Gagal Move-on? Terjebak Masa Lalu?

ini dia penampakan cafe plus bus yang bikin saya gagal move-on :(
ini dia penampakan cafe plus bus yang bikin saya gagal move-on 😦

Tik took tik tokk , sudah jam berapa ini? Kenapa belum ngantuk. Suatu kejadian yang langka karena sampai dengan jam 12 malam mata saya belum menujukkan tanda-tanda mau merem. Hm.. baiklah semoga dengan menulis ini bisa bikin ngantuk ya hehe :D. Mungkin ketidak-ngantuk-an saya ini disebabkan karena saya tadi minum kopi pas nongkrong cantik bareng Fifin, Anila, dan Lingga. Atau bisa juga karena saya terjebak masa lalu dan gagal move-on karena nongkrong di tempat yang ga tepat. Ya Allah 😦 .

Baiklah, saya akui dua hari ini saya sedang mersakan rindu pada seseorang. Tapi perasaan itu rupaya oleh otak saya selalu ditolak, tapi hati selalu membenarkan. Oke Fix, tema tulisan malam ini adalah GALAU dan GAGAL MOVE-ON pemirsah :D. Awalnya sih ga niat nge-gaul bareng Fifin dkk karena saya sudah janjian sama teman-teman #BeraniBerhijah untuk bantuin persiapan pengajian besok. Nah , berhubung ga ada yang dikerjain akhirnya saya terima tuh tawaran nongkrong cantik hahaha. Setelah beres di #BeraniBerhijrah saya langsung cusss ketempat Fifin dkk, yaitu di JW Cafe. Btw, JW Cafe itu tempatnya dipinggir jalan dekat perempatan lampu merah. Tiap lampu merah pasti banyak kendaraan yang berhenti tepat didepan JW.

Sepuluh menit dua puluh menit, it’s Oke. Bercanda sana-sini bareng Fifin dkk. Tapi lama-lama makin ngga enak tuh suasananya. Posisi tempat duduk saya dkk yang pas ngadep jalan makin menambah suasan makin galau. Gimana enggak galau, tiap selang beberapa menit gitu ada banyak kendaraan yang berhenti tepat didepan kami. Nggak masalah sih banyak kendaraan yang berhenti, toh itu memang lampu merah justru jadi masalah kalau nggak berhenti. Tapi eh tapi entah kenapa malam ini banyak sekali bus yang berhenti disitu. Dan kamu tahu bus apa itu? Bus harapan jaya pemirsahhhhh T____T. So what? *ngomongnya ala pak anang*.

Ngeliat bus harapan jaya berhenti didepan mata itu  rasanya….. Awwwwww rasanya #nyirrrr banget dihati. Rasanya pengen naik biar bisa sampai Surabaya. Bus harapan jaya ini memang banyak banget menyimpang kenangan. Walaupun badan saya ada bersama dengan teman-teman saya tapi hati dan pikiran saya ada pada orang lain. Bus Harapan Jaya jurusan Kediri-Surabaya yang berhenti dilampu merah depan JW ini telah berhasil membawa saya pada kenangan dengan seseorang dimasa lalu. Bus Harapan Jaya ini yang jadi saksi perjuangan cinta kami selama lebih dari 2 tahun LDR Kediri-Surabaya. Waktu ada bus berhenti yang drai Surabaya, saya kembali pada kenangan dimana ketika saya menjemput dia. Selalu ada senyumnya dan senyum dibibir saya ketika dia turun dari bus.

Entah kapan lagi saya bisa melihat senyum itu lagi. Entah kapan lagi bisa bertemu dengan orang yang rela nungguin saya dihalte pas hujan deras karena saya telat jemput. Entah kapan lagi saya bisa bertemu dengan orang yang rela berdiri dari Kediri-Surabaya atau sebaliknya hanya supaya bisa malam mingguan. Kini , setelah tidak lagi bersama ada rindu yang teramat. Ada ruang yang kosong, ada langkah yang tidak sempurna. Namun, saya yakin dibalik perpisahan selalu akan pertemuan yang baru J *alah kok jadi lebay*. Banyak yang bilang kenapa pisah, kenapa udahan, kan sayang banget. Sayang? Iya Sayang. Kalau ditanya apakah sudah tidak saling sayang? Maka baik saya maupun dia pasti akan berkata “Kami masih saling menyayangi”. Lalu kenapa berpisah? Seseorang pernah berkata pada saya waktu itu.

“Bagaimana bisa kamu mencintai makhluknya, tapi kamu lupa untuk mencintai yang menciptakan?” — Mbak Gi —

Yap… kata-kata mbak Gi emang nancep banget dihati.

“Allah itu pencemburu, jadi gimana bisa kamu mencintai makhluk-Nya melebihi dari penciptanya? Ingatlah hatinya itu bukan miliknya, jadi mintalah pada Allah sang pemilik hatinya”               

     — Mbak Gi —

Ketika banyak orang yang mempertanyakan alasan kami berpisah, maka cukuplah Allah yang menjadi alasan pertemuan dan perpisahan kami . Cukuplah Allah yang menjadi satu-satunya alasan pertemuan dan perpisahan kami. Allah sebaik-baiknya penjaga, maka bila raga tak saling bertemu cukuplah doa yang saling menyapa. Allah..Allah..Allah cukuplah Allah saja 🙂 . Percayalah bahwa cinta yang sesungguhnya hanya bisa didapat dengan jalan pernikahan 🙂 .

“Semuanya dimulai dari melepaskan. Dimulai dari melepaskan cintanya, dan berharap menggenggam cinta-NYA”

“Cintailah Allah, niscaya Allah akan hadiahkan seseorang yang mencintaiNya untukmu     – Ibnu Qayyim Al-Jauziyah —  

 Selamat Malam para perindu :). Bubuk nyenyak ya mbloo 😀 :D.

 Ingat, sebelum kamu mencintai orang lain, maka cintailah Allah dan dirimu dahulu, baru engkau dapat mencintai yang lain dengan sempurna — Desi —

Jatuh Bangun Belajar Menjadi Baik- Hijrah Cinta Part I-

Malang !! Ehmm.. sebelumnya tidak pernah terpikir atau sekedar terlintas dipikiran saya untuk tinggal di kota Malang. Tapi kenyataannya takdir yang membawa saya untuk tinggal di Malang (sementara) untuk menyelesaikan kuliah saya. Sudah satu bulan ini saya tinggal di Malang, tinggal di kost yang kata teman-teman saya mirip labirin karena saking banyaknya kamar dan tempatnya yang sempit berkelok-kelok hahaha :D. Sampai sekarang saya tidak menyangka kalau mimpi saya kuliah diluar kota dapat tercapai, ya meskipun bukan di Surabaya. Dulu impiannya kuliahnya di Surabaya, eh ga taunya malah nyasar di Malang 😀

“Let dream and fate takes me where I belong”

Ya, biarkan mimpi dan takdir yang menentukan dimana seharusnya saya berada. Kepindahan saya ke Malang ini saya anggap paket komplit. Kenapa paket komplit ? karena moment ini yang pindah bukan hanya kamar saya, tapi juga hati. Eciyalaaaah, maksudnya apa nih? 😛 . Inilah adalah perjalanan hijrah terkece dalam hidup saya. HIJRAH? Iya berhijrah. Saya ingin berhijrah menjadi manusia yang lebih baik. Nah, kebetulan banget nih pas tahun baru, sekalian pindahan ke Malang. Bener-bener paket komplit. Alhamdulillah, ALLAH rupanya masih sayang sama saya, sehingga IA berikan kesempatan pada saya untuk berhijrah menjadi baik.

“kalau mau mendapatkan sesuatu , harus rela kehilangan sesuatu yang lain”

Ya, saya akui perjalanan hijrah saya ini dimulai saat saya kehilangan sesuatu yang amat saya cintai. Kehilangan sesuatu yang amat kita cintai itu ternyata sakit pemirsah. Nah, dimasa galau, dimasa “nggak terima” ini saya sadar kalau ini sebenarnya teguran buat saya dari ALLAH. Sampai pada suatu hari, saya kepoin twitternya Dokter Gamal Albinsaid saya nemu twittnya tentang #PemudaSubuh #PejuangSubuh. Dari situlah saya tergerak untuk mencoba bangun sebelum subuh, jangan sampai solat subuhnya kesiangan. Sebelumnya saya selalu malas bangun pagi, jadi subuhnya mepet-mepet sama terbitnya matahari, astaghfirullah. Dari mencoba sholat subuh diawal waktu itu banyak keajaiban-keajaiban yang saya temui.

Rasanya ada suatu kekuatan yang menggerakkan saya untuk terus belajar jadi baik. Saya semakin mencintai subuh, berusaha untuk melek meskipun mata ngantuk di jam 4 pagi. tidak berhenti sampai disitu, twiit dr. Gamal itu itu juga yang membawa saya untuk mempelajari amalan yang lainnya diwaktu subuh. Salah satunya adalah dengan menambah dua rokaat sebelum sholat subuh yaitu sholat fajar/qobliyah subuh. Dari situ juga selalu muncul keinginan-keinginan yang lain untuk terus berhijrah menjadi baik. Dimulai dari belajar istiqomah membaca al-quran hingga belajar pakai rok kalau kemana-kemana. Saya sadar dan paham betul perlajanan behijrah saya ini sangat berat. Beruntung karena ada banyak media yang bisa saya gunakan untuk belajar, salah satunya instagram haha.

Kalau dari twitter dr. Gamal saya dapat hidayah untuk berhijrah, maka dari instagram saya bisa tergabung dalam komunitas #BeraniBerhijrah. Rasanya ajaib gitu bisa nemu komunitas yang pas banget. Pas banget buat yang mau berhijrah seperti saya, begitu masuk komunitas itu ternyata orang-orang yang didalamnya juga sama kayak saya. Waaaaaaww… ini seperti mimpi. Suatu kebetulan yang sampai sekarang belum bisa saya percaya hehe :D. Semoga Allah memudahkan jalan saya dan jalan orang-orang yang ingin berhijrah menjadi baik :).

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” QS.An-Nisa: 100

Inilah perjalanan dalam hidup saya , dalam usia 23 tahun, diawal tahun 2015. Bismillah, perjalanan hijrah ini saya sebut ” HIJRAH CINTA” . Hijrah Cinta ini adalah bentuk cintanya Allah pada saya, dan bentuk upaya saya untuk mencintai-NYA diatas segala-galanya 🙂 . Semoga Allah memberi kekuatan pada saya untuk terus istiqomah dan semakin menjadi baik. Amiin 🙂 #beraniberhijrah #pemudasubuh #pejuangsubuh

bersambung….

Catatan Hati Seorang Mahasiswa Tingkat Akhir , Antara Malang-Kediri ada Cinta Luar Biasa!

Entah apa lagi yang mampu saya katakan kecuali TERIMAKASIH. Sungguh akhir-akhir ini saya lihat dengan mata kepala saya sendiri betapa ajaibnya sesuatu yang disebut CINTA itu. Cinta yang mampu merubah sakit jadi sehat, merubah tangis menjadi tawa, merubah benci menjadi cinta. Sepertinya saya sedang diajari untuk mengerti apa itu CINTA. Cinta yang sungguh sangat menyejukkan. Jika selama ini saya abaikan banyak cinta hanya untuk satu cinta, maka sekarang saya lepaskan satu cinta untuk banyak cinta.

Cerita dimulai saat saya bimbingan laporan magang, disitu saya dapati cinta dosen-dosen kepada kami mahasiswanya. Dibalik hectic-nya laporan magang , saya sadari bahwa sebenarnya para dosen saya itu sayang sekali pada kami mahasiswanya, hanya saja kami yang kurang tau diri. Saat laporan magang saya rasakan beratnya bolak-balik Kediri-Malang untuk bimbingan. Ketika sampai Malang saya rasakan betul cinta dosen-dosen yang pernah mengajar di Kediri begitu besar pada kami mahasiswa Kediri melalui perhatian-perhatian mereka. Beliau (para dosen-) selalu menyambut hangat kedatangan kami di Malang, beda sekali dengan kami yang kadang mengabaikan dosen saat dikelas (hehe maaf ya Pak, maaf ya Bu).

Namun itu semua tidak bisa digeneralisir sih, setidaknya itulah yang saya rasakan. Bahkan suatu waktu  saat saya bimbingan ke Malang , salah satu dosen ketika melihat saya dan teman-teman duduk glosoran didepan ruang dosen menyambut kami dengan senyumnya yang sungguh mampu menghilangkan capek saya. Ada lagi dosen yang sampai memeluk saya dan menyemangati saya (sungguh beliau layaknya ibu saya yang mampu menghapus ketakutan saya) –ketika menulis ini rasanya ingin sekali memeluk beliau dan berkata “Terimakasih Bu, karena selalu mampu membuat saya merasa aman, merasa tenang”. Mungkin karena dari kecil saya  jauh dari Ibu, jadi ketika diperlakukan seperti itu ada rasa yang sulit dijelaskan. Terharu. Bahagia. Terimakasih Bu :).

Semua dosen yang pernah mengajar di Kediri khususnya angkatan saya adalah orang-orang hebat. Mungkin dulu saya berpikiran bahwa dosen mengajar itu sudah menjadi kewajibannya, tapi setelah merasakan sendiri beratnya bolak-balik Kediri-Malang saya menjadi tahu kalau bukan hanya kewajiban saja tapi ada CINTA yang luar biasa untuk kami. Mereka datang ke Kediri karena mereka mencintai kami. Ingin yang terbaik untuk kami. Belum lagi dosen PA kami yang super sekali, kalau kata saya dan teman-teman sih beliau ini Cetar Badai kerennya. Masyallah , sungguh tidak ada kata lain kecuali TERIMAKASIH untuk para dosen saya.

Sebagai mahasiswa tentunya saya tidak lepas dari rasa sebal ketika mendapatkan nilai jelek haha. Namun rasa sebal itu berubah menjadi rasa menyesal ketika saya keluar ruang ujian dilantai 2 Gedung B, kamis kemarin. Menyesal kenapa saya baru menyadari bahwa ternyata dibalik nilai yang diberikan dosen kepada saya terselip pesan untuk saya. Apapun itu saya yakin bahwa setiap dosen ingin yang terbaik untuk mahasiswanya. Sungguh ujian magang  kemarin Kamis , membuat saya sadar bahwa ada banyak cinta untuk saya . Cinta yang dulu saya abaikan. Cintanya dosen, cintanya teman-teman saya. *rasanya pengen nangis*

Bismillah, setelah ini saya dan teman-teman akan menempuh skripsi. Tentunya akan lebih banyak berinteraksi dengan dosen khususnya dosen pembimbing. Inilah saatnya untuk menunjukkan CINTA yang sesungguhnya. Dengan cara apa? Saya rasa tidak ada yang lain kecuali menjadi mahasiswa yang baik sesuai kemampuan masing-masing. Layaknya orang tua yang berharap anaknya menjadi orang sukses, begitu juga dengan dosen yang juga menginginkan kesuksesan anak didiknya. Sungguh rasanya menyesal karena dulu pernah mengabaikan mereka.

Maafkanlah saya Bapak Ibu Dosen, maaf saya Bandel. Terimakasih karena CINTA yang luar biasa untuk kami, kami bisa menempuh bagian terakhir dari kuliah kami. Untuk semua capek ketika harus mengajar kami di Kediri. Untuk semua nasehat demi masa depan kami. Ujian yang sesungguhnya bukan saat kami kami didalam kampus, tapi ketika kami keluar dari kampus. Ada campur tanganmu dibalik kesuksesan kami kelak. Terimakasih, Terimakasih, Terimakasih Bapak Ibu Dosen.

Ditulis setelah subuh di Kediri untuk dosen tercinta 🙂

Yudha E. Desiani , 16 November 2014

Persiapan Pernikahan Part II

Keisengan saya post buku yang saya baca, jadi rame hihii
Keisengan saya post buku yang saya baca, jadi rame hihii

“Aww.. Mbak Desi mau nikah, jangan lupa undangannya Mbak”

Saya hanya senyum-senyum aja baca chat dari seorang temen. Mungkin gara-gara tulisan saya sebelum ini tentang Persiapan Pernikahan Part I, dan beberapa status yang saya pasang disosial media saya teman-teman mengira saya akan menikah dalam waktu dekat ini. Ya, ya saya memang akan menikah tapi tidak sekarang (Tanggalnya masih rahasia dong 😛 ) , hanya saya saat ini sedang mempersiapkan segalanya.

Oke baiklah, bicara tentang menikah. Ehmm.. saya sendiri belum begitu mengerti tentang pernikahan. Saya hanya tahu kalau orang menikah itu berarti keduanya saling mencintai dan mereka akan hidup bahagia selama-lamanya (hanya ada di cinderella), kenyataannya tentu tidak seperti itu. Kenyataan yang saya lihat dan saya dengar dari beberapa orang yang sudah menikah, mereka bilang menikah itu ga segampang itu. Ada banyak ujian yang harus dihadapi, mulai masalah ekonomi hingga masalah sulitnya menyatukan dua kepala menjadi satu pemikiran.

Well, setidaknya sebelum menikah saya harus benar-benar mempersiapkan segalanya. Tidak hanya persiapan untuk pesta sehari semalam tapi untuk hidup selamanya, karena hidup hanya sekali dan menikahpun hanya sekali ,Amiin. Kemarin saya membaca buku judulnya “Sebelum aku menjadi Istrimu”. Buku itu sukses bikin saya nangis dipojokan. Salah satu babnya ada yang bahas tentang Bidadari Surga. Pokoknya bahasanya #Jleeep banget deh. Intinya , bila kita menyakiti hati suami kita bidadari surga tuh ga segan buat mendoakan jelek buat dan dia berusaha ngrebut suami kita. Tuh, kan sadis banget ga sih?

Tapi tenang, bidadari-bidadari surga itu masih bisa dikalahkan oleh kita-kita ini. Syaratnya cuma satu yaitu jadilah istri sholehah. Nah gimana jadi istri sholehah kalau masih begini-begini aja kerjaannya. Masih banyak baca status di sosial media daripada baca Quran, masih suka beli makan diluar daripada belajar masak sendiri dirumah. Gimana nanti kalau udah jadi istri? Bisa-bisa jadi dagelan didepan suami. Pengennya dapet suami baik nan sholeh, tapi sendirinya nggak mau memperbaiki diri. Elaaahhh ya mana bisa?

Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk bersaing dengan para bidadari-bidadari itu. Doakan saya ya! Oke, kembali lagi pada persiapan menikah. Bisa dikatakan persiapan saya saat ini masih dibawah 10%. Waaaa.. masih jauh banget. Jadi kapan rencananya nikah? Jujur itu masih rahasia, tapi saya pasti akan menikah. Saat ini saya mempersiapkan diri saya sendiri dulu. Menjadi lebih baik, menjadi calon istri sholehah, dan Calon ibu Juara bagi anak-anak saya nanti.

“ entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi Ibu. Ibu-Ibu yang cerdas akan menghasilkan anak yang cerdas”

— Dian Sastro

Persiapan yang pertama adalah pendidikan. Ya seperti yang dikatakan artis favorit saya Dian Sastro. Seorang wanita harus berpendidikan tinggi , meskipun nantinya  hanya akan menjadi ibu rumah tangga. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan  saya disebuah Unversitas Negeri di Malang. Setidaknya dari kampus ini saya banyak belajar, dan kelak bisa saya ajarkan kepada anak saya. Dengan pendidikan seseorang akan kaya ilmu, tidak hanya sekedar ilmu dibidang akademik tapi juga ilmu non akademik.

Seorang Ibu, adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Jadi kecerdasan seorang anak sangat ditentukan oleh kecerdasan ibu (setau saya sih gitu ya). Jadi untuk menjadi ibu yang cerdas, saya juga harus menjadi cerdas. Mungkin selama ini, saya masih males-malesan kuliahnya tapi setelah ada niatan menikah saya mulai rajin sekali (rajin ngerjain laporan dan yah sesekali baca buku 😛 ).

Oke baiklah, masih banyak yang harus persiapkan untuk menuju hari bahagia itu. Untuk sementara target terdekat adalah LULUS. Menjadi seorang Sarjana Ilmu Komunikasi, Ini juga merupakan bagian dari persiapan pernikahan lho hehe. Menikah kan ga hanya butuh cinta, tapi juga modal. Modal untuk sewa gedung, modal untuk catering, modal untuk hidup sehari-hari, dan tentunya modal saling percaya dan cinta sama pasangan heheuehue.

Jadi Ingat kata-kata seorang temen. “Kita tuh harus punya nilai lebih yang harus bisa dibanggakan. Calon mertua pasti seneng kalau punya mantu yang bisa dibanggakan” – Grace — . Bener juga sih, apalagi kalau punya mantu yang pinter ,cerdas, cantik dan sholehah. Hayoo, ibu mana yang ga ngizinin anaknya menikahi wanita yang pinter,cerdas, cantik dan sholehah? Pinter dan cerdas hanya bisa didapat dari pendidikan, sedangkan cantik bisa didapat dimana saja (kalau hanya cantik fisik) asal punya duit, dan yang terakhir sholehah. Ehmm untuk poin yang terakhir saya nggak tahu dapatnya darimana, karena saya sedang belajar untuk menemukan jalan untuk itu. Semoga ALLAH senantia menujukkan jalan lurusNYA J .

“Terus memperbaiki diri dan memantaskan diri untuk orang yang akan bersama kita hingga JannahNya. Insyallah”

Hallo, Selamat Pagi!

Hallo Selamat Pagi

Pagi ini saya awali dengan sangat semangat, entah kenapa semua pekerjaan rumah seperti menyapu, cuci piring dan cuci baju sudah selesai sejak pukul 6 pagi tadi, bahkan pagi ini saya juga pergi kepasar untuk belanja. RAJIN SEKALI! Entahlah kesambet apa saya pagi ini hingga begitu rajin, mulai dari bangun pagi lalu bersih-bersih sampai akhirnya sekarang udah nggak ada kerjaan. Sebenarnya saya terbiasa bangun  pagi dan bersih-bersih rumah sejak saya masih duduk di bangku SMP. Saya sudah diajari mandiri sejak kecil (meskipun masih setengah-setengah sih 😀 ), tapi semenjak masuk kuliah untuk urusan bangun pagi  jadi rada susah (ini sih namanya kemunduran ya hehe). Saya seringkali sholat subuh diakhir waktu, udah mepet-mepet jam 5 begitu. Apalagi pas ngekost waktu magang, bisa subuhan jam setengah 6 whoooaaaaa sungguh jelek dan rugi.

Hidup dikost semakin membuat saya males, dasarnya sudah males jadi makin males karena dikost itu ibarat hidup dialam bebas, nggak ada yang mau teriak-teriak kalau jam 5 belum bangun hihii. Selama hampir dua bulan, saya merasa hidup tapi berasa nggak hidup. Kadang kalau saya mengeluh ditempat magang karena tas saya berat, teman saya nyeletuk “Lo, sih kebanyakan dosa itu” begitu kata temen saya. Dia emang asli orang tangerang , ya masih deketlah sama Jakarta jadi kalau ngomong ceplas ceplos. Hmm.. saya baru nyadar sekarang bisa jadi yang dibilang teman saya benar. Kebanyakan dosa! Iya iya, banyak dosa banget dan ga beraturan hidup di kost. Tapi bukan berarti hidup dikost itu ngga baik, dimanapun tempatnya tergantung orangnya, kalau dasarnya males kayak saya , ya pasti makin menjadi malesnya kalau di kost.

Ibarat kuda yang dilepas dari kandang setelah bertahun-tahun dikurung dikandang maka begitu bebas akan lari sekencang-kencangnya. Begitupun saya, hidup serba enak dan semaunya sendiri, mau tiduran sembaranga ya gak masalah, mau nggak mandi seharian ya monggo, mau pergi dan pulang tengah malam pun oke. Untung saja saya masih punya perasaan, maka meskipun saya bermalas-malasan tapi untuk tujuan utama saya alhamdulilah tidak terbengkalai dan berjalanan sangat lancar. Seseorang pernah bilang kepada saya “Tujuanmu di Surabaya adalah untuk magang, untuk kepentingan pendidikanmu. Masalah hidup, masalah dolan itu mengkuti saja, yang penting tujuanmu tercapai dan tetap nomer satu”- Mas Nuri –

Nah sekarang setelah saya menyadari segala kesalahan saya, saya ingin berubah menjadi seseorang yang rajin hahaha. Tapi serius, sebentar lagi saya akan memasuki usia rawan dan galau tingkat kecamatan, galau kapan lulus sampai kapan nikah. Bicara tentang bangun pagi saya ingin kembali menghidupkan kebiasaan saya bangun pagi. Saya adalah orang yang sukanya kepo, nah tidak jarang dari ke-kepo-an saya ini saya mendapatkan suatu pelajaran. Hehe kepo nggak melulu harus mantan kan yang dikepoin atau kepo nggak penting. Nah , kebetulan saya tempatkan kepo ditempat yang baik dan benar wkwkwk.

Dari kepo-kepo facebook, twitter dan segala macamnya saya banyak belajar. Saya suka ngepoin orang-orang yang sukses, orang-orang yang mampu memberikan inspirasi bagi orang lain terutama saya :P. Nah baru-baru ini saya ngepoin twitter dr. Gamal, sebenarnya sudah lama sih , pas magang kemarin saya berencana mengangkat tentang Indonesia Medika dimana dr. Gamal sebagai CEO-nya untuk dimasukan diprogram J-News. Dari kepo itu saya dapatkan kultweet tentang #PEMUDASUBUH. Sumpah deh itu orang keren banget!! Dari itu saya merasa kalau hidup saya kok Cuma gitu-gitu aja ya. Hidup kok enak banget, padahal kalau mau banyak hal yang bisa saya kerjakan. Seperti hari, diawali hal kecil dengan bangun pagi dan saya merasa lebih bahagia hari ini hehehe. Masih jam segini , masih jam 9 dan ternyata saya bisa melakukan banyak hal.

Semoga nggak hanya hari ini saya kesambet rajin nya, semoga bisa setiap hari. Meskipun sebagai muslim saya diwajibkan sholat subuh, tapi kadang setelah subuh tidur lagi hihii. Saya ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, baik pada Tuhannya, baik pada sesama dan baik kepada diri sendiri. Biarlah setiap lembar tulisan saya ini menjadi saksi perubahan saya, hijrah menjadi lebih baik. Kelak ketika saya memilik anak, anak saya bisa membaca tulisan ibunya, catatan hidup ibunya. Bagaimana jatuh bangun hidup ibunya hihii 🙂

Happy New Year :)

Tidak terasa sudah akhir tahun 2012. Tahun ini adalah tahun yang paling cepat rasanya. Rasanya baru kemarin tahun baru , tapi besok sudah tahun baru lagi. Time running out so fast . tahun ini adalah tahun yang istimewa menurut saya. Tahun yang paling banyak dibicarakan , karena menurut isu yang berkembang di masyarakat tahun ini akan terjadi kiamat. Bahkan di media ramai sekali isu kiamat ini, apalagi pada saat memasuki bulan desember. Menurut ramalan suku maya tanggal 20 desember 2012 akan kiamat. Tapi hingga dipenghujung tahun, tidak terjadi apa-apa dan baik-baik saja. Tidak ada satupun yang bisa mengetahui kiamat , karena kiamat adalah rahasia ALLAH. Hanya yang berKUASA yang maha mengetahui.
Tahun ini juga, saya tidak lagi sendiri karena sudah ada mas e, yang menemani saya. Perkenalan saya dengan mas e, diawal tahun menjadi kisah yang teramat indah hingga saat ini dan seterusnya amiin  . dalam hal akademik saya lumayan baik dan harus lebih baik di tahun 2013.
Tahun 2012 juga sangat spesial , karena tahun ini adalah tahun kabisat dimana bulan februari sampai tanggal 29. Ditanggal itu saya dan mas Nuri membuat suatu kenangan manis yang 4 tahun kelak dapat kami ingat dan kami rayakan lagi saat menemui tahun kabisat lagi.
Hari ini adalah hari terakhir ditahun 2012, beberapa jam lagi kita akan meninggalkan tahun 2012 dan menyambut tahun baru , tahun 2013 yang lebih baik. Banyak target saya ditahun 2012 yang belum terpenuhi. Begitu banyak wishlist yang tidak tercapai, setelah saya evaluasi ternyata kesalahan ada pada diri saya sendiri. Displin !! ya, saya rasa faktor utama tidak tercapainya target saya adalah saya kurang displin dengan impian-impian saya. Ditahun ini saya ingin benar-benar displin dalam meraih cita-cita saya. Saya ingin semua target dan mimpi-mimpi saya ditahun 2013 tercapai. Minimal 90% tercapai.
Here my wish list : 
1. Being the best than past
2. Ibadahnya lebih rajin lagi lebih mendekatkan diri pada Allah
3. Dalam satu tahun minimal harus khatam al-quran satu kali
4. Puasa senin kamisnya tambah rajin
5. Bermanfaat untuk orang banyak
6. Lebih berprestasi dikampus, aktif dikelas dan mendapat ip min. 3.50
7. Menguasai tenses
8. Bahasa inggris harus lebih baik lagi
9. Membuat pasport
10. One day one article
11. Merealisasikan komunitas peduli anak jalanan
12. Mendaftar menjadi volunteer di organisasi yang bergerak dibidang sosial (nasional dan internasional
13. Pergi ke luar negeri
14. Bergabung di AIESEC
15. Bisa berenang
16. Bergabung di forum mahasiswa nasional dan internasional
17. Bisa main alat musik ex: gitar, piano
18. Menulis dan dimuat di media cetak
19. Fokus fokus fokus
20. menambah koneksi pertemanan : menambah teman min 10 dari luar negeri maupun nasional dan masih banyak lagi impian-impian saya yang ingin saya capai.

Resolusi ini bukanlah resolusi yang basi. Saya serius dengan impian-impian saya. Semoga semua impian saya dapat tercapai paling tidak dari wish list diatas 90% dapat tercapai. Amiin.
Sebenarnya untuk menjadi lebih baik tidak perlu menunggu tahun baru. Setiap hari kita bisa menjadi lebih baik kalau kita mau. Hal terpenting adalah niat dan keseriusan unuk mencapai semua target dan mimpi-mimpi. Semuanya akan percuma bila hanya sebatas ucapan , harapan dan keinginan tanpa ada real act untuk menjadikannya nyata. Fokus dan displin adalah kunci agar semua target dapat terselesaikan sesuai deadline.
Yappsss….semoga tahun baru lebih baik. Tahun baru semangat baru 😀
#2013ACHIEVEMORE

unknown

Bila waktu bisa berputar kembali. Aku akan semakin terdesak. Aku benar-benar tidak mengetahui apapun. Benarkah? Benarkah aku tidak tahu, atau hanya pura-pura tidak tahu??

Aku berada pada titik terendah, dimana aku berpijak. Akumulasi kesepian kian mencapai titik tertinggi. Sedangkan kekecewaan menari-nari dihati yang abu-abu.

Tak berwarna, dan hanya ada abu-abu. Dimanakah pelangi itu? Ingin rasanya aku mengambil sedikit warna darinya. Dimanakah bintang itu? Ingin, ku minta sinarnya untuk kutempatkan dihatiku.

Sinar matahari mulai terasa memanggang bumi. Sinarnya yang berwarna kuning keemasan tiada henti menghangati seluruh penjuru. Langit cerah, dan angin bertiup perlahan. Tapi , kenapa aku tetap diam, tak sedikitpun bergeming. Suasana sejuk ini justru menyesakkan dada, hati mendidih terbakar amarah, kecewa dan penyesalan. Tiupan angin semilir justru semakin membuat hati bergemuruh.

Inilah kenyataan, suka tidak suka tetap harus suka. Sejenak kembali tertegun, suasana sepi kembali mengoyak hati, perang batin pun tak dapat di elak. Entah ‘my demon’ atau ‘my angel’ yang menang. Dan akupun berharap sang angel yang memenangkan hatiku.

Ingin sekali berteriak, mengerang, meronta, memaki dan mengumpat. Tapi, dan hanya tapi aku tidak bisa. Otak dan hatiku ingin melakukannya tapi jasmaniku seakan tak mengizinkannya. Lagi, lagi hanya dihati.

Hatiku sudah dipenuhi ribuan atau bahkan jutaan kata yang siap aku teriakkan. Tapi belum sempat kata itu keluar, kata-kataku tersangkut ditenggorokanku, hingga aku tak bisa berkata sepatah katapun. Bibirku kelu, terkunci rapat.

Ohh. .Tuhan. Aku tak ingin berdosa. Aku tak ingin mendustakan nikmatmu .
“maka nikmat Tuhanmu yang mana , yang kamu dustakan”. Begitu sabdamu dalam surat Ar Rahman. Dan tak hanya sekali engkau ucapkan, bahkan engkau mengulang-ulang nya. “maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan? (QS. Ar Rahman). Aku terus mengucapkannya, kala hati gundah, kala aku merasa tak adil. Sangat menentramkan jiwa,dan mampu meredam emosi kala hati ini penuh amarah

Ya, Tuhanku, jangan biarkan setan menarik sajadah kepatuhanku padamu,hingga membuatnya miring.
Suka · · Bagikan · Hapus