Untukmu yang Masih Belum Bisa Move On

a-new-hello

“If you brave enough to say goodbye, life will reward you with new hello” (Paulo Coelho)

            Well. Namanya juga hidup ya, jadi ada yang namanya seneng ada juga yang namanya sedih. Ada yang namanya pertemuan ada juga yang namanya perpisahan. Bertemu dengan orang kita cintai pasti seneng ya, tapi kalau berpisah dengan orang yang kita cintai? Suweedihh , hancur, patah hati atau malah pengen gantung diri dipohon toge?. Tidak!. Saya sama sekali tidak sedang patah hati. Ngga tau kenapa kok lagi pengen nulis yang gini-ginian :D. Mungkin karena kebanyakan dengerin Halaqah Cintanya Kang Abay, sama Mencintai Kehilangannya Ananditodwis. Racun banget dah lagunya. Mas Dilla yang bikin aku makin galau gara-gara share lagu ini digrup -__- , bodohnya lagi lagu ini malah jadi semacam lagu kebangsaan yang “aku banget”.

Mencintai Kehilangan. Ehm.. ini yang perlu digaris dibawahi. Tidak selamanya kehilangan itu harus dibenci, tapi kita juga harus belajar untuk mencintai kehilangan. Berapa banyak orang yang menangis bahkan sampai depresi hanya karna kehilangan sesuatu yang tidak dibawa mati. Itu semua disebabkan, karena kebanyakan dari kita hanya siap mencintai pertemuan saja, tapi lupa kalau setiap yang ada dibumi ini diciptakan berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada laki-laki ada perempuan, begitu juga dengan pertemuan. Ada pertemuan tentunya juga ada perpisahan. Lagu Mencintai Kehilangannya Ananditodwis ini bercerita tentang seorang perempuan dan laki-laki yang harus rela kehilangan cinta demi impian dan demi ridho Allah. Iya, ceritanya memang klasik banget, dan udah biasa banget dikehidupan sehari-hari.

“ Berjalan, berlari, hati tertindih, sulit tapi harus aku putuskan. Jalanku jalanmu belum sempurna tapi harus aku putuskan. Takdir yang Kau beri menguji hatiku, terasa menyesakkan kehilangan ini. Tangis yang Kau beri membuka mataku bahwa cinta yang sebenarnya hanya ada SATU”.

             Inilah beberapa potongan lirik lagu mencintai kehilangan. Iya, cerita lagu ini emang klasik banget dan jamak dialami para remaja. Saya sendiri pernah ngalamin seperti dicerita lagu ini. Sedih? Bangetlah. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena bagaimanapun juga yang menciptakan kita lebih tau bagaimana menghapus luka dihati. Hallo, kamu cuma patah hati. Hidupmu tidak akan berakhir hanya karena kamu ditinggalkan orang yang kamu cintai. Apalagi yang meninggalkanmu itu hanya seonggok pacar yang kemudian kamu kasih gelar mantan. Kalau hanya karena putus cinta kamu menjadi lemah bahkan sampe kepikiran mau gantung diri dipohon toge, coba dipikirin lagi deh. Nasi padang masih enak banget lho, mall-mall masih banyak ngasih diskon buat sepatu branded, LINE juga masih sering ngasih voucher goceng KFC, dan Alfa/Indomart masih banyak jajan promo hahaha :D.

Kalau hari ini kamu masih menangisi perpisahanmu dengan mantan pacarmu, padahal kamu udah lama putus berarti kamu indikasi “Gagal Move On”. Satu sms dari mantan, lalu rusaklah move on sebelanga. Hello, dunia ini masih sangat menyenangkan untuk dijelajahi, dan kamu masih terus mengurung diri? Bego banget deh. Jadi, inti tulisan ini curhat gitu? Penulisnya galau? Penulisnya lagi patah hati?. Curhat iya sih, tapi kalau untuk patah hati dan galau sama sekali enggak bener. Saya memang pernah sedih karena putus cinta, galau karena cinta, pernah nangisi orang yang udah jelas-jelas memilih pergi. Iya, saya pernah mengalami itu semua, dan saya yakin saya tidak sendirian karena mungkin diluar sana ada yang sampe mau gantung diri dipohon toge karena diputusin pacarnya. Naudzubillah.

“semuanya dimulai dari melepaskan, maka selamanya tidak akan kehilangan” .

Iya, kita harus bisa melepaskan sesuatu yang membuat diri kita merasa khawatir akan kehilangannya. Sebenarnya tidak hanya cinta, ada banyak hal lain yang apabila kita belajar melepaskan justru akan membuat hati kita gembira. Misalnya saja, kita belajar melepaskan ketergantungan pada gadget, maka akan banyak hal bisa kita lakukan dan membuat hati gembira. Tanpa banyak bersingungan dengan gadget, kita bisa akrab dan intim dengan orang-orang disekitar kita misal keluarga dan sahabat. Ini contoh yang sangat sederhana sih, tapi kadang sering terlupakan.

“karena kehilangan ini kumampu mendekat kepadaMu”

            Kata Ananditodwis karena kehilangan justru dia makin deket sama Allah. Kamu ga pengen ta deket sama Allah?. Kalau begitu kamu harus siap kehilangan sesuatu yang dapat menjauhkan kamu dari Tuhanmu. Urusan cinta-cintaan sepertinya memang lebih menarik dan sensasinya bikin adem panas. Kita rela kehilangan banyak waktu, tenaga dan yang paling sering kehilangan uang, demi biar bisa tetep deket sama sang pujaan hati. Cinta itu candu, membuat siapapun yang merasakannya mabuk. Memang, yang namanya kehilangan itu nggak enak banget , apalagi kehilangan orang yang dicintai. Bagi para wanita kehilangan cinta itu sama dengan kehilangan hidupnya. Wanita mah gitu, kalau jatuh cinta otaknya sering lupa ditaruh mana. Saya sering lihat temen-temen saya yang baru putus cinta mereka udah kayak kehilangan hidup mereka, bahkan sahabat saya sendiri pernah masuk rumah sakit cuma gara-gara diputus pacarnya. Yaelah, itu amat yak.

Putus cinta bukan akhir segalanya kok, kalau kata Shaden sih langit masih biru meskipun tanpamu. Well, itu dulu. Tapi ketika saya mengenal cinta, saya lupa berkenalan dengan yang namanya kehilangan. Sampai pada akhirnya kehilangan itulah yang akhirnya menyapa saya duluan. Gimana rasanya kehilangan? Suakiittt pek. Sampe mau napas aja susah. Nangis? Sudah pasti. Memang semakin kita dewasa, masalah makin nambah dan makin ruwet kayak headset hp yang ditaruh dompet hape :D. Kebersamaan memang tak selamanya menyelamatkan, tapi kesendirian juga tidak selamanya buruk. Percayalah, kalau kamu hari ini kehilangan sesuatu, semata-mata ini adalah cara Tuhan untuk mendidikmu agar menjadi manusia yang lebih punya hati.

Percayalah, ketika usia 23 tahun kamu akan sadar bahwa sayang dan cinta aja tidak cukup dalam sebuah hubungan. Ada banyak pertimbangan dan kalkulasi yang nantinya menghasilkan sebuah kata “Pergi” atau “Bertahan”. Orang bilang meninggalkan atau ditinggalkan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah pertemuan. Jadi kenapa harus takut ketika kehilangan? Bukankah melalui kehilangan itu kita mampu menemukan sesuatu yang baru?. Sebelum kehilangan itu menghampirimu lagi, maka terlebih dulu belajarlah melepaskan. Ini saya alami sendiri, ketika usia semakin bertambah kamu akan lebih berpikir realistis dalam hal apapun, termasuk dalam hal cinta-cintaan. Awalnya memang berat, apalagi harus melepaskan orang yang disayangi. Tapi lama-lama juga bisa kok.

“Hello, kamu berhak bahagia. Kenapa harus bertahan ketika sudah tidak ada yang perlu dipertahankan?”

            Sedikit cerita pengalaman, saya termasuk tipe orang yang kalau sudah cinta sama seseorang itu cinta yang nggak bisa diganggu gugat. Susah banget kalau disuruh move on, bisa dibilang cinta buta gitu kali ya. Pernah nih, buat ngilangin suka sama seseorang itu butuh waktu yang lama banget. Padahal dibilang deket juga engga deket-deket amat, apalagi pacaran. Tidak!. Gitu aja buat move on aja susah, apalagi move on dari pacaran yang udah dijalani 2,5tahun. Sebenarnya apa sih yang membuat orang itu susah move on, apalagi buat orang-orang yang kayak saya gini?

(to be continue… )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.