat pernah saya pendam, saya gali lagi dan saya tanam kembali dengan lapisan tekad yang kuat, dipupuk dengan usaha dan semangat serta disirami dengan untaian doa kepada sang maha perkasa. Tidak akan seorangpun yang menghalangi saya untuk meraih impian saya, karena saya berhak atas hidup saya dan ALLAH berhak menentukan takdir-NYA atas saya.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan? (Q.S AR-Rahman : 13)
Karena Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan ( QS. Al- Insyirah: 5-6)

Percaya deh ketika Allah menguji kita dengan satu kesusahan, maka ALLAH menyertai kita dengan kemudahan. Terimakasih Ya Allah, engkau membukakan jalan pikiranku dan memberiku hidayah lewat dua orang teman yang tidak saya sangka akan mampu membantu saya untuk bangkit dari kesedihan karena ditinggal Mas Kanang. Sesungguhnya ia adalah milikmu dan ketika Engkau menginginkan ia kembali itu hak-MU. Dan bagi kami yang ditinggalkan tidak seharusnya terus menangisinya. Karena hidup harus terus berjalan, dan saya masih punya impian-impian dan masa depan yang harus saya wujudkan.

Demi impian, demi keluarga tercinta harus segera bangkit dan mulai berlari mengejar mimpi. Keep dreaming dan praying. God always listening always understanding. Let dream and fate takes me where I belong. Cheeeerrsssss 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.