Hai, Pemilik Hati yang Patah!

hk 

Dalam kesendirian , kian lama kurasakan sebuah ungkapan lama. Betapa nilai seseorang sangat terasa justru ketika dia tiada. Dan ketiadaanmu memberikan petunjuk yang amat nyata. Betapa rapuh jiwaku dalam kesendirian, dan betapa utuh dalam kebersamaan denganmu. Hanya ada satu kata yang dapat mengungkapkannya, yaitu cinta. Kurasa telah tiba saatnya aku bercerita. Kenapa karena cinta itu aku semakin menjauh darimu. Maaf kalau semua tidak berjalan seperti yang kita mau. Kadang kita berharap Tuhan akan menunjuk jalan kita dan membuka sedikit tabir rahasiaNya.

 –Puisi Lama, Ungu Violet –

            Pernahkah kamu merasakan rasa yang begitu sesak , rasanya mau bernapas saja susah?.  Pernahkan kamu merasakan sesuatu yang kamu sendiri sulit mendefinisikan perasaan apa itu?.  Putus cinta apapun alasannya tidak akan pernah berakhir menyenangkan, sekalipun diakhiri dengan baik-baik. But, life must go on. Hidup akan terus berjalan dengan ataupun tanpa dirinya. Pertanyaan yang paling sering diajukan setelahnya, entah itu dari sahabat ataupun dari diri sendiri “KAPAN BISA MOVE ON?”  *maaf capslocknya rusak* .

Padahal, sebuah studi yang dilakukan oleh Capital One orang yang baru putus cinta setidaknya membutuhkan waktu satu bulan untuk setiap tahun yang dilewati bersama. Semakin lama bersama maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk move on. Waktu kerap kali disebut sebagai obat terbaik sakit hati. Jatuh cinta lalu putus adalah hal jamak terjadi dikalangan anak-anak muda. Jatuh cinta, berpacaran,  lalu putus cinta, bukankah itu sesuatu yang wajar sebagai anak muda?.

Hari-hari menyedihkan dalam hidup itu akan segera berlalu. Jalani dan nikmati detik demi detik dalam hidup dengan rasa syukur. Bersyukur karena Tuhan telah memberikan kesempatan untuk berbuat baik pada sesama. Mengejar cita-cita yang sempat sengaja dikubur, dan kembali menata life mapping yang sempat berubah karenanya. Pertemuan dengan orang-orang baru sedikit banyak akan merubah pola berpikir. Bahkan nilai-nilai kehidupan yang sebelumnya dianut juga mengalami perubahan. Cara berpikir dan cara pandang terhadap suatu masalah juga ikutan berubah. Adakah hubungannya patah hati dengan perubahan hidup?.

“Sebaik apapun perpisahan, sesungguhnya itu tetaplah menyedihkan”

Meskipun sama-sama telah sepakat untuk berpisah tapi tetap saja ada hati yang tersakiti. Apa maaf saja cukup? Tidak. Karena maaf tidak akan merubah apapun yang telah terjadi. Maaf hanya ungkapan rasa bersalah yang  datang dari diri sendiri. Meskipun maaf tidak mampu merubah apapun, tapi setidaknya dengan maaf hati akan terasa lebih lapang. Bila hati lapang maka untuk melanjutkan hidup paska patah hati akan terasa lebih mudah. Semuanya hanya soal waktu. Percayalah waktu akan membuat semuanya baik-baik saja. Jangan berlama-lama patah hati, iya kalau patah hati bisa menghasilkan karya seperti Adelle atau Taylor Swift mah gak apa-apa haha. Nah kalau patah hati cuma dapat galau aja , ya mending sana gantung diri dipohon toge 😀 .

Untukmu, yang sedang patah hati. Tersenyumlah , karena Tuhammu tidak akan membiarkanmu terus berada pada cinta yang salah – Desiani Yudha –

Untukmu yang Masih Belum Bisa Move On #2

C7GPW2 A woman walking in the country carrying a suitcase. Image shot 2011. Exact date unknown.
let it go 🙂

      Yaelah galau lagi galau lagi. Gak bisa move on gak bisa move on lagi. Hello, ini sudah tahun berapa ya? Masih aja galau. Dasar manusia baper sedunia. Eits.. pernah nggak sih kalian diledekin gitu sama teman-teman kalian. Mereka itu sok tahu banget ya, orang yang jalanin hidup kamu ngapain sih mereka ikutan berkomentar. Sebel. Iya, tentu sebel lah. Ehm.. sebentar, jadi sebenarnya kamu sudah move on apa belum sih?

“Mereka itu nggak tahu gimana sakitnya kamu, dan usaha apa aja yang sudah kamu lakuin untuk bisa move on. Selow aja, nggak usah marah kalau diledekin gak bisa move on”

            Tenang, santai dan tetap bahagia. Saya tidak akan ikut-ikutan ngledekin kamu-kamu yang masih belum mau beranjak dari kenangan bersama mantan. Saya hanya akan mengajak kamu untuk berpikir sejenak. Berpikir bagaimana supaya kamu bisa terselamatkan dari bayang-bayang kenangan :D. Sebelumnya kamu harus bisa jawab pertanyaan ini dulu.

            Apa yang membuatmu belum bisa move on?

  1. Masih sayang dan cinta
  2. Takut sendirian
  3. Nggak mau jadi jomblo bullyable

Semua jawaban benar!. Selamat kamu MAGAMON aka Manusia Gagal Move On sedunia. Hello, kamu nggak move on itu cuma gara-gara tiga hal itu aja? Coba deh ya dipikir lagi. Kamu rela sakit gitu, nahan sakit terus menerus? Biasanya orang-orang yang susah move on itu orang yang ditinggal pergi alias diputus. Kalau memang begitu kasusnya seharusnya kamu lebih mudah move on dong. Secara kamu ditinggalin gitu, ya udah berarti dia memang sudah nggak cinta kamu, sudah nggak mau bersama kamu lagi. TITIK!. Jangan pernah mengejar orang yang memang sengaja lari dari kamu. Untuk bisa move on kamu harus paham ini betul. Saya ulangi ya, dia yang milih pergi ninggalin kamu. Jadi nggak usahlah kepikiran buat ngejar dia.

“it’s painful to say goodbye to someone you don’t want to let go. But it’s more painful to ask someone to stay when you know they want to leave”

Nah lho.. kamu tahu kalau berpisah dengan orang kamu sayangi itu sakit, tapi kamu jauh lebih tahu kalau dia itu pengen pergi dari kamu, lha kenapa  kamu masih aja ngeyel buat nahan dia pergi?  Kalaupun dia tidak jadi pergi karena kamu tahan, yakin dia masih ada cinta? Bisa aja kan ya dia cuma kasian sama kamu. Kamu mau dikasihani gitu?. Ayo coba pikirkan ini. Setelah kamu sadar bahwa dia ninggalin kamu, lupakan jauh-jauh niat untuk mengejar dia. Saatnya fokus mengobati lukamu, saatnya fokus pada dirimu sendiri.

“dia yang telah menorehkan luka dihatimu tidak layak terus-terusan kamu pikirkan”

            Pelan-pelan saja. Jangan terburu-buru melupakan atau bahkan punya niatan menghapus semua kenangan bersama mantan. Dijamin proses move on mu bakalan tambah lama. Kalau ada yang ngledekin kamu kenapa belum juga move on, santai aja mereka juga juga bakal galau pada waktunya. Namanya juga patah hati, ya pasti sakitlah ya. Nah, sakit itu perlu diobati. Masalahnya, didunia ini tidak ada orang yang suka dengan obat. Dimana-mana obat itu rasanya pahit, apalagi kalau ternyata obatnya harus dimasukkan melalui jarum suntik. Sakitnya dobel tapi obat dan suntik itu sakit yang menyembuhkan.

            Fokus sama dirimu sendiri, dan lakukan hal-hal yang bisa membuatmu bahagia. Shopping, ngumpul bareng teman, mengejar impian-impianmu yang mungkin belum tercapai, dan jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang sudah terjadi. Untuk bisa move on, kamu bisa melakukan ini :

Memaafkan diri sendiri

Iya untuk bisa bangkit dari keterpurukan paska ditinggal dia, kamu harus memaafkan dirimu sendiri. Jangan menyalahkan diri sendiri atas perpisahan yang telah terjadi. Ketahui apa penyebab kandasnya hubungan kalian, kalau ternyata kamu sudah do the best tapi dia tetap pergi ninggalin kamu, yaudah selesai. Berarti masalah ada di dia. Tapi kalau ternyata ada sesuatu yang kurang dari kamu, segera perbaiki tapi ingat jangan pernah mengejar dia yang telah sengaja pergi dari kamu : ) .

Berkumpul dengan teman se-gengs mu

Peran teman paska kamu putus memang sangat besar. Kadang mereka-mereka yang biasa nggak kamu perhatikan karena kamu lebih milih merhatiin pacarmu justru merekalah yang selalu ada buat kamu. Coba luangkan waktu untuk bersama dengan mereka, curhat kegalauanmu juga nggak masalah. Mungkin kamu bakal diketawain sama mereka, tapi justru mereka yang mengetawain kamu didepan itulah sahabat terbaikmu. Jangan marah dulu kalau diketawain atau bahkan diledekin, mereka itu Cuma bercanda kok :D.

Menulis

Iya menulis. Tidak semua orang bisa bercerita kepada orang lain tentang perasaannya. Nah buat kamu yang nggak bisa curhat-curhat gitu, menulislah. Luapkan semua perasaanmu saat kamu menulis. Meskipun menulis tidak memberikan feedback apapun untukmu tapi setidaknya kamu sudah meluapkan segala rasa yang selama ini bikin kamu nyesek.

Membuka Diri

Membuka diri lho ..bukan membuka aurat hehe. Coba lebih open minded dan berkenalan dengan banyak orang baru. Dijamin hidupmu nggak bakalan garing, dan banyak hal baru yang akan kamu dapatkan. Wawasanmu juga akan semakin luas karena bertemu dengan orang-orang baru, pemikiran-pemikiran baru dan ide-ide yang juga baru.

Hubungi Mantan

Lho.. katanya move on, kok malah hubungi mantan?. Silaturahmi itu penting lho ya, jadi jangan mencoba memutuskan silaturahmi. Mungkin kamu butuh waktu yang sedikit lama untuk bisa melakukan ini. Karena saat baru putus, kamu pasti sakit banget jangankan menghubungi mantan kalau bisa mah semua yang berhubungan dengan mantan dibuang jauh-jauh. Tunggu beberapa waktu sampai luka mengering. Tapi ingat jangan BAPER!. Tujuan menghubungi mantan hanya silahturahmi aja, sekedar say hello bukan untuk membahas yang dulu-dulu apalagi berharap bisa balikan. NO. BIG NO!. Balikan itu ibarat kamu ngulang mata kuliah yang nggak lulus disemester pendek, nggak bakal dapat nilai A paling mentok juga B, sekedar lulus aja.

Saatnya Napak Tilas Kenangan.

Ini sedikit EKSTREM sih, sangat tidak disarankan buat kamu-kamu yang baru aja putus. Kunjungi tempat-tempat yang pernah kamu kunjungi bersama mantan, lakukan hal-hal yang biasa kamu lakukan sama mantan, dengerin lagu yang biasa kalian dengerin bersama mantan atau apapun lah yang bisa membuka memorimu bersama mantan. Terkesan nggak ada kerjaan sih ya, tapi kalau kamu berhasil melakukan semuanya dengan BIASA AJA, tanpa drama mellow apalagi nangis lebay. SELAMAT KAMU BERHASIL MOVE ON. Jadi ini cuma sebagai alat ukur aja sih (saya menyebutnya sih gitu), sudah sampai dimana move on kalian. Ucapkan selamat tinggal buat semua itu dan welcome new hello : ).

Ingat move on adalah proses, jadi nggak bisa buru-buru. Jangan jadi manusia munafik yang berlindung dikata-kata bijak agar terlihat kuat. Iya, kamu memang akan terlihat kuat diluar tapi didalam masih nyimpan luka masa lalu. Nah , buat kamu semuanya yang masih galau, yang patah hati semoga cepat move on ya : ). Kalau ada yang ngledekin kamu kenapa nggak move on move on biarin aja, belum tentu yang ngledek kamu itu hatinya udah bersih dari luka karena mantan. Setidaknya kamu jujur pada dirimu sendiri : ). Stay strong gaes 😀

Meninggalkan dan Menemukan

image

Surabaya! Kenapa kota yang dipimpin oleh Bu Risma ini begitu menarik untuk selalu dikunjungi? Padahal boleh dibilang Surabaya “nyaris tidak ada tempat yang wisatanya” at least tempat wisata di Surabaya tidak sebanyak di Malang. Selain itu di Surabaya juga panas. So?. Tidak, saya tidak ingin berbicara atau bahkan membandingkan wisata Surabaya dan Malang atau kota lainnya. Tapi saya sangat salut dengan pemimpin Surabaya yang mampu membawa Surabaya menjadi lebih baik.

Ehm.. jadi sebenarnya arah tulisan ini kemana? Saya menulis ini didalam kereta menuju Surabaya. Hari ini untuk pertama kalinya saya akan menginjakkan kaki saya lagi dikota yang “selalu saya perjuangkan” beberapa tahun belakangan ini. Ada rasa gimana gitu (sulit dijelaskan) sebelum akhirnya saya memutuskan untuk berangkat dimenit-menit akhir. Semua barang saya sudah siap sejak pagi tadi, tapi hati belum sepenuhnya siap. Oalah , kamu galau to Des?. Ehmm.. entahlah apa namanya ini.  Lanjutkan membaca “Meninggalkan dan Menemukan”

Untukmu yang Masih Belum Bisa Move On

a-new-hello

“If you brave enough to say goodbye, life will reward you with new hello” (Paulo Coelho)

            Well. Namanya juga hidup ya, jadi ada yang namanya seneng ada juga yang namanya sedih. Ada yang namanya pertemuan ada juga yang namanya perpisahan. Bertemu dengan orang kita cintai pasti seneng ya, tapi kalau berpisah dengan orang yang kita cintai? Suweedihh , hancur, patah hati atau malah pengen gantung diri dipohon toge?. Tidak!. Saya sama sekali tidak sedang patah hati. Ngga tau kenapa kok lagi pengen nulis yang gini-ginian :D. Mungkin karena kebanyakan dengerin Halaqah Cintanya Kang Abay, sama Mencintai Kehilangannya Ananditodwis. Racun banget dah lagunya. Mas Dilla yang bikin aku makin galau gara-gara share lagu ini digrup -__- , bodohnya lagi lagu ini malah jadi semacam lagu kebangsaan yang “aku banget”.

Mencintai Kehilangan. Ehm.. ini yang perlu digaris dibawahi. Tidak selamanya kehilangan itu harus dibenci, tapi kita juga harus belajar untuk mencintai kehilangan. Berapa banyak orang yang menangis bahkan sampai depresi hanya karna kehilangan sesuatu yang tidak dibawa mati. Itu semua disebabkan, karena kebanyakan dari kita hanya siap mencintai pertemuan saja, tapi lupa kalau setiap yang ada dibumi ini diciptakan berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada laki-laki ada perempuan, begitu juga dengan pertemuan. Ada pertemuan tentunya juga ada perpisahan. Lagu Mencintai Kehilangannya Ananditodwis ini bercerita tentang seorang perempuan dan laki-laki yang harus rela kehilangan cinta demi impian dan demi ridho Allah. Iya, ceritanya memang klasik banget, dan udah biasa banget dikehidupan sehari-hari. Lanjutkan membaca “Untukmu yang Masih Belum Bisa Move On”

Gagal Move-on? Terjebak Masa Lalu?

ini dia penampakan cafe plus bus yang bikin saya gagal move-on :(
ini dia penampakan cafe plus bus yang bikin saya gagal move-on 😦

Tik took tik tokk , sudah jam berapa ini? Kenapa belum ngantuk. Suatu kejadian yang langka karena sampai dengan jam 12 malam mata saya belum menujukkan tanda-tanda mau merem. Hm.. baiklah semoga dengan menulis ini bisa bikin ngantuk ya hehe :D. Mungkin ketidak-ngantuk-an saya ini disebabkan karena saya tadi minum kopi pas nongkrong cantik bareng Fifin, Anila, dan Lingga. Atau bisa juga karena saya terjebak masa lalu dan gagal move-on karena nongkrong di tempat yang ga tepat. Ya Allah 😦 .

Baiklah, saya akui dua hari ini saya sedang mersakan rindu pada seseorang. Tapi perasaan itu rupaya oleh otak saya selalu ditolak, tapi hati selalu membenarkan. Oke Fix, tema tulisan malam ini adalah GALAU dan GAGAL MOVE-ON pemirsah :D. Awalnya sih ga niat nge-gaul bareng Fifin dkk karena saya sudah janjian sama teman-teman #BeraniBerhijah untuk bantuin persiapan pengajian besok. Nah , berhubung ga ada yang dikerjain akhirnya saya terima tuh tawaran nongkrong cantik hahaha. Setelah beres di #BeraniBerhijrah saya langsung cusss ketempat Fifin dkk, yaitu di JW Cafe. Btw, JW Cafe itu tempatnya dipinggir jalan dekat perempatan lampu merah. Tiap lampu merah pasti banyak kendaraan yang berhenti tepat didepan JW.

Sepuluh menit dua puluh menit, it’s Oke. Bercanda sana-sini bareng Fifin dkk. Tapi lama-lama makin ngga enak tuh suasananya. Posisi tempat duduk saya dkk yang pas ngadep jalan makin menambah suasan makin galau. Gimana enggak galau, tiap selang beberapa menit gitu ada banyak kendaraan yang berhenti tepat didepan kami. Nggak masalah sih banyak kendaraan yang berhenti, toh itu memang lampu merah justru jadi masalah kalau nggak berhenti. Tapi eh tapi entah kenapa malam ini banyak sekali bus yang berhenti disitu. Dan kamu tahu bus apa itu? Bus harapan jaya pemirsahhhhh T____T. So what? *ngomongnya ala pak anang*.

Ngeliat bus harapan jaya berhenti didepan mata itu  rasanya….. Awwwwww rasanya #nyirrrr banget dihati. Rasanya pengen naik biar bisa sampai Surabaya. Bus harapan jaya ini memang banyak banget menyimpang kenangan. Walaupun badan saya ada bersama dengan teman-teman saya tapi hati dan pikiran saya ada pada orang lain. Bus Harapan Jaya jurusan Kediri-Surabaya yang berhenti dilampu merah depan JW ini telah berhasil membawa saya pada kenangan dengan seseorang dimasa lalu. Bus Harapan Jaya ini yang jadi saksi perjuangan cinta kami selama lebih dari 2 tahun LDR Kediri-Surabaya. Waktu ada bus berhenti yang drai Surabaya, saya kembali pada kenangan dimana ketika saya menjemput dia. Selalu ada senyumnya dan senyum dibibir saya ketika dia turun dari bus.

Entah kapan lagi saya bisa melihat senyum itu lagi. Entah kapan lagi bisa bertemu dengan orang yang rela nungguin saya dihalte pas hujan deras karena saya telat jemput. Entah kapan lagi saya bisa bertemu dengan orang yang rela berdiri dari Kediri-Surabaya atau sebaliknya hanya supaya bisa malam mingguan. Kini , setelah tidak lagi bersama ada rindu yang teramat. Ada ruang yang kosong, ada langkah yang tidak sempurna. Namun, saya yakin dibalik perpisahan selalu akan pertemuan yang baru J *alah kok jadi lebay*. Banyak yang bilang kenapa pisah, kenapa udahan, kan sayang banget. Sayang? Iya Sayang. Kalau ditanya apakah sudah tidak saling sayang? Maka baik saya maupun dia pasti akan berkata “Kami masih saling menyayangi”. Lalu kenapa berpisah? Seseorang pernah berkata pada saya waktu itu.

“Bagaimana bisa kamu mencintai makhluknya, tapi kamu lupa untuk mencintai yang menciptakan?” — Mbak Gi —

Yap… kata-kata mbak Gi emang nancep banget dihati.

“Allah itu pencemburu, jadi gimana bisa kamu mencintai makhluk-Nya melebihi dari penciptanya? Ingatlah hatinya itu bukan miliknya, jadi mintalah pada Allah sang pemilik hatinya”               

     — Mbak Gi —

Ketika banyak orang yang mempertanyakan alasan kami berpisah, maka cukuplah Allah yang menjadi alasan pertemuan dan perpisahan kami . Cukuplah Allah yang menjadi satu-satunya alasan pertemuan dan perpisahan kami. Allah sebaik-baiknya penjaga, maka bila raga tak saling bertemu cukuplah doa yang saling menyapa. Allah..Allah..Allah cukuplah Allah saja 🙂 . Percayalah bahwa cinta yang sesungguhnya hanya bisa didapat dengan jalan pernikahan 🙂 .

“Semuanya dimulai dari melepaskan. Dimulai dari melepaskan cintanya, dan berharap menggenggam cinta-NYA”

“Cintailah Allah, niscaya Allah akan hadiahkan seseorang yang mencintaiNya untukmu     – Ibnu Qayyim Al-Jauziyah —  

 Selamat Malam para perindu :). Bubuk nyenyak ya mbloo 😀 :D.

 Ingat, sebelum kamu mencintai orang lain, maka cintailah Allah dan dirimu dahulu, baru engkau dapat mencintai yang lain dengan sempurna — Desi —

Persiapan Pernikahan Part I

Bismillah
Bismillah

Suatu siang , disiang yang sangat panas kota Kediri. Tiba-tiba saya melontarkan kata-kata yang tidak saya sengaja dan membuat keadaan hening sejenak.

“Chan, Aku capek memperjuangkan hidupku. Aku pengen ada orang yang memperjuangkan hidupku. Rasanya aku pengen nikah aja deh biar ada yang memperjuangkan hidupku”

—HENING—

Keadaan langsung hening, dari yang tadinya saya dan teman saya ketawa-ketiwi abis keluar dari Bank untuk keperluan tugas, kami terdiam. Teman saya hanya diam mendengar kata-kata saya, lalu dia ketawa ngakak. “Kowe gak popo? Cah Gendeng! ”. Ya, wajar kalau saya dikatain gila karena nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba ngomong begitu. Selama beberapa hari rasanya kata-kata saya itu jadi trending topic teman-teman dekat saya. Saya kebelet menikah, begitu kata mereka.

Entah kenapa saya bisa berkata seperti itu, kalau kata teman-teman saya mungkin saya rapuh hahaha. “Mungkin kamu rapuh” kata-kata itu sempat menjadi sangat populer nggak peduli apapun yang terjadi tapi kat-kata itu sering terdengar kapan aja dikelas, nggak peduli apapun yang terjadi. Lebay dan alay. Hehe :D. Saya akui memang saat itu saya sedang sangat jenuh. Jenuh dengan segala rutinitas saya, stress karena tugas dan segala macamnya. Saya merasa sangat bosan dan rasanya saat itu saya sedang berada dititik terendah.

Gimana bisa kepikiran nikah? Entahlah saya sendiri juga nggak tau. Mungkin benar kata teman saya saat itu saya sedang rapuh hehe :D. Saya kadang orangnya suka kepo, suka sok tau dan kadang suka seenaknya sendiri. Dari ke-kepo-an saya itu, saya melihat salah seorang teman yang sangat bahagia. Bahagia dengan hidupnya, dan kelihatannya hidupnya enak. Dia masih muda, sepantaran dengan saya. Dia menikah diusia muda, dan kelihatanya bahagia. Benarkah menikah itu Enak? Benarkah menikah itu membuat bahagia? Benarkah kalau sudah menikah ada yang memperjuangkan hidup kita?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab saat saya sudah benar-benar menikah nanti. Saat ini saya sedang dilanda galau persiapan pernikahan saya. Mulai dari bisa nggak ya jadi istri yang baik,  pakai adat apa nanti, pestanya seperti apa, mau menikah diKediri atau dirumah masa kecil saya, dimana saya akan tinggal nanti setelah menikah, sampai honeymoon dimana nanti :D. Banyak sekali yang harus saya persiapkan untuk pernikahan yang Insyallah hanya akan terjadi satu kali dalam hidup saya. Saya ingin semuanya berjalan lancar, barokah, serta bermanfaat bagi semuanya. Saya ingin ketika menikah, tidak hanya membuat saya semakin kuat menjalani hidup, tapi juga semakin bermanfaat untuk orang lain. Menjadi seorang wanita yang menggenapkan setengah agamanya sang lelaki pujaan, dan menjadi makmum yang selalu mengaminkan setiap doa sang imam.

Bersambung …….

Ternyata pacaran itu…

Beberapa hari ini saya sering marah-marah karena pacar sudah tidak seromantis dulu saat pertama pacaran. Ya..usia pacaran kami sudah memasuki tahun pertama. Maret tahun lalu saya merasakan betul saat-saat indah pacaran. Maklum baru pacaran, tapi semakin lama semakin rasanya biasa saja. Ada semacam jenuh yang saya rasakan dan ternyata juga dirasakan olehnya.

Hubungan kami semakin dekat dan tahu karakter masing-masing. Kalau lagi marah, manja, atau bahkan pas lagi gak mood buat sekedar sms atau telepon udah paham. Pernah juga saya merasakan rasa jengkel padanya. Hubungan kami dipisahkan oleh jarak, ya saya di Kediri dan dia di Surabaya. Biasanya saya hanya bertemu dia 2bulan sekali dan pernah hampir 3bulan.

Kalau sudah diserang yang namanya kangen bin rindu itu bawaannya marah melulu dan kadang over lebay yaitu menangis. Seperti ini ternyata rasanya pacaran, nahan kangen dan bahkan “berantem” sama pacar. Bagi saya ini pacaran kali kedua, dan baginya ini adalah pengalaman pertama pacaran dan mengenal seorang wanita. Hehe

Walaupun ini kali kedua saya pacaran, tapi dulu tidak seperti ini pacarannya. Dulu pacaran waktu kelas 2 SMA dan baru pacaran lagi pas kuliah semester 2. Waktu pacaran dulu perasaan ga ada marah-marahan atau masalah yang se-kompleks ini. Dulu pacaran iseng yang hanya terjadi di dunia maya walaupun penah bertemu beberapa kali dan hubungan kami hanya gitu-gitu aja. Pokonya khas ABG Labil bangetttt.

Sekarang ini pacaran yang “bener-bener pacaran”. Menyatukan 2 kepala,2 pikiran, 2pandangan dalam satu hubungan yang dinamakan pacaran yang dipisahkan oleh jarak. RUMIT  itulah pacaran. Hubungan komunikasi interpersonal yang terlalu banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Bagaimana kita menjaga hubungan interpersonal kita pokonya rumit deh. Tidak seindah pacaran dalam bayangan saya sebelumnya. Pengalaman yang memberi saya banyak pelajaran dan tentunya aplikasi dari mata kuliah komunkasi interpersonal hehehe 😀

PACARAN itu bagi saya adalah miniatur kita dalam berumah tangga. Namun dalam pacaran hanya sebatas mengenal pribadi pacar kita bukan mengenal tubuh pacar kita. Pacaran itu  miniatur rumah tangga dalam hal yang masih sangat sederhana belum banyak masalah yang muncul karena hanya melibatkan kita dan pacar kita. Hanya 2 orang. Kalau pacaran saja rumit seperti ini bagaimana dengan menikah dan berumah tangga dengan pasangan kita? Tentunya tidak serumit pacaran. Lho kok bisa? Karena kita masing-masing berhak atas pasangan kita begitupun sebaliknya. Sedangkan kalau pacaran kita sebenarnya tidak punya hak apa-apa. Jadi tidak seharusnya kita menuntut terlalu banyak kepada pacar kita begitupun sebaliknya.

Semoga ini pacaran yang terakhir bagi saya dan bagi dia. Semoga hubungan ini bisa sampai pada hubungan yang legal baik secara agama maupun negara. Dan segala keruwetan dan ke-kangen-nan cepat hilang. Pacaran juga membawa dampak baik bagi kesehatan mental dan fisik 😀

Kuliah jadi makin rajin karena saya gak mau malu kalau dapat nilai jelek. Bakalan dikatain abis-abisan sama dia. Pokoknya kita rival abis kalau masalah kuliah walaupun kami kuliah dijurusan yang berbeda. Pernah , semester lalu saya mendapat nilai C+  disalah satu mata kuliah tersulit saat itu, karena dia selalu nge-cek nilai saya akhirnya di”semprot” abis-abisan karena Cuma dapat nilai C. Padahal dikelas juga Cuma 2 Orang yang dapat nilai B haha bener-bener jeblok mata kuliah itu. Dan karena gak mau malu akhirnya semester  ini tidak ada nilai C lagi. hehe.

Itu hanya beberapa hal positif selama pacaran. Negatifnya juga banyak. Salah satunya jadi sering ngambek dan manja. Yapps…itulah pengalaman saya selama satu tahun pacaran dengan orang yang terbaik bagi saya untuk SAAT INI.

Terimakasih Mas …

Dan semoga kita cepat bertemu 🙂