#Day1 : Starting a new challenge.

picture-1
gambar diambil dari sini

Well, setelah posting tulisan curhat yang malah jatuhnya drama banget, hari ini saya akan menulis lagi hihi. Pagi ini saat bangun tidur saya langsung membaca bismillah dan senyum-senyum sendiri. Menurut yang saya baca, entah benar atau tidak tersenyum bisa membuat otak kita yakin kalau kita sedang bahagia. Jadi mungkin udah ada semacam program gitu ya diotak kita, yang kalau bibir kita tersenyum akan direspon oleh otak lalu diolah menjadi kebahagiaan. Ah embuh, ini analisa yang ngawur *maapkan saya bukan peneliti*. Mungkin ini juga alasannya, kenapa kalau pas nangis tapi tersenyum semacam ada kekuatan yang nambah gitu, atau sedikit berkurang sedihnya *Oh my, drama lagi*.

Mumpung masih suasana tahun baru, jadi dimanfaatkan betul untuk menuju perubahan. Padahal setiap tahun baru selalu bikin resolusi-resolusi tapi semuanya hanya berakhir dibuku catatan. Setelah saya analisis *tsah bahasanya masih ambu-ambu skripsi* , saya salah strategi. Saya itu kadang suka ngotot dan sok multitasking, padahal otaknya cuma sekelas intel atom. Udah jadi kebiasaan saya menuliskan target-target yang ingin dicapai dalam setiap tahunnya, selain itu juga nulis daftar-daftar impian baik yang ditempel didinding kamar atau ditulis dibuku. Kalau saya ngga salah hitung, seperti sudah ada 4 buku yang isinya “list mimpi dan target” tapi tidak banyak dari list itu yang dicoret.

“ focus will driving everything in your life, so keep on focus”

Gitu sih kalau kata mentor online saya, Brendon Burchard. Kebetulan nih saya dapat free buku motivasinya plus dapat free online training selama 12 minggu. Ehmm, ga free juga sih sebenarnya tapi bayar $7 , tapi sumpah worth banget kok. Lumayan  kan bisa sekalian belajar reading dan listening hahaha. Pantes , kalau semua target saya nggak ada yang tembus, lha wong saya nggak bisa fokus. Emang sih ya, gara-gara ngga bisa fokus banyak sekali tugas-tugas yang terbengkalai. Contoh yang masih anget banget ya skripsi, coba kalau dari dulu saya fokus pasti skripsinya ngga sampai “anniversary”. Lalu, kursus-kursus yang saya ikuti juga nggak menghasilkan apa-apa. Dalam 3 bulan ini saya, saya bisa ikut lebih dari 3 kursus yang jalan bersamaan. Duh, sumpah keteter banget. Dan mulai minggu ini saya “mengeliminasi” beberapa kursus yang saya ikuti. Saya memilih mundur dan memulai menetapkan fokus dan prioritas.

Pertama, saya mulai dari hal-hal yang kecil dan simpel. Karena saat ini saya sedang fokus meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya, jadi mulai hari ini saya mulai belajar saya dengan belajar menghafal 5 vocab, menonton satu film pendek berbahasa inggris, membaca satu artikel bahasa inggris (saya baca thejakartapost) lalu menyalin artikel itu dibuku. Efektif kah? Dilihat saja nanti. Kalau kata Prof Renald Kasali, sih untuk menjadi sukses myelin kita juga harus digerakkan, supaya otot-otot dalam tubuh kita terbiasa dipakai bekerja.

Kedua, saya mulai membatasi penggunaan gadget. Saya mulai mengurangi kepo-kepo atau stalking baik instagram atau facebook. Saya juga telah meng-uninstal beberapa aplikasi socmed dihape. Saya tahu, nggak mungkin banget buat saya untuk meninggalkan gadget atau nggak online , harap maklum kerjaan saya disocmed semua. Saya mendapat uang dari sana hahaa. Tapi kalau terlalu over kan nggak baik juga, toh kerjanya juga nggak 24 jam cuma 4-5 jam aja sehari. Saya mulai mengganti bacaan , dari yang awalnya cuma baca timeline IG atau facebook saya ganti dengan baca buku (perlu banget dipaksa dan dibiasakan hihi).

“Mungkin ada yang bilang, ih kok baru mulai sih. Telat banget, teman-temanmu udah jauh didepan, kamunya baru mau mulai”.

Ya juga sih, usia udah berapa ini haha. Meskipun tidak bisa dibenarkan, tapi terlambat masih sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali. Nah, semoga langkah-langkah kecil ini bisa mengantarkan pada sesuatu yang besar didepan sana. Oiya, saya juga mengurangi “menggebu-gebu” diawal tapi “layu” ditengah-tengah. Jadi slow banget ini mah, kan katanya usaha ngga bakal mengkhianati. Jadi terus berusaha dan dalam berusaha itu butuh proses, karena ngga ada yang instan didunia ini. Mie instan aja masih butuh direbus kok, ya kan?

 

“Rumah Burung Dara”

Mungkin untuk beberapa bulan kedepan kamar atas akan jadi tempat terbaik untuk “mengasingkan diri”. Untuk saat ini kamar atas ini adalahtempat yang paling kondusif untuk belajar. Jauh dari kulkas dan meja makan haha. Kamar yang ga pernah ditempati, dan sejak Mas tidak ada dipake buat menyimpan semua barang-barangnya. Ya bajunya, ya tempat tidurnya,ya lemarinya. Dulu saya sering tertidur dikamarnya, dan ketika bangun sudah pindah ke kamar saya sendiri. Kira-kira kalau sekarang saya tertidur disini pas bangun bisa langsung dikamar saya ga ya? :D.

Teras kamar atas ini dulunya jadi tempat favorit Mas buat merenung (katanya sih gitu), ditemani secangkir kopi dan rokok. Kadang saya juga nongkrong dan ngobrol bersamanya. Kalau bosen diteras kita pindah diatas genteng (ini serius!). Bahkan kami pernah nyalain kembang api diatas genteng. Rumah kami memang 2 lantai sejak dulu tapi dilantai 2 hanya ada satu kamar. Kalau saya bilang sih kamar atas ini mirip sama rumah burung dara. Cuma ada satu kamar gitu. Dan disebelahnya sudah genteng , jadi kalau mau naik genteng mudah , tinggal lompat aja.

IMG_20150430_171414
Itu tuh, kamar rumah burung dara. Nah disebelah kamar itu genteng yang biasa saya pakai selonjoran dulu :D. Tempat itu kini tidak ada lagi, karena sudah direnovasi. Sekarang kamar rumah burung dara itu punya tetangga kamar 😀

Diatas genteng rumah. Tempat yang sering dipakai Mas buat ngilangin suntuk (katanya sih gitu), itu kemudian juga menjadi tempat favorit saya kalau lagi suntuk. Jangan salahkan saya kalau kakean polah, karena itu ajarannya Mas saya hehehe. Ketika lagi suntuk banget, saya biasanya langsung naik keatas, lalu lompat ke genteng. Selonjoran gitu, sambil dengerin lagu dari hape nokia saya (yang jaman dulu  masih hitss banget). Kalau pas kebetulan langitnya cerah dan banyak bintang saya nggak cuma selonjoran tapi malah tidur terlentang ngadep kelangit. Sambil senyum-senyum karena berasa kayak difilm-film itu.

Apa engga dimarahin papa mama? Tenang. Mereka sudah kebal dengan kelakuan aneh anak-anaknya dan sudah bosen ngomelin kami. Trus nggak malu apa sama tetangga? Tenang. Diatas genteng itu cahayanya ga banyak, jadi gelap (tapi nggak gelap-gelap banget) jadi nggak keliatan dari bawah. Diteras kamar atas (baik teras belakang atau teras depan) , dan diatas genteng saya banyak menghabiskan waktu bersama Mas. Kami ngobrol tentang apapun mulai dari musik, agama, sekolah, yang pada akhirnya selalu berakhir dengan debat. Engga tau kenapa kalau ngomong saya dia itu bawaannya pengen ndebat aja, soalnya dia itu kalau ngeluarin opini selalu opini yang debat-able. Meskipun sering debat dan kadang bertengkar tapi kami saling sayang hihi.

Betewe, pas nulis ini windows media player yang ada dilaptop muter lagunya westlife yang season in the sun. Itu lagu kesukaan Mas, dan kami sering nyanyiin ini bareng. Ketika sudah kuliah pun hobi selonjoran diatas genteng masih sering saya lakukan. Sampai pada akhirnya malam yang memalukan itu datang. Pas lagi asyik-asyik tiduran diatas genteng, sambil ngeliat bintang-bintang malam dari bawah tetangga saya teriak. “Mbaaakkk iing, sampean nyapo nang kono?”. Sumpah sejak saat itu, saya nggak naik-naik genteng lagi. Eh, masih naik genteng deng, kalau mau jemur bantal atau boneka-boneka “warisan” dari Mbak. Seumur hidup saya meskipun saya anak perempuan saya hanya satu boneka!. Itupun hadiah dari Mbak Sepupu dan pacarnya pas ulang tahun saya pas saya masih SMP. Jadi kalau ada banyak boneka dikamar saya bahkan bonekanya sampe punya rumah, aseli itu bukan punya saya haha.

Siang ini, dikamar atas ini dan rintik hujan diluar saya benar-benar merindukan Mas. Merindukan masa kecil kami. Masa kecil yang saya lalui bersama Mbak dan Mas. Meskipun kami tidak lahir dari rahim ibu yang sama tapi ikatan diantara kami begitu kuat. Mbak dan Mas , dua kakak-beradik itu begitu menyayangi saya, begitu mencintai saya seperti adiknya sendiri. Mereka ikhlas membagi kasih sayang Ibu Bapaknya kepada saya. Mereka selalu menuntut hak yang sama, apapun yang diberikan oleh orang tuanya kepada mereka juga harus diberikan pada saya. Meskipun sehari-hari kami nyaris tidak ada kegaduhan yang tidak kami buat. Digelitikin sampe nangis, kejar-kejaran didalam rumah meskipun saat itu saya sudah SMA, rebutan makanan, rebutan remote TV, dan pas menjelang hari raya pasti banyak parcel yang datang kerumah. Kami selalu rebutan parcel, yang mana yang paling banyak isinya dan yang paling enak jajannya. Nah kalau ini, biasanya yang sering dapat Zonk itu Mas. Hahaha dia terlalu terburu-buru kalau milih.

Kenapa jadi MELLLOOOWWW? Ahhh… sudahlah hujan semakin deras. Dikamar atas ini , meskipun tak lagi sama seperti dulu. Sekarang kamar atas ini tak lagi seperti rumah dara, dan kamar atas kini punya tetangga kamar tapi kenangannya tidak akan pernah hilang. Meskipun saya tak lagi bisa “tinggal lompat” buat biasa keatas genteng , ya kali sekarang mau naik genteng yang mana? Rumahnya sudah berubah total dan gentengnya juga semakin tinggi. Untuk beberapa bulan kedepan saya akan banyak menghabiskan waktu saya disini, dikamar atas dengan segala perabotan milik Mas lengkap beserta kenangan bersamanya. Semoga dia ridho ya hihii, dan ngga ngusir-ngusir saya dari kamarnya , karena hobi saya nonton TV dikamarnya sampe ketiduran dikamarnya :D.

 

Dari Mall Menuju Pondok Pesantren #2

PP-Putri-Tahfizhil-Qur’an

“Kita tidak akan pernah tahu kapan hidayah Allah itu datang”

            Saya bersyukur pernah mengalami hal sulit dalam hidup karena darinya saya banyak belajar tentang kehidupan. Tahun 2010, menjadi awal perjalanan hijrah saya untuk mendekat kepada Tuhan. Awal 2011, saya kembali ke Kediri dengan membawa “oleh-oleh” jilbab. Iya, semenjak itu saya mulai tertarik belajar agama, dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Meskipun jilbab yang saya pakai masih buka tutup kayak portal perumahan, tapi karena jilbab inilah saya jadi termotivasi untuk tidak meninggalkan sholat. Dan memang benar, kadang manusia itu tidak tahu diri. Hanya ingat Tuhan kalau sedang susah, kalau dikasih kenikmatan sering lupa bersyukur begitu juga dengan saya.

Tahun 2013 saya kehilangan orang yang saya cintai, Kakak saya dipanggil kembali olehNya. Sejak sakit dirumah hingga koma di ICU saya berada didekatnya, bahkan detik-detik dia tidak ada saya berada disampingnya. Saya terus berada didekatnya, membisikkan Yasin dan Sholawat sewaktu dia koma. Waktu itu pas sore hari dia koma lagi, sekeluarga sudah panik apalagi Mama yang sudah tidak sadarkan diri waktu ada panggilan dari ICU bahwa Mas kritis. Saya beranikan diri masuk ruang ICU, sambil menangis saya bisikkan sholawat dan saya pegang tangannya. Tangannya bisa gerak-gerak dan dia meneteskan air mata meskipun dia tidak sadar. Malam harinya dia koma lagi, hingga sekitar jam 3 pagi tubuhnya sudah tidak bisa apa-apa lagi. Tangan dan kakinya sudah dingin. Pagi harinya dokter menyatakan dia telah tiada.

Dua minggu saya bersama Mas, merawat dia sejak masih sakit dirumah, dia mulai kehilangan keseimbangan dan kesadaran, koma di ICU hingga dia meninggal memberikan banyak sekali pelajaran bagi saya. Ternyata jarak hidup dan mati itu sungguh dekat.  Saya hanya meninggalkan dia sebentar karena ketiduran, tapi dia telah malah lebih dulu ninggalin saya.

Yang paling dekat adalah kematian. Yang paling jauh adalah masa lalu. Yang paling besar adalah hawa nafsu. Yang paling berat adalah memegang amanah. Yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. Dan yang paling tajam adalah lisan manusia. -Imam Al Ghazali-”

Beberapa bulan setelah kepergian Mas, saya melakukan perjalanan solo ke Singapura-Malaysia. Diperjalanan pulang dari Kuala Lumpur ke Surabaya, saya nyaris menyusul Mas. Waktu itu cuaca sedang buruk, pesawat delay sedang saya seorang diri dinegeri orang. Belum lagi pas dipesawat cuaca buruk yang menyebabkan pesawat sedikit tergoncang. Kebetulan waktu itu saya duduknya didekat jendela, jadi bisa lihat keluar. Subhanallah, pas saya lihat keluar sedang hujan deras disertai petir. Duh kilatan petir itu begitu dekat, jarak saya dan langit terasa begitu dekat. Saya sempat berpikir kalau malam itu saya akan berjumpa dengan malaikat Izrail.

Kedua kejadian itu dan ditambah lagi saya harus kehilangan satu orang lagi yang saya cintai di tahun 2014 membawa saya untuk lebih serius belajar agama. Saya belajar untuk tidak buka tutup jilbab, dan belajar memakainya kemanapun saya pergi. Setelah proses yang lumayan panjang, awal 2015 saya memutuskan untuk benar-benar berhijrah. Untuk lebih serius belajar agama. Dimulai dari ikut komunitas ngaji, hingga Allah memberikan saya kesempatan untuk belajar di pesantren. Saya tidak tahu harus mulai berhijrah darimana. Bahkan dalam proses berhijrah saya sempat bimbang. . Belum lagi banyak sekali pertanyaan “Ngaji nya sudah sampai mana?” yang selalu membuat saya bingung menjawabnya.

Tiba-tiba muncul keinginan untuk belajar agama lebih dalam lagi. Kali ini tidak hanya wacana, tapi saya benar-benar ingin belajar agama terutama tentang Fiqih. Saya ingin belajar agama dipondok!. Keinginan belajar dipondok begitu kuat, sampai mengganggu tidur saya. Sempat galau karena saya masih harus menyelesaikan skripsi tapi juga pengen banget belajar agama. Setelah tanya sana-sini akhirnya saya beranikan diri untuk datang kepondok pesantren Lirboyo. Pondok yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah saya. Berdasarkan info yang saya dapatkan dari seorang teman saya akhirnya datang kepondok yang bisa “nduduk” ga harus nginep disana. Disana saya diterima oleh Ustadzah Anis dan Ustadzah Alfina. Sore harinya saya lansung masuk dan test kemampuan ngaji. Test ini gunanya untuk menempatkan saya dikelas yang sesuai dengan kemampuan saya.

“Orang berubah karena dua hal. Pertama karena mereka tersakiti dan yang kedua karena mereka banyak belajar dari pengalaman”.

Iya, perubahan dalam hidup yang saya alami disebabkan oleh “pelajaran” yang saya dapatkan begitu banyak. Hingga membawa saya pada satu titik yang mengharuskan saya untuk kembali pada Tuhan saya. Lalu, bagaimana kehidupan dipondok ? Tunggu cerita saya sebagai santriwati baru ya 😀

Untukmu yang Masih Belum Bisa Move On

a-new-hello

“If you brave enough to say goodbye, life will reward you with new hello” (Paulo Coelho)

            Well. Namanya juga hidup ya, jadi ada yang namanya seneng ada juga yang namanya sedih. Ada yang namanya pertemuan ada juga yang namanya perpisahan. Bertemu dengan orang kita cintai pasti seneng ya, tapi kalau berpisah dengan orang yang kita cintai? Suweedihh , hancur, patah hati atau malah pengen gantung diri dipohon toge?. Tidak!. Saya sama sekali tidak sedang patah hati. Ngga tau kenapa kok lagi pengen nulis yang gini-ginian :D. Mungkin karena kebanyakan dengerin Halaqah Cintanya Kang Abay, sama Mencintai Kehilangannya Ananditodwis. Racun banget dah lagunya. Mas Dilla yang bikin aku makin galau gara-gara share lagu ini digrup -__- , bodohnya lagi lagu ini malah jadi semacam lagu kebangsaan yang “aku banget”.

Mencintai Kehilangan. Ehm.. ini yang perlu digaris dibawahi. Tidak selamanya kehilangan itu harus dibenci, tapi kita juga harus belajar untuk mencintai kehilangan. Berapa banyak orang yang menangis bahkan sampai depresi hanya karna kehilangan sesuatu yang tidak dibawa mati. Itu semua disebabkan, karena kebanyakan dari kita hanya siap mencintai pertemuan saja, tapi lupa kalau setiap yang ada dibumi ini diciptakan berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada laki-laki ada perempuan, begitu juga dengan pertemuan. Ada pertemuan tentunya juga ada perpisahan. Lagu Mencintai Kehilangannya Ananditodwis ini bercerita tentang seorang perempuan dan laki-laki yang harus rela kehilangan cinta demi impian dan demi ridho Allah. Iya, ceritanya memang klasik banget, dan udah biasa banget dikehidupan sehari-hari. Lanjutkan membaca “Untukmu yang Masih Belum Bisa Move On”

Hijab Syar’i? Ini Pengalaman Pertama Saya Memakai Hijab Syar’i :)

Tik tok tik tok.. rasanya hari ini lamaaaaa dan membosankan sekali. Iya dihari minggu ini saya hanya dikost-an aja nggak ngapa-ngapain. Nah, ini tadi niatnya mau ngerjain Bab 3, eh nggak taunya hujan deres banget. Eh, emang ada pengaruhnya hujan sama ngerjain bab 3? Jelas dong ada, hujan gini enaknya buat nulis, bergalau ria, atau tidur nyenyak. Nah, saya milih buat nulis aja. Lho bisa nulis blog tapi kenapa ngga bisa nulis bab 3? Hahaha..bukan ngga bisa, tapi ini lagi pengen nulis bangeet mumpung pas hujan juga :D. Duduk dipojokan dekat jendela, lihat air hujan dan dengerin suara hujan. Perfect!

Oiyaaa.. kali ini ditulisan saya yang “ala-ala” ini saya ingin bercerita sedikit tentang hijab syar’i. Iya, hijab syar’i yang panjang lebar itu lho. Hijab panjang lebar? So what?. Lanjutkan membaca “Hijab Syar’i? Ini Pengalaman Pertama Saya Memakai Hijab Syar’i :)”

Hello Juni :)

Hallo Juni ! Wah, tidak terasa sudah tahun 2015 ini sudah memasuki bulan keenam. Tuhuh belas hari lagi kita akan berjumpa dengan Ramadhan, Alhamdulillah. Wahh.. sudah puasa lagi, rasanya baru kemarin deh puasa, sekarang udah mau puasa lagi hihi. Waktu berjalan dengan sangat cepat. Oke, diawal bulan Juni ini saya mau sedikit flashback apa aja yang udah saya alami selama setengah tahun ini. Pokoknya tahun 2015 ini wonderfull banget, banyak banget pengalaman baru yang saya dapatkan. Cerita dimulai ketika awal tahun 2015 saya memutuskan untuk “berhijrah” menjadi pribadi yang lebih baik. Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan #BeraniBerhijrah. Allah pertemukan saya dengan dr. Gamal Albinsaid disalah satu seminar beliau yang saya hadiri. Allah pertemukan saya dengan Ustadz Muhammad Maliki yang membuat saya semakin galau akan jodoh hehehe.

“Semakin banyak kita ketemu dengan orang –orang baru, semakin banyak pula pengetahuan dan pengalaman kita”

Yap.. tahun 2015 ini saya banyak bertemu dengan orang-orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Saya memulainya di #BB. Disana saya belajar tentang banyak hal, mulai dari pelajaran agama, belajar berorganisasi, belajar bertanggung jawab, belajar menulis, belajar menghargai pendapat orang lain, belajar ikhlas dan sabar, sampai belajar gimana biar tampil cantik hehehe (di #BB mbak-mbaknya cantik-cantik oey.. :D). Namanya juga belajar jadi wajar kalau banyak salah sana sini. Dilingkungan baru dan dengan orang-orang baru. TANTANGAN! Di #BB sangat luar biasa sekali. Dari sana saya belajar untuk bertahan ditengah lingkungan yang baru dan orang-orang baru meskipun untuk bertahan itu bukan hal yang mudah. Bagaikan ikan yang dipaksa tinggal dilapangan sepak bola. KLAGEPAN. Saya menemukan fakta bahwa selalu ada saja hal-hal #BULLSHIT didalam hidup ini hahaha. Dan alhamdulillah nya dari yang bullshit-bullshit itu saya banyak belajar, terutama belajar ikhlas dan sabar.

Dulu saya bertanya-tanya kenapa Allah mempertemukan saya dengan banyak orang yang menurut saya “keren dan wow”. Dan sekarang akhirnya saya menemukan jawabannya. Sepertinya Allah ingin menunjukkan pada saya bahwa dunia ini tidak seindah dan seramah yang kamu pikirkan, tapi juga tidak se-neraka yang kamu bayangkan.  Allah juga ingin menunjukkan pada saya bahwa setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan sehingga setiap dari kita dilarang untuk saling iri. Kini saya belajar untuk semakin tenang dalam setiap hal, dan tidak terburu-buru untuk sesuatu yang tidak dibawa mati.

HELLO JUNI ! SAYA SIAP UNTUK SUKSES!

Chaos and Order

Ehm.. ini adalah tulisan saya entah yang keberapa kalinya yang tgagal upload ke blog hehe :D. Oke, baiklah tulisan saya kali ini singkat saya supaya nanti pas tulisan jadi nggak bingung negit lagi karena kepanjangan hehe :D. Judul tulisannya Chaos and Order. Sesuatu yang tertata dan sesuatu yang berantakan? Apa maksudnya coba? Tenang-tenang, tulisan saya ini adalah adalah cara untuk mengatasi kebosanan akut yang melanda saya akhir-akhir ini. Hayoo.. siapa yang gak pernha merasa bosan? Ya, saya berani jamin kalau setiap manusia yang normal pasti pernah merasakan yang namanya bosan.

Yap.. saya sedang bosan sekali dengan rutinitas yang hanya itu-itu saja. Rutinitas yang selalu tidak jauh dari skripsi. Rupaya rasa bosan itu menyiksa banget ya. Bikin orang kehilangan semangat. Bikin apa-apa serba salah, sampe ibu penjual penyetan depan kos jadi di katain jahat karena nggak ditanya mau sambel apa, pokoknya bosan itu bikin mood rusak seharian. Nah, kalau kebanyakan orang menghilangkan rasa bosannya dengan pergi liburan dan bersenang-senang, tapi itu Cuma berlaku buat mereka yang punya duit. Terus yang gak punya duit? Ya wes, kamu sabaro. Parahnya , saya masuk kedalam golongan orang-orang yang “kamu sabaro” :D.

Selama dua minggu dikost sendirian, dan ga kemana-mana itu rasanya kayak orang yang lagi dipenjara. Nah.. gimana saya bisa mengatasi rasa bosan saya? sedangkan saya adalah kaum “kamu sabaro”, satu satunya cara ya tetap menjalani hari-hari yang kerjaannya itu-itu aja hehe. Nah, meskipun inti dari kegiatan saya sama, tapi saya berhasil keluar dari rasa bosan saya. Caranya? It’s so simple gaes. Saya merubah setiap detail kegiatan saya sehari-hari. Saya lakukan hal-hal yang tidak biasanya saya lakukan. Saya rubah sesuatu yang sudah ‘biasa’ itu menjadi sedikit ‘berantakan’ versi saya. Saya mulai merubah hal-hal yang kecil dulu. Misalnya saja saya mandi pagi tidak lebih dari jam 7 meskipun lagi gak kemana-mana, saya rubah urutan mandi saya (biasanya gosok gigi dulu baru pakai sabun dan sampo) nah itu saya balik urutannya. Jadi pakai sabun dan sampo dulu baru gosok gigi.

Hari-hari yang saya jalani terasa sangat membosankan sekali dan nggak ada gregetnya sama sekali. Saya lihat teman-teman disekitar hidupnya juga gitu-gitu aja. Sama kayak saya. Oke, berarti saya harus segera mencari jalan keluar dari rutinitas yang gak greget itu. Saya coba analisis apa aja sih yang membuat hidup saya gitu-gitu aja. Usia saya juga semakin bertambah, saya tidak ingin hanya hidup bahagia tapi tanpa makna. Oke, saya coba analisis hidup saya sendiri. Dan akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari zona ‘ORDER’ saya. Ke- CHAOS-an pertama yang saya buat adalah merubah hal-hal kecil seperti yang saya bilang diatas tadi.

Hasil analisis yang saya dapatkan dari bercermin sebanyak-banyaknya adalah ternyata saya nggak cantik-cantik amat. Hahaha Abaikan.! Jadi gini, penyebab hidup saya gitu-gitu adalah saya terlalu banyak menghabiskan waktu saya untuk hal-hal yang tidak penting. Skripsi yang masih mandek di Bab II, laporan kholas juga sering telat dan yang lain-lainnya deh pokoknya kadang seharian itu cuma mandangin layar hape. Buka socmed ini itu dari bangun tidur, dimanapun dan kapanmu. Well, ternyata salah satu penyebab terbesar hidup saya gitu-gitu aja adalah Socmed. Oke, baiklah demi hidup yang lebih normal, saya putuskan untuk meng-uninstal Path dan Instagram dari hape saya serta menutup akun facebook saya. Saya tidak ingin sok gimana-gimana ya, yang jelas saya ingin menjadi lebih baik.

Hari ini genap tiga hari saya hidup tanpa socmed apapun. Bodo amat deh dikata nggak keren nggak ngehits. Oiya, bagi pecandu socmed yang udah terbiasa membuka socmed sehari nggak buka socmed itu berat banget lho. Tapi, alhamdulillah tiga hari ini baik-baik saja dan saya merasa waktu 24jam yang diberikan Allah itu menjadi semakin panjang. Kalau bangun tidur, ngga ngecek-ngecek hape dulu, kalau lagi ngumpul bareng temen dicafe nggak bingung check in path, kalau ada foto keren dikit nggak bingung upload di instagram hahaha. SOK SOK AN banget sih jadi orang!. Iya, saya emang sok memikirkan masa depan saya sendiri. Masalah?

Oiya, CHAOS versi saya ini rupaya membawa dampak yang baik, terutama buat diri saya sendiri.  Saya punya lebih banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang saya sukai ya misalnya menulis blog dan nyicil menulis skripsi hehe. Saya jadi lebih punya banyak waktu untuk orang-orang yang saya cintai, dan karena ke-CHAOS-an saya ini saya mulai menemukan “diri saya kembali” haha. Oke , Oke , Oke baiklah. Saatnya untuk belajar serius dan kembali mengejar impian. Yeyes Yesss. Jadi ingat nih kata-kata super dari film 5cm.

“Kita yakin kita semua bisa, yang kita perlu sekarang cuma

kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya,

tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,

mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,

leher yang akan sering melihat keatas,

lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja,

hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,

serta mulut yang akan selalu berdoa,”  – 5CM.-