#DecemberRandom (2) : Menjadi Santri.

 

 

2015-09-16 19.47.00
Hayo ini pelajaran apa? hehe 😀

Yapp, ini adalah tulisan kedua meramaikan #DecemberRandom, kali ini saya akan menulis tentang pengalaman saya selama menjadi santri dalam 3 bulanan ini. Menjadi santri? Yakin? Desi jadi santri?. Iya. Mata kalian tidak sedang sakit dan kalian juga tidak salah baca. Menjadi santri? Saya sendiri juga tidak kuasa untuk menyebut diri saya sendiri SANTRI. Rasanya kok gimana gitu ya, ya tapi itulah kenyataannya. Selama hampir 3 bulan ini status saya tidak hanya mahasiswa yang galau skripsi tapi juga sebagai santri :D.

“Hidup adalah pilihan, dan saya tidak pernah memilih untuk menjadi santri. Tapi hidup yang memilih saya untuk menjadi santri”.

Gimana rasanya selama jadi santri? EMEJING! Saya harus beradaptasi yang super duper dengan lingkungan pondok. Dan selama proses adaptasi ini banyak terjadi hal-hal lucu :D. Maklum lah ya sebelumnya saya ini adalah anak gaawwwwlll (ditulis gini biar makin meyakinkan hehe) yang hobilnya ngemall dan nongkrong dimana-mana yang penting haha-hihi bareng teman. Dipondok bahasa sehari-hari yang dipakai adalah bahasa jawa krama inggil. Dan sudah bisa ditebak. Saya enggak bisa berbicara jawa krama inggil. Meskipun saya lahir di Jawa, besar dan tumbuh di Jawa tapi saya enggak bisa berbicara bahasa jawa krama inggil. Terdengar aneh sekali ketika saya diajak berbicara dengan anak kecil atau teman sebaya dengan bahasa jawa krama inggil. Saya paham apa yang dikatakan, tapi untuk menjawab dengan bahasa krama inggil rasanya lidah ini gak bisa digerakin. Dan rasanya aneh ketika ditanya pakai bahasa jawa krama inggil tapi dijawabnya pakai bahasa indonesia (yasudah itu bisa dipelajari dan sekarang sudah mulai bisa dan gak canggung lagi :D).

“Sejak kecil Ibu membiasakan saya untuk lebih sering berbicara bahasa Indonesia. Katanya biar enggak kalah sama anak kota dan bisa bersaing dengan anak kota. Entahlah, Ibu saya memang unik. Udah gitu aja”   .

Sebagai perempuan yang hidup dijaman haha-hihi ini saya tidak pernah bisa lepas dari yang namanya bedak sama lipstick. Meskipun pada kenyataannya saya ini enggak suka dandan yang macem-macem dan alis saya juga enggak cetar badai membahana tapi sepertinya ketika dipondok saya kelewatan dandanannya. Suatu hari ketika mau berangkat ngaji saya dandan seperti biasanya pakai bedak dan lipgloss warna merah. Nggak pakai eyeliner sama pensil alis, dan lipstiknya juga ga gonjreng dan ini adalah dandanan sehari-hari pas jaga toko. Tapi ketika dipondok? Mmmmmm…..

            “ Kamu darimana? Abis kondangan opo abis dolan?. Kok cantik banget ” tanya Ustadzah Nafisah

            “Hmmm.. * saya bingung mau jawab apa*

            “ Ahh, mari dolan yo? Iki kan malam minggu. Emang nek dolan kudu macak? Kudu macak ayu?” ( abis pergi ya? Ini kan malam minggu. Emang kalau pergi harus dandan? Harus cantik ?).

            Astaghfirullah. *saya mah cuma bisa diem*

Semenjak malam itu saya tiap pergi ngaji saya dandan senatural mungkin (tetep ya :D). Masih tetap pakai bedak dan lipstick :D. Tapi bedaknya diganti bedak tabur, dan lipstick nya tetap masih sama cuma setelah dioles dibibir dihapus jadi cuma ninggalin lembab aja hahaha. Masalah bajupun juga begitu. Saya tidak punya banyak baju panjang nan longgar. Kalaupun punya gamis itu adalah gamis-gamis masa kini dengan berbagai macam warna yang dipadu cardigan. Pernah suatu hari, saya pakai longdress trus disaya dobeli cardigan (udah yang penting baju panjang dan longgar) dan ketauanlah sama Bilqis dkk kalau baju yang saya pakai lengan pendek dan cuma saya dobeli cardigan. Langsunglah dilaporin Ustadzah sama Bilqiss. Dan semenjak saat itu enggak pernah pakai baju lengan pendek lagi meskipun sudah didobeli cardigan panjang – ___- .

2015-11-15 19.56.20
ya beginilah suasana kelas  *potonya candid nyuri2 biar ga ketauan *

Disekolah Madin ini saya benar-benar belajar lagi mulai dari NOL. Belajar baca tulis arab dan pegon. Meskipun dulu sewaktu kecil pernah ngaji di madrasah juga tapi semua itu hilang karena sudah lama sekali tidak ngaji. Baru ngaji lagi sebelum masuk kuliah dan itupun cuma ngaji tadarus Al-Quran karena sama Mama dipanggilin Ustadazh kerumah. Setiap minggu malam adalah waktunya Tamrin (ulangan tiap minggu). Dan lagi-lagi bisa ditebak. Saya enggak bisa menjawab pertanyaan, jangankan menjawab bisa baca soalnya aja syukur alhamdulillah. Waku itu saya lagi nulis soal, dan disebelah saya ada Bilqiss (Bilqiss usianya baru 7 tahun, tapi dia sudah mondok di P3TQ untuk menghafal Al-Quran. Masyallah), dia tertawa melihat tulisan saya.

“Wahh, mbak tulisannya bagus sekali. Hihihi. Vallen, lihat tulisan mbak Desi. Tulisannya bagus ya. Buaaaaagussss banget seduniaaaaaa hihihi” – Bilqiss –

Fix. Saya ditertawakan oleh anak usia 7 tahun. Bilqiss lalu memberikan contoh nulis arab sambung yang benar. Berkali-kali dia membenarkan tulisan saya dan memberikan contoh. Dan ajaibnya setelah soal selesai saya tulis dia juga yang membantu saya menjawab pertanyaan. Oke, harus saya akui dia senior saya dikelas walaupun usianya dia masih lebih muda dibanding ponakan saya. Disaat saya baru setoran bacaan abata dia sudah setoran hafalan juz ‘amma. Gak papa sekarang masih kalah sama Bilqiss, nanti semoga anakku yang ngikutin jejaknya Bilqiss. Allahumma’aamiin.

Namanya juga sekolah ya, walaupun sekolahnya malam. Tapi sekolah ya tetap sekolah, ada aturan yang harus ditaati, ada kurikulum dan sesuai kurikulum bulan Desember ini waktunya ujian semester ganjil. Dan untuk bisa mengikuti ujian semester harus mendapatkan stempel koreksian kitab. Koreksian kitab? Serius. Saya enggak mudeng sama sekali. Dan ternyata koreksian kitab itu adalah koreksian tulisan selama satu semester. What? Baru juga tiga bulan ngaji sudah ada beginian. Ustadzah nya nggak mau tau, saya ini santri lama atau baru yang penting kalau mau ikut ujian harus lolos koreksian kitab. Oke, baiklah saya akhirnya nambal kekurangan catatan saya, baik selama saya belum masuk sampai pas saya bolos-bolos ngaji karena harus kemalang.

IMG_20151031_195755.jpg
waktu bebas pelajaran jadi boleh bawa hape dan poto-poto 😀

Ujian semester akhirnya tiba juga. Hari pertama adalah ujian lisan dengan materi baca Al-Quran yang tajwid beserta makhroj nya harus benar dan doa-doa. Ada kejadian lucu pas ujian lisan ini. Jadi saya disuruh baca doa-doa semacam doa keluar kamar mandi, doa masuk kamar mandi dan semacamnya lah (ini karena saya ada dikelas yang masih tingkatan awal). Nah pas itu sama Ustadzah Alfina saya disuruh baca doa keluar kamar mandi. Serius saya benar-benar lupa doa keluar kamar mandi ditambah saya grogi. Akhirnya sama Ustadzah nya ga jadi disuruh baca keluar kamar mandi dan diganti doa masuk kamar mandi. Ah, kecil ini mah. Tapi, dasar saya grogi dan dredeg banget saya ngeblank. Dan tau enggak doa apa yang saya baca?

“Bismikaallahumma ahya……

“Kamu mau tidur dikamar mandi? Tanya Ustdazah sambil tertawa kecil.

“Oh, iya maaf Ust. Allahumma..ba..

“Kamu mau makan dikamar mandi?” . Dan kali ini bukan hanya Ustadzah yang tertawa tapi saya juga ikutan tertawa.

 

Ya itulah sedikit cerita saya selama menjadi santri. Saya yakin kedepannya bakal ada banyak pengalaman lain yang enggak kalah menyenangkannya. Memang diusia saya yang sekarang ini rasanya sudah terlambat banget apalagi baru mulai belajar dari NOL lagi. Tapi tidak apa-apa daripada tidak sama sekali. Harus belajar bareng anak-anak kecil, harus rela jadi juniornya Bilqiss itu bukan masalah. Seperti suara-suara yang kerap mengganggu saya dimalam hari sebelum tidur . Dan entahlah apa namanya itu yang pasti ada kekuatan besar yang tidak saya ketahui yang mendorong saya untuk kembali belajar ngaji. Entahlah apa itu. Atau mungkin inikah yang dinamakan HIDAYAH? Wallahu’alam.

“ Kalau nanti mati trus ditanyain Malaikat. Masa muda kamu pakai untuk apa? Mau jawab apa? Masak mau jawab saya gunakan untuk thawaf dimall pak malaikat?”

Ditulis setelah pulang sekolah Madin : )

Kediri, December, 19, 2015

 

 

 

#DecemberRandom (1) : Suporter Juara

PhotoGrid_1417178767967
Bersama gadis bunga-bunga cerobong asap 😀

Hai, bulan desember 2015 akan segera berakhir kurang dari 15 hari. Ah, bulan Desember adalah bulan yang paling dapet feel romantisnya, identik sama gerimis dan romantis. Hmmm.. karena saya sangat suka sama bulan Desember, bukan hanya karena saya lahir bulan Desember tapi entah kenapa Desember selalu saja hadir dengan berbagai keunikannya. Dan untuk mengisi hari-hari terakhir dibulan Desember 2015 ini saya membuat project #DecemberRandom dan ini sekaligus pembukaan dari #prayfordecember2016. #DecemberRandom ini akan saya isi dengan tulisan-tulisan random yang isinya mungkin sedikit absurd dan ga penting banget (ya udah lah ya namanya juga random :D) .

Oke, baiklah #DecemberRandom pertama akan saya isi dengan tulisan saya tentang persahabatan. Duh , persahabatan? Tumben banget. Biasanya tulisan-tulisannya gak jauh-jauh dari cinta, jodoh dan patah hati hahaha. Tulisan ini saya persembahkan untuk sahabat-sahabat saya yang paling saya saya cintai (duh kalau mereka baca ini pasti pada naik ke angkasa raya merdeka wkwkk). Entah apa jadinya saya kalau Tuhan tidak mengirimkan makhluk-makhluk yang saya sebut teman, sahabat, atau apapun sebutannya. Memiliki sahabat adalah nikmat dari Tuhan yang harus sangat saya syukuri. Karena apalah aku ini tanpa mereka :D.

1445505756830
Gengs capcuss bala-bala 

Sahabat. Ya, bersama merekalah saya melalui banyak hal dan kadang menceritakan banyak hal. Mulai dari hal gila, konyol, menjijikan, sedih senang dan hal-hal absurd lainnya. Saya memang suka sekali bertemu dengan orang-orang baru dan mencoba hal-hal baru. Tapi untuk urusan sahabat saya tidak pernah berani untuk coba-coba. Dari beberapa sahabat sayang saya miliki , mereka hadir saling melengkapi dengan berbagai karakter unik yang ada dalam diri mereka. Mereka yang menjadi sahabat saya adalah manusia-manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang luar biasa. Dan bahkan kadang saya heran, kenapa mereka masih tetap bisa bertahan “hidup bersama” dengan orang seperti saya. Mereka bertahan karena sayang saya atau karena kasian sama saya?

Kadang hal-hal kecil yang mereka lakukan untuk saya bisa membuat saya meleleh dan mau nangis aja. Mereka hadir dengan berbagai keunikan dari diri mereka , dan mereka memiliki caranya tersendiri untuk mengekspresikan cintanya pada saya :P.  Ada manja, ada yang pendiam, ada yang hobinya bikin saya ketawa sampai nangis, ada yang kejawen saking kejawennya sampai kelewat sopan, ada yang kalau ngomong pedesnya kayak cabe rawit, ada yang suka nasehatin tapi harus dimarah-marahi dulu sayanya, ada yang alim banget sampe saya kadang sungkan kalau kebanyakan polah didepannya. Ya darimana asal mereka, apapun keunikan mereka, dan bagaimana karakter mereka saya tetap menyayangi dan mencintai mereka.

Dan sayangnya kadang saya tidak pandai dalam mengekspresikan cinta saya pada mereka. Kadang saya terlalu “semau gue” dan semena-mena sama mereka. Saya sering sekali cerewet tentang berbagai hal, bahkan hal-hal sepele pun. Dan hebatnya mereka yang sering sekali menerima omelan saya , enggak pernah marah dan tetap aja “nguwel-nguwel” saya hahaha. Jadi mereka ini diam aja karena takut sama saya atau karena mereka enggak punya pilihan lain?. Karena mereka takut kalau mereka ninggalin saya , saya akan gantung diri dipohon cabe. Sekali lagi, entahlah saya tidak tau jawabannya. Kadang saya juga mikir sih, apakah saya ini benar-benar sahabat yang baik untuk mereka. Kalau memang baik seharusnya saya tidak pernah menertawakan, ngomelin mereka kalau naruh barang disembarang tempat, seharusnya saya juga enggak menertawakan mereka ketika mereka melakukan kebodohan dan kekonyolan, tidak membuat mereka menangis atau setidaknya saya harus punya rasa sungkan ketika mereka tidur tidak mengganggu mereka dengan hobi nyapu saya.

Bagi saya, kehadiran mereka adalah sebuah kado terindah yang diberikan Tuhan dalam hidup saya. Mereka memang tidak terbungkus rapi dan berpita pink tapi mereka adalah kado terindah dan termanis yang pernah saya dapatkan dalam hidup ini. I love you so damn much gaesss, cinta-cintaku kesayangannya iing :* . Dan Mereka-mereka inilah suporter juara bagi saya setelah orang tua dan keluarga 🙂

PhotoGrid_1445508513687
hai ❤ 
IMG-20140829-WA0008
Nida Sahabatku dari kecil
IMG-20150731-WA0007
Abang Nidhom Si Ustadz Tebu Ireng, Suporter Juara
PhotoGrid_1431840444809
Gengs three angel jaman SMA
C360_2015-06-03-18-16-27-633
Si polos Anik Latifeh

Hallo 23 :)

thanks anik dan sendhy , uda menghias kamar dengan tulisan begitu tau saya akan menginap di kos kalian :)
thanks anik dan sendhy , uda menghias kamar dengan tulisan begitu tau saya akan menginap di kos kalian 🙂

Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillah

          Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Tanggal 4 Desember kemarin lusa , saya genap berusia 23 tahun. Whohaa.. rupanya saya sudah semakin tua. Usia 23? Hmm.. saya menyebutnya usia RAWAN! Kenapa Rawan? Karena saat usia ini saya akan banyak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan nyesek. KAPAN NIKAH? KAPAN LULUS?. Rasanya ketika mendapat dua pertanyaan itu #makjleeep banget. Usia segini harusnya saya sudah lulus kuliah dan bekerja , seperti teman-teman seangkatan saya. Atau usia segini harusnya saya tidak lagi jomblo #lhohhh :D.

Moment pertambahan usia saya kali ini , rasanya berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Tidak ada kue, tidak ada perayaan , hanya ada kado terindah berupa doa dari keluarga, teman dan orang yang saya cintai. Alhamdulillah, doa yang tulus semoga kembali pada yang memberi doa :). Perhatian dari orang-orang tercinta membuat saya terharu dan merasa dicintai. Sungguh sebuah ketulusan cinta tidak akan mampu tergantikan oleh apapun. 23 tahun! Rasanya saya terlahir kembali, dimoment ulang tahun ini saya putuskan untuk berhijrah. Hijrah dan belajar menjadi baik. Mungkin akan ada sedikit perubahan dari saya baik dari penampilan lahir dan insyallah hatinya juga.

Hijrah? Apa maksudnya hijrah? Secara sederhana saya mendefinisikan hijrah adalah suatu perpindahan dari keadaan yang tidak baik ke keadaan yang lebih baik yang membuat kita nyaman. Apakah itu artinya keadaan saya selama ini tidak baik, tidak membuat saya nyaman? Bisa dibilang begitu sih,  dari luar memang terlihat bahagia, namun dalam hati ada rasa yang tidak nyaman namun tetap saya dijalani. Memang untuk menjadi baik bukanlah perkara yang mudah, tidak segampang membalik telur di penggorengan. Hingga saya dihadapkan pada satu kenyataan yang membuka mata dan hati saya. Ada ALLAH yang sedang memainkan skenario-NYA kepada saya.

Disetiap moment ulang tahun selalu muncul cita-cita, harapan, dan mungkin target. Jika sebelumnya cita-cita, target dan harapan saya selalu berorientasi dunia , tapi kali ini cita-cita terbaru saya adalah menjadi seorang Wanita Shalilah. Wanita Shalihah? Silahkan tertawa , atau muntah saat membaca ini . Karena jujur ketika menulis ini , saya sendiri juga  tertawa. Menjadi wanita Shalilah? Membayangkan saja rasanya jauh sekali, dan sumpah ini adalah cita-cita yang ter-ter-ter-ter dari segala cita-cita atau target yang pernah saya buat. Lha wong cita-cita yang saya sudah tahu bagiamana mewujudnya saja masih sangat sulit, apalagi ini menjadi Wanita Shalihah yang saya tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Kenapa ingin menjadi Wanita Shalilah? Jawabannya karena membaca buku. Simpel. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah buku yang judulnya “Sebelum Aku Menjadi Istrimu” Buku yang secara tidak sengaja saya baca di toko buku, membuat saya terobsesi untuk menjadi Wanita Shalihah, bila terlalu sulit setidaknya menjadi wanita yang lebih baik lah. “Bila tidak ingin suaminya direbut bidadari surga, maka jadilah bidadari dunia”. Nah , dasar saya ini berjiwa mellow sellow saya menangis seketika saat membaca itu meskipun saat itu posisi saya ada dipojokan toko buku. Bodo amat dah, tanpa disuruh air mata ini mengalir gitu aja.

Oke baiklah, intinya di usia 23 tahun ini saya ingin menjadi seorang wanita yang lebih baik. Baik pada Tuhan, baik pada sesama manusia dan baik pada diri sendiri. Bantu saya berhijrah , jangan tinggalkan saya OKE 🙂 ! Saya ingin bersaing dengan bidadari surga yang bermata jeli lagi terpelihara *silahkan tertawa lagi 😀 * HEHEHEHE.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” QS.An-Nisa: 100

Happy December, 4

Sekarang aku bukan lagi remaja yang ababil, tapi sekarang aku udah dewasa. 20 tahun sudah aku hidup di dunia ini. Terimakasih ya Robb. Engkau masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri, dan terus belajar. Semakin dewasa seharusnya juga sudah harus lebih mengerti tanggung jawab. Semoga saja aku bisa tanggung jawab pada diriku sendiri dan juga pada setiap tindakan yang aku lakukan.

*sok bijak

Okee.. baiklah, banyak sekali harapan dan cita-cita yang pengen aku wujudkan. Banyak sekaliii harapan yang menggantung dilangi-langit kamarku #nahh lho!! Hehe.
Ulang tahun kali ini gak ada yang spesial. Sama seperti biasanya selalu ada bungkusan kecil yang isinya ucapan dan beberapa lembar duit ( yang ini yag paling aku suka ) dari orang rumah. Kalo ngasih kado gak pernah dalam bentuk barang, tapi mentahnya saja. Asiikkkk !!! makasihh mama , papa, mbak , mas yang selalu ngasih yang tebaik buat aku :* :* mmuuaachhhh. Makasihh juga buat mbak yuni dan mas giri kadonya udah nyampek kediri seminggu sebelum ulang tahunku. Hehehe. Mmuaaachhhh…..

Kali ini gak ada kue tar . Iyaa lahh.. gilaa kayak anak kecil aja yang tiap ulang tahun dikasih tar warna-warni trus ada tulisannya selamat ulang tahun, dan diatasnya ada lilin berbentuk angka sesuai umur . # gluudak. Itu mah.. jamannya gw masih kecil. Sekarang maunya kue blackforest gitu * plakkk !! wkwkwkw,

makasihh juga buat temen-temenku yag udah ngucapin ulang tahun. Makasih doanya. Semoga dikabulkan oleh ALLAH.  .
I wish you boy in my bday. Hhihihih. Makasih yaa Mas !!! semoga kita segera berjumpa , beli ronde lagi. Wkwkw *ini sih maunya aku hehehe. Ternyata dia ingat ulang tahun kuu . hhoho.
Hhmm…..pengen deh ngrayain ulang tahun sama kamu Mas,. Tapi itu gak mungkin banget yaa. Kamu nya dimana akunya dimana. Gak ketemu. Yyyaa udah kencan dihape sajaa. Ahhaaa.. ( ini ngomong apa sihh.. gak pentingg banget. Lupakann ) .Sebagai rasa terimakasih ku ke temen-temen ini aku copast ucapannya temen-temen ( sorry gabisa semuanya but thanks a lot for all )
Rossa
“loohh, des. Ultah ..?  met ualng tahun yah..moga panjang umur n sukses sllu. Wish u all the best  ”.

Anilaa
“ndoook, happy bday yaa. Wehh Traktiran kii . “ (traktiran wafer supermen yaa nduk ) hehe.

Phepen

“Happy bday nduk, wish u all the best . smoga apa yang km inginkan tercapai . ojo pikunan, ojo beseran “ (  doa nya yang terakhir itu lhhoo.. hahdeehhh, tapii amiin aja deh, makasi phen  )

Vitaa
“Happy bday el. Moga panjang umur dan sehat selalu. Banyak pacar, dan banyak dapt kado “ ( amiin . hahaha, mana kadomu buat ku breed ?) hehe.

Irul
Makan2 . ( haha… makan rumput mas broo )

Dukun
Yudhaa, ultah ya hari ini. HBD yaa. ( makasih kun  )

Mas Fendy
Km ultah nuw dd, hohoho. Wish u all the best dd yaa. Moga cepet ketemu kk buat beli ronde . hohoho ( ihhhiiii,, ayooo masss :* , aku jugaa pengen ketemu kamu ini. Ngebett *PLAKK #Gluudaak ) .

Mas Andii
“ Happy Bday adekQ chayank :*, semoga tercapai semua apa yang km inginkan. Mau kado apa?“ (ihiii,, kamu aja yang jadi kado ku mas  #plaaakk tabook. Haha, I’m just kidding mas. 😛 )

Ituu aja dulu dehhh…
Btw makasih banget yaa teman-temanku tersayang :* LUV U dehh .

December, 4. Ddudulbee.