4 Pertanyaan Hidup yang Bikin Migren.

s

Beberapa hari ini saya sedang galau. Galau akan seperti apa dan bagaimana saya melanjutkan hidup saya. Apa yang akan saya tuju, bagaimana cara menujunya, dan segala pertanyaan “apa dan mengapa” yang lainnya yang pada akhirnya membuat saya migren karena overthinking.

Saya lalu kembali flashback, apa saja yang sudah saya lakukan hingga akhirnya saya ada pada titik ini. Titik dimana, saya merasa segalanya cukup. Saya telah mendapatkan apapun yang saya inginkan sejak dulu. Meski pada perjalanannya, harus ada pilihan yang harus dipilih.

“You can’t have your cake and eat it too..”

Hidup adalah pilihan, ketika saya memutuskan untuk “sudah jadi penulis saja”, then saya harus rela membuang mimpi saya untuk bekerja di “gedung-gedung tinggi”, atau menjadi seorang jurnalis. Kemudian, tentang mimpi S2 di Belanda, yang kemudian bisa digeser oleh keinginan untuk mondok di Tarim, Yaman.

Hidup kadang memang sebercanda ini :).

“Kadang kita bisa memilih, kadang kita sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memilih”

Manusia memang tidak pernah puas. Ketika mimpi menjadi penulis sudah tercapai, ketika saya sudah “memiliki” apapun yang saya inginkan, sampailah saya pada pertanyaan “LALU SETELAH INI MAU NGAPAIN, APAKAH HIDUP AKAN BERHENTI SAMPAI DISINI?” 

Dan sungguh pertanyaan ini mengganggu sekali sejak beberapa hari ini. Hingga pagi ini, saya belum menemukan jawabannya, malah yang ada saya teringat masa lalu :)). Bagaimanapun juga masa lalu bukanlah sesuatu yang harus dilupakan, dan saya sangat berterimakasih pada masa lalu, untuk semua pelajaran yang berharga.

Belum juga pertanyaan ini terjawab, sekarang “Hidup” memberikan saya pertanyaan yang lain :

  1. Apa tujuanmu dalam hidup ini?
  2. Apa yang penting dalam hidupmu, dan bagaimana ia merubahmu?
  3. Apa kamu sudah bermanfaat untuk orang lain?
  4. Dengan segala pencapaianmu, siapa yang paling berbahagia. Dirimu sendiri atau orang lain juga ikut bahagia?

Empat pertanyaan yang berhari-hari ini  terus berputar-putar di otak dan saya belum menemukan jawaban yang membuat saya berhenti bertanya pada diri sendiri.

Kalau kamu gimana, jika dihadapkan dengan empat pertanyaan ini?.

Btw, selamat hari senin ya. Khairunnas anfauhum linnas :)) .

Iklan