Persiapan Pernikahan Part II

Keisengan saya post buku yang saya baca, jadi rame hihii
Keisengan saya post buku yang saya baca, jadi rame hihii

“Aww.. Mbak Desi mau nikah, jangan lupa undangannya Mbak”

Saya hanya senyum-senyum aja baca chat dari seorang temen. Mungkin gara-gara tulisan saya sebelum ini tentang Persiapan Pernikahan Part I, dan beberapa status yang saya pasang disosial media saya teman-teman mengira saya akan menikah dalam waktu dekat ini. Ya, ya saya memang akan menikah tapi tidak sekarang (Tanggalnya masih rahasia dong 😛 ) , hanya saya saat ini sedang mempersiapkan segalanya.

Oke baiklah, bicara tentang menikah. Ehmm.. saya sendiri belum begitu mengerti tentang pernikahan. Saya hanya tahu kalau orang menikah itu berarti keduanya saling mencintai dan mereka akan hidup bahagia selama-lamanya (hanya ada di cinderella), kenyataannya tentu tidak seperti itu. Kenyataan yang saya lihat dan saya dengar dari beberapa orang yang sudah menikah, mereka bilang menikah itu ga segampang itu. Ada banyak ujian yang harus dihadapi, mulai masalah ekonomi hingga masalah sulitnya menyatukan dua kepala menjadi satu pemikiran.

Well, setidaknya sebelum menikah saya harus benar-benar mempersiapkan segalanya. Tidak hanya persiapan untuk pesta sehari semalam tapi untuk hidup selamanya, karena hidup hanya sekali dan menikahpun hanya sekali ,Amiin. Kemarin saya membaca buku judulnya “Sebelum aku menjadi Istrimu”. Buku itu sukses bikin saya nangis dipojokan. Salah satu babnya ada yang bahas tentang Bidadari Surga. Pokoknya bahasanya #Jleeep banget deh. Intinya , bila kita menyakiti hati suami kita bidadari surga tuh ga segan buat mendoakan jelek buat dan dia berusaha ngrebut suami kita. Tuh, kan sadis banget ga sih?

Tapi tenang, bidadari-bidadari surga itu masih bisa dikalahkan oleh kita-kita ini. Syaratnya cuma satu yaitu jadilah istri sholehah. Nah gimana jadi istri sholehah kalau masih begini-begini aja kerjaannya. Masih banyak baca status di sosial media daripada baca Quran, masih suka beli makan diluar daripada belajar masak sendiri dirumah. Gimana nanti kalau udah jadi istri? Bisa-bisa jadi dagelan didepan suami. Pengennya dapet suami baik nan sholeh, tapi sendirinya nggak mau memperbaiki diri. Elaaahhh ya mana bisa?

Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk bersaing dengan para bidadari-bidadari itu. Doakan saya ya! Oke, kembali lagi pada persiapan menikah. Bisa dikatakan persiapan saya saat ini masih dibawah 10%. Waaaa.. masih jauh banget. Jadi kapan rencananya nikah? Jujur itu masih rahasia, tapi saya pasti akan menikah. Saat ini saya mempersiapkan diri saya sendiri dulu. Menjadi lebih baik, menjadi calon istri sholehah, dan Calon ibu Juara bagi anak-anak saya nanti.

“ entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi Ibu. Ibu-Ibu yang cerdas akan menghasilkan anak yang cerdas”

— Dian Sastro

Persiapan yang pertama adalah pendidikan. Ya seperti yang dikatakan artis favorit saya Dian Sastro. Seorang wanita harus berpendidikan tinggi , meskipun nantinya  hanya akan menjadi ibu rumah tangga. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan  saya disebuah Unversitas Negeri di Malang. Setidaknya dari kampus ini saya banyak belajar, dan kelak bisa saya ajarkan kepada anak saya. Dengan pendidikan seseorang akan kaya ilmu, tidak hanya sekedar ilmu dibidang akademik tapi juga ilmu non akademik.

Seorang Ibu, adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Jadi kecerdasan seorang anak sangat ditentukan oleh kecerdasan ibu (setau saya sih gitu ya). Jadi untuk menjadi ibu yang cerdas, saya juga harus menjadi cerdas. Mungkin selama ini, saya masih males-malesan kuliahnya tapi setelah ada niatan menikah saya mulai rajin sekali (rajin ngerjain laporan dan yah sesekali baca buku 😛 ).

Oke baiklah, masih banyak yang harus persiapkan untuk menuju hari bahagia itu. Untuk sementara target terdekat adalah LULUS. Menjadi seorang Sarjana Ilmu Komunikasi, Ini juga merupakan bagian dari persiapan pernikahan lho hehe. Menikah kan ga hanya butuh cinta, tapi juga modal. Modal untuk sewa gedung, modal untuk catering, modal untuk hidup sehari-hari, dan tentunya modal saling percaya dan cinta sama pasangan heheuehue.

Jadi Ingat kata-kata seorang temen. “Kita tuh harus punya nilai lebih yang harus bisa dibanggakan. Calon mertua pasti seneng kalau punya mantu yang bisa dibanggakan” – Grace — . Bener juga sih, apalagi kalau punya mantu yang pinter ,cerdas, cantik dan sholehah. Hayoo, ibu mana yang ga ngizinin anaknya menikahi wanita yang pinter,cerdas, cantik dan sholehah? Pinter dan cerdas hanya bisa didapat dari pendidikan, sedangkan cantik bisa didapat dimana saja (kalau hanya cantik fisik) asal punya duit, dan yang terakhir sholehah. Ehmm untuk poin yang terakhir saya nggak tahu dapatnya darimana, karena saya sedang belajar untuk menemukan jalan untuk itu. Semoga ALLAH senantia menujukkan jalan lurusNYA J .

“Terus memperbaiki diri dan memantaskan diri untuk orang yang akan bersama kita hingga JannahNya. Insyallah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.