Hallo, Selamat Pagi!

Hallo Selamat Pagi

Pagi ini saya awali dengan sangat semangat, entah kenapa semua pekerjaan rumah seperti menyapu, cuci piring dan cuci baju sudah selesai sejak pukul 6 pagi tadi, bahkan pagi ini saya juga pergi kepasar untuk belanja. RAJIN SEKALI! Entahlah kesambet apa saya pagi ini hingga begitu rajin, mulai dari bangun pagi lalu bersih-bersih sampai akhirnya sekarang udah nggak ada kerjaan. Sebenarnya saya terbiasa bangun  pagi dan bersih-bersih rumah sejak saya masih duduk di bangku SMP. Saya sudah diajari mandiri sejak kecil (meskipun masih setengah-setengah sih 😀 ), tapi semenjak masuk kuliah untuk urusan bangun pagi  jadi rada susah (ini sih namanya kemunduran ya hehe). Saya seringkali sholat subuh diakhir waktu, udah mepet-mepet jam 5 begitu. Apalagi pas ngekost waktu magang, bisa subuhan jam setengah 6 whoooaaaaa sungguh jelek dan rugi.

Hidup dikost semakin membuat saya males, dasarnya sudah males jadi makin males karena dikost itu ibarat hidup dialam bebas, nggak ada yang mau teriak-teriak kalau jam 5 belum bangun hihii. Selama hampir dua bulan, saya merasa hidup tapi berasa nggak hidup. Kadang kalau saya mengeluh ditempat magang karena tas saya berat, teman saya nyeletuk “Lo, sih kebanyakan dosa itu” begitu kata temen saya. Dia emang asli orang tangerang , ya masih deketlah sama Jakarta jadi kalau ngomong ceplas ceplos. Hmm.. saya baru nyadar sekarang bisa jadi yang dibilang teman saya benar. Kebanyakan dosa! Iya iya, banyak dosa banget dan ga beraturan hidup di kost. Tapi bukan berarti hidup dikost itu ngga baik, dimanapun tempatnya tergantung orangnya, kalau dasarnya males kayak saya , ya pasti makin menjadi malesnya kalau di kost.

Ibarat kuda yang dilepas dari kandang setelah bertahun-tahun dikurung dikandang maka begitu bebas akan lari sekencang-kencangnya. Begitupun saya, hidup serba enak dan semaunya sendiri, mau tiduran sembaranga ya gak masalah, mau nggak mandi seharian ya monggo, mau pergi dan pulang tengah malam pun oke. Untung saja saya masih punya perasaan, maka meskipun saya bermalas-malasan tapi untuk tujuan utama saya alhamdulilah tidak terbengkalai dan berjalanan sangat lancar. Seseorang pernah bilang kepada saya “Tujuanmu di Surabaya adalah untuk magang, untuk kepentingan pendidikanmu. Masalah hidup, masalah dolan itu mengkuti saja, yang penting tujuanmu tercapai dan tetap nomer satu”- Mas Nuri –

Nah sekarang setelah saya menyadari segala kesalahan saya, saya ingin berubah menjadi seseorang yang rajin hahaha. Tapi serius, sebentar lagi saya akan memasuki usia rawan dan galau tingkat kecamatan, galau kapan lulus sampai kapan nikah. Bicara tentang bangun pagi saya ingin kembali menghidupkan kebiasaan saya bangun pagi. Saya adalah orang yang sukanya kepo, nah tidak jarang dari ke-kepo-an saya ini saya mendapatkan suatu pelajaran. Hehe kepo nggak melulu harus mantan kan yang dikepoin atau kepo nggak penting. Nah , kebetulan saya tempatkan kepo ditempat yang baik dan benar wkwkwk.

Dari kepo-kepo facebook, twitter dan segala macamnya saya banyak belajar. Saya suka ngepoin orang-orang yang sukses, orang-orang yang mampu memberikan inspirasi bagi orang lain terutama saya :P. Nah baru-baru ini saya ngepoin twitter dr. Gamal, sebenarnya sudah lama sih , pas magang kemarin saya berencana mengangkat tentang Indonesia Medika dimana dr. Gamal sebagai CEO-nya untuk dimasukan diprogram J-News. Dari kepo itu saya dapatkan kultweet tentang #PEMUDASUBUH. Sumpah deh itu orang keren banget!! Dari itu saya merasa kalau hidup saya kok Cuma gitu-gitu aja ya. Hidup kok enak banget, padahal kalau mau banyak hal yang bisa saya kerjakan. Seperti hari, diawali hal kecil dengan bangun pagi dan saya merasa lebih bahagia hari ini hehehe. Masih jam segini , masih jam 9 dan ternyata saya bisa melakukan banyak hal.

Semoga nggak hanya hari ini saya kesambet rajin nya, semoga bisa setiap hari. Meskipun sebagai muslim saya diwajibkan sholat subuh, tapi kadang setelah subuh tidur lagi hihii. Saya ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, baik pada Tuhannya, baik pada sesama dan baik kepada diri sendiri. Biarlah setiap lembar tulisan saya ini menjadi saksi perubahan saya, hijrah menjadi lebih baik. Kelak ketika saya memilik anak, anak saya bisa membaca tulisan ibunya, catatan hidup ibunya. Bagaimana jatuh bangun hidup ibunya hihii 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.