#DecemberRandom (1) : Suporter Juara

PhotoGrid_1417178767967
Bersama gadis bunga-bunga cerobong asap 😀

Hai, bulan desember 2015 akan segera berakhir kurang dari 15 hari. Ah, bulan Desember adalah bulan yang paling dapet feel romantisnya, identik sama gerimis dan romantis. Hmmm.. karena saya sangat suka sama bulan Desember, bukan hanya karena saya lahir bulan Desember tapi entah kenapa Desember selalu saja hadir dengan berbagai keunikannya. Dan untuk mengisi hari-hari terakhir dibulan Desember 2015 ini saya membuat project #DecemberRandom dan ini sekaligus pembukaan dari #prayfordecember2016. #DecemberRandom ini akan saya isi dengan tulisan-tulisan random yang isinya mungkin sedikit absurd dan ga penting banget (ya udah lah ya namanya juga random :D) .

Oke, baiklah #DecemberRandom pertama akan saya isi dengan tulisan saya tentang persahabatan. Duh , persahabatan? Tumben banget. Biasanya tulisan-tulisannya gak jauh-jauh dari cinta, jodoh dan patah hati hahaha. Tulisan ini saya persembahkan untuk sahabat-sahabat saya yang paling saya saya cintai (duh kalau mereka baca ini pasti pada naik ke angkasa raya merdeka wkwkk). Entah apa jadinya saya kalau Tuhan tidak mengirimkan makhluk-makhluk yang saya sebut teman, sahabat, atau apapun sebutannya. Memiliki sahabat adalah nikmat dari Tuhan yang harus sangat saya syukuri. Karena apalah aku ini tanpa mereka :D.

1445505756830
Gengs capcuss bala-bala 

Sahabat. Ya, bersama merekalah saya melalui banyak hal dan kadang menceritakan banyak hal. Mulai dari hal gila, konyol, menjijikan, sedih senang dan hal-hal absurd lainnya. Saya memang suka sekali bertemu dengan orang-orang baru dan mencoba hal-hal baru. Tapi untuk urusan sahabat saya tidak pernah berani untuk coba-coba. Dari beberapa sahabat sayang saya miliki , mereka hadir saling melengkapi dengan berbagai karakter unik yang ada dalam diri mereka. Mereka yang menjadi sahabat saya adalah manusia-manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang luar biasa. Dan bahkan kadang saya heran, kenapa mereka masih tetap bisa bertahan “hidup bersama” dengan orang seperti saya. Mereka bertahan karena sayang saya atau karena kasian sama saya?

Kadang hal-hal kecil yang mereka lakukan untuk saya bisa membuat saya meleleh dan mau nangis aja. Mereka hadir dengan berbagai keunikan dari diri mereka , dan mereka memiliki caranya tersendiri untuk mengekspresikan cintanya pada saya :P.  Ada manja, ada yang pendiam, ada yang hobinya bikin saya ketawa sampai nangis, ada yang kejawen saking kejawennya sampai kelewat sopan, ada yang kalau ngomong pedesnya kayak cabe rawit, ada yang suka nasehatin tapi harus dimarah-marahi dulu sayanya, ada yang alim banget sampe saya kadang sungkan kalau kebanyakan polah didepannya. Ya darimana asal mereka, apapun keunikan mereka, dan bagaimana karakter mereka saya tetap menyayangi dan mencintai mereka.

Dan sayangnya kadang saya tidak pandai dalam mengekspresikan cinta saya pada mereka. Kadang saya terlalu “semau gue” dan semena-mena sama mereka. Saya sering sekali cerewet tentang berbagai hal, bahkan hal-hal sepele pun. Dan hebatnya mereka yang sering sekali menerima omelan saya , enggak pernah marah dan tetap aja “nguwel-nguwel” saya hahaha. Jadi mereka ini diam aja karena takut sama saya atau karena mereka enggak punya pilihan lain?. Karena mereka takut kalau mereka ninggalin saya , saya akan gantung diri dipohon cabe. Sekali lagi, entahlah saya tidak tau jawabannya. Kadang saya juga mikir sih, apakah saya ini benar-benar sahabat yang baik untuk mereka. Kalau memang baik seharusnya saya tidak pernah menertawakan, ngomelin mereka kalau naruh barang disembarang tempat, seharusnya saya juga enggak menertawakan mereka ketika mereka melakukan kebodohan dan kekonyolan, tidak membuat mereka menangis atau setidaknya saya harus punya rasa sungkan ketika mereka tidur tidak mengganggu mereka dengan hobi nyapu saya.

Bagi saya, kehadiran mereka adalah sebuah kado terindah yang diberikan Tuhan dalam hidup saya. Mereka memang tidak terbungkus rapi dan berpita pink tapi mereka adalah kado terindah dan termanis yang pernah saya dapatkan dalam hidup ini. I love you so damn much gaesss, cinta-cintaku kesayangannya iing :* . Dan Mereka-mereka inilah suporter juara bagi saya setelah orang tua dan keluarga 🙂

PhotoGrid_1445508513687
hai ❤ 
IMG-20140829-WA0008
Nida Sahabatku dari kecil
IMG-20150731-WA0007
Abang Nidhom Si Ustadz Tebu Ireng, Suporter Juara
PhotoGrid_1431840444809
Gengs three angel jaman SMA
C360_2015-06-03-18-16-27-633
Si polos Anik Latifeh

Ada Apa di 24?

single-mom-bahagia-580x400

Life begin at 24!

            Usia 24 tahun. Ya inilah usia yang oleh orang-orang disebut usia dewasa. Usia yang pas untuk memulai berkarir secara profesional atau membangun kehidupan rumah tangga. Tapi bagaimana bila diawal usia 24 yang ada justru kembali ke “masa kecil” ?. Inilah yang saat ini sedang saya alami. Beberapa hari yang lalu, usia saya genap 24 tahun. Tidak terasa bahwa saya sudah hidup didunia yang penuh haha-hihi ini selama hampir seperempat abad. Memasuki usia 24 bukannya merasa lebih dewasa tapi saya malah merasa semakin kecil. Merasa sangat bodoh, karena ternyata banyak sekali yang belum saya ketahui, banyak sekali yang belum saya pelajari.

Bila Usia 23 tahun lalu, saya merasa banyak sekali perubahan yang terjadi dalam diri saya. Akan ada apa di 24 ini?. Jangan tanya lagi “Kapan Lulus kuliah?”, atau “Kapan kamu nikah?” saya sudah sangat bosan dengan dua pertanyaan ini. Oke, baiklah. Lalu apa yang kamu inginkan diusia 24 tahun ini? BELAJAR!. Iya, saya ingin mengisi usia 24 tahun ini dengan belajar tentang banyak hal. Entah itu belajar memasak, belajar agama, atau bahkan melanjutkan jenjang pendidikan saya. Hello, lulus juga belum tapi sudah mikirin mau sekolah dimana lagi – ___- . MAUNYA APA SIH? *ga bisa biasa*

Entahlah. Saya sendiri juga semakin bingung dengan diri sendiri. Maunya apa sih? Padahal juga udah bikin life mapping yang tinggal ngejalani aja. Tapi entah kenapa otak ini tidak kuasa memberikan perintah pada tubuh untuk segera action. Otak ini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan absurd yang entah harus nyari jawabannya dimana. Pikiran orang yang normal saat ini seharusnya saya segera menyelesaikan skripsi saya agar bisa segera sidang bulan depan. Lulus dan segera memulai berkarir atau menikah mengingat sekarang usia sudah 24 tahun. Tapi kenyataanya saya justru tidak menyentuh skripsi sama sekali hampir dua bulan ini. Tidak segera mencari data penelitian, atau sekedar baca buku untuk memperkuat data penelitian. Tapi apa yang justru saya kerjakan?

Pertama, sudah sebulanan ini saya asik dengan buku-buku yang sama sekali enggak ada hubungannya sama skripsi. Saya sedang asik dengan buku-buku pengembangan diri, seperti buku self driving –nya Rhenald Kasali dan semacamnya. Tidak hanya itu , selama sebulanan ini saya sibuk research kecil-kecilan dan mencari data untuk essay saya yang rencananya akan saya ikutkan dalam lomba essay nasional. Gila, tidak pandai mengatur waktu, tidak tahu prioritas dan bla bla. Harusnya waktu yang ada digunakan untuk menyelesaikan skripsi supaya segera menjadi sarjana. Entahlah. Nyatanya saya jauh lebih semangat untuk menyelesaikan essay saya ketimbang melanjutkan skripsi Bab 5. Life is a choice!

Kedua saat ini saya sedang sibuk dengan sekolah madrasah diniyah di pondok pesantren Lirboyo. Sekolah seperti ini harusnya sudah saya selesaikan 10 tahun yang lalu. Pelajaran di sekolah madrasah adalah pelajaran yang dulu pernah saya pelajari sewaktu kecil. Baca tulis huruf hijaiyah, baca tulis huruf pegon, mengulang ngaji dari abata, mengkaji kitab semacam Alala, hidayatus sibyan dll. Ini bukan waktunya mengulang gituan, terlalu jauh , terlalu lama dan kembali menjadi kecil diusia yang sudah dewasa. Kalau mau sekolah lagi seharusnya bukan sekolah yang seperti ini, harus sekelas dengan anak-anak umur 6-10 tahun?. Ini saatnya menata masa depan, bukan kembali mengulang masa lalu. Sekolah berarti juga harus taat peraturan. Menulis pelajaran, ikut tamrin setiap minggu, setoran ngaji, dan ikut ujian semester. Bukankah ini menyita banyak waktu?.

Saat tes masuk madrasah diniyah, Ustadzah nya menawari mau mulai darimana karena memang basic nya udah bisa ngaji cuma butuh benerin makhroj. Tapi saya justru dengan sangat percaya diri minta ditempatkan dikelas yang paling dasar, dan mulai ngaji dari jilid satu yang hanya abata. Ustadzahnya berkali-kali meyakinkan bahwa saya tidak harus mengulang dari awal, saya bisa masuk ditingkat yang setidaknya sudah ditengah-tengah. Tapi lagi-lagi saya dengan percaya diri minta mengulang dari awal. Keras kepala!. Dan belakangan baru saya ketahui bahwa untuk menyelesaikan sekolah Madrasah diniyah ini setidaknya butuh 6 tahun. AAAAK! Enam tahun lagi usia saya sudah 30 tahun! Once, life is a choice!.

“ Jadi mau sampai kapan kamu belajar? Mau sampai kapan calon jodohmu kamu suruh nunggu? Sekolah madin itu setidaknya butuh waktu 6 tahun”. – Nidhom –

Iya saya tahu. Saya juga sadar umur. Entah sudah berapa ratus kali pertanyaan “kapan lulus” dan “kapan nikah” ini mampir ditelinga saya. Awal usia 24 ini muncul banyak pertanyaan lain, hanya saja pertanyaan kali ini hanya mampu didengar oleh telinga saya sendiri.

“Kenapa saya dilahirkan didunia ini? ,  kenapa dalam keadaan seperti ini? , kenapa lahir dari keluarga ini? , kenapa saya bisa disini? , kemana takdir akan membawa saya?, mau jadi apa nanti? , dan segala macam pertanyaan lain yang semakin dicara jawabannya semakin enggak ngerti dan makin bingung”.

Apakah pikiran semacam ini juga dipikirkan oleh orang lain diluar sana yang seusia dengan saya?. Ah , saya rasa tidak. Setidaknya teman-teman disekitar saya tidak sepaham dan terus mempertanyakan mau saya ini apa?. Dan banyak diantara teman-teman saya yang berpikiran maju, misalnya mulai bekerja secara profesional, mengejar sidang bulan depan, melanjutkan S2, hingga mulai banyak yang menikah (fyi, satu bulan ini ada empat teman saya yang menikah pfffttt *dalam hati sih “aku kapan?” ). Tapi kenapa pikiran semacam itu justru tidak ada pada saya, apakah saya tidak normal atau tumbuh kembang saya yang terhambat? Entahlah.

Setiap malam sebelum tidur, saya selalu bertanya pada diri saya sendiri. Sebenarnya maunya apa sih, kenapa bisa begini begitu dan bla bla. Pertanyaan yang tidak saya temukan jawabannya hingga saya terbangun dipagi hari bahkan hingga akan tidur lagi malam harinya. Entahlah. Lagi lagi entahlah. Saya hanya tahu bahwa saya harus menyelamatkan diri saya sendiri dan saya hanya tahu satu jalan untuk bisa selamat yaitu dengan BELAJAR. Belajar apapun meskipun harus kembali mengulangi dari NOL , belajar hal baru dan menemukan hal baru. Mungkin pilihan saya ini sedikit aneh, terkesan ga dipikir dulu, keras kepala tapi  sampai dengan hari ini pun saya sendiri juga masih bertanya-tanya kenapa saya memilih kembali sekolah madrasah dipondok, meninggalkan skripsi, dan melakukan hal-hal yang bagi sebagian orang tidak penting atau tidak lagi pantas dilakukan oleh seorang manusia 24 tahun.

Saya sadar dan juga memikirkan masa depan saya. Saya juga ingin segera mewujudkan keinginan Mama yang ingin segera melihat saya duduk dipelaminan, atau keinginan Mbah yang segera ingin melihat saya wisuda. Tapi saya juga tidak kuasa menghentikan diri saya sendiri. Saya tidak tahu caranya untuk berhenti. Berhenti melakukan hal-hal yang “tidak wajar” dan cukup fokus saja sama skripsi. Biar. Biarlah. Apa yang saya jalani saat ini murni pilihan saya sendiri, atau saya dipilih Tuhan untuk menjalani ini semua?.  Entahlah. Biarkan waktu menjalankan tugasnya untuk menjawab semuanya .

“Let dream and fate takes me where I belong”

 

 

Hallo 23 :)

thanks anik dan sendhy , uda menghias kamar dengan tulisan begitu tau saya akan menginap di kos kalian :)
thanks anik dan sendhy , uda menghias kamar dengan tulisan begitu tau saya akan menginap di kos kalian 🙂

Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillah

          Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Tanggal 4 Desember kemarin lusa , saya genap berusia 23 tahun. Whohaa.. rupanya saya sudah semakin tua. Usia 23? Hmm.. saya menyebutnya usia RAWAN! Kenapa Rawan? Karena saat usia ini saya akan banyak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan nyesek. KAPAN NIKAH? KAPAN LULUS?. Rasanya ketika mendapat dua pertanyaan itu #makjleeep banget. Usia segini harusnya saya sudah lulus kuliah dan bekerja , seperti teman-teman seangkatan saya. Atau usia segini harusnya saya tidak lagi jomblo #lhohhh :D.

Moment pertambahan usia saya kali ini , rasanya berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Tidak ada kue, tidak ada perayaan , hanya ada kado terindah berupa doa dari keluarga, teman dan orang yang saya cintai. Alhamdulillah, doa yang tulus semoga kembali pada yang memberi doa :). Perhatian dari orang-orang tercinta membuat saya terharu dan merasa dicintai. Sungguh sebuah ketulusan cinta tidak akan mampu tergantikan oleh apapun. 23 tahun! Rasanya saya terlahir kembali, dimoment ulang tahun ini saya putuskan untuk berhijrah. Hijrah dan belajar menjadi baik. Mungkin akan ada sedikit perubahan dari saya baik dari penampilan lahir dan insyallah hatinya juga.

Hijrah? Apa maksudnya hijrah? Secara sederhana saya mendefinisikan hijrah adalah suatu perpindahan dari keadaan yang tidak baik ke keadaan yang lebih baik yang membuat kita nyaman. Apakah itu artinya keadaan saya selama ini tidak baik, tidak membuat saya nyaman? Bisa dibilang begitu sih,  dari luar memang terlihat bahagia, namun dalam hati ada rasa yang tidak nyaman namun tetap saya dijalani. Memang untuk menjadi baik bukanlah perkara yang mudah, tidak segampang membalik telur di penggorengan. Hingga saya dihadapkan pada satu kenyataan yang membuka mata dan hati saya. Ada ALLAH yang sedang memainkan skenario-NYA kepada saya.

Disetiap moment ulang tahun selalu muncul cita-cita, harapan, dan mungkin target. Jika sebelumnya cita-cita, target dan harapan saya selalu berorientasi dunia , tapi kali ini cita-cita terbaru saya adalah menjadi seorang Wanita Shalilah. Wanita Shalihah? Silahkan tertawa , atau muntah saat membaca ini . Karena jujur ketika menulis ini , saya sendiri juga  tertawa. Menjadi wanita Shalilah? Membayangkan saja rasanya jauh sekali, dan sumpah ini adalah cita-cita yang ter-ter-ter-ter dari segala cita-cita atau target yang pernah saya buat. Lha wong cita-cita yang saya sudah tahu bagiamana mewujudnya saja masih sangat sulit, apalagi ini menjadi Wanita Shalihah yang saya tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Kenapa ingin menjadi Wanita Shalilah? Jawabannya karena membaca buku. Simpel. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah buku yang judulnya “Sebelum Aku Menjadi Istrimu” Buku yang secara tidak sengaja saya baca di toko buku, membuat saya terobsesi untuk menjadi Wanita Shalihah, bila terlalu sulit setidaknya menjadi wanita yang lebih baik lah. “Bila tidak ingin suaminya direbut bidadari surga, maka jadilah bidadari dunia”. Nah , dasar saya ini berjiwa mellow sellow saya menangis seketika saat membaca itu meskipun saat itu posisi saya ada dipojokan toko buku. Bodo amat dah, tanpa disuruh air mata ini mengalir gitu aja.

Oke baiklah, intinya di usia 23 tahun ini saya ingin menjadi seorang wanita yang lebih baik. Baik pada Tuhan, baik pada sesama manusia dan baik pada diri sendiri. Bantu saya berhijrah , jangan tinggalkan saya OKE 🙂 ! Saya ingin bersaing dengan bidadari surga yang bermata jeli lagi terpelihara *silahkan tertawa lagi 😀 * HEHEHEHE.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” QS.An-Nisa: 100

Happy 22th :)

Alhamdulillah, saya masih bisa merasakan nikmatnya hidup di usia saya yang sekarang sudah 22tahun. Di usia saya sekarang , saya menemui banyak kekurangan yang tercecer didalam diri saya. Saya paham betul , bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Saya sadar, masih banyak yang belum saya lakukan didalam hidup ini. Padahal Allah telah menganugrahkan kenikmatan hidup bagi saya, hingga saya berusia 22 tahun sekarang.

Usia 22tahun? Wahh tidak terasa sekarang saya sudah menjadi seorang wanita dewasa. Bukan lagi remaja ababil yang emosinya mudah sekali mengalami naik turun. Tidak ada pesta atau perayaan diulang tahun saya kali ini, terakhir saya merayakan ulang tahun pada saat usia saya 17 tahun. Waktu itu mama membuat pesta kecil-kecilan untuk saya. Selajutnya, hanya tradisi biasa yaitu hanya ada ucapan dan kado dari orang-orang yang tersayang.

22 tahun? Ehmm… ulang tahun saya kali ini biasa-biasa, kayak nggak ulang tahun. Entah kenapa, rasanya tidak afdol kalau ulang tahun tidak ada kado, tidak ada ucapan selamat. Saya terbiasa selalu mendapatkan kejutan ditiap ulang tahun saya. Tradisi macam apa ini? siapa yang membiasakan ini? biasanya pagi-pagi saat hari ulang tahun saya, selalu ada kado dikamar saya dari keluarga tercinta dari kedua kakak saya tercinta. Tidak hanya kado , tapi juga untaian doa dari mereka untuk saya.

Biasanya keluarga tidak pernah lupa mengucapkan selamat kepada saya. Tapi kali ini mereka lupa hingga sore hari saya belum juga mendapatkan ucapan (dan kado tentunya 😛 ) hehehe. Menjelang maghrib kakak saya yang pertama sms saya, ternyata dia nggak lupa. Disusul mama saya yang juga mengucapkan lewat sms. Ibu, ayah kali ini absen mengucapkankan selamat ulang tahun kepada saya. Sudahlah, kasih sayang tidak bisa diukur dengan memberikan selamat ulang tahun atau tidak. Teman-teman juga tidak lupa mengucapkan doa-doa mereka kepada saya. Baik melalui sms, whatsapp, facebook atau twitter juga langsung kepada saya.  kepada saya. Saya sangat bersyukur sekali karena memiliki keluarga dan teman super duper baik seperti mereka.

Diulang tahun saya yang ke-22 ini terasa sedikit berbeda, karena masih ada duka yeng menyelimuti saya. Ini ulang tahun pertama saya, tanpa kakak saya. Tanpa kejahilan, dan keusilannya dihari ulang tahun saya. Saya masih ingat waktu ulang tahun tahun lalu, sewaktu saya ulang tahun yang ke 21 dia memberikan kado kepada saya. Kado yang ia selipkan dibawah kolong tempat tidur saya. Ia selipkan sewaktu saya sudah tidur, dan saya menemukan kado itu sewaktu saya sholat subuh dikamar. Senang sekali rasanya! Tapi tidak akan saya temui lagi moment seperti itu bersama kakak saya L. Semoga Allah menempatkanmu ditempat terbaik Mas.

Ulang tahun kali ini, begitu spesial karena saya kehadiran orang yang sangat spesial dalam hidup saya saat ini. Seseorang yang merelakan waktu, tenaga, dan uangnya untuk mengunjungi saya di Kediri dihari ulang tahun saya. Jauh-jauh dari Surabaya ke Kediri hanya untuk memberikan ucapan selamat sekaligus kado istimewa untuk saya. Sebuah kado yang simpel, tapi sangat berguna sekali untuk saya. Sebuah buku, yang sudah lama saya inginkan.

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya ke Surabaya dan mampir ke toko buku saya menginginkan sebuah buku. Tapi apa daya uang saya tidak memadai untuk membelinya, karena waktu itu saya sudah membeli buku yang berkaitan dengan kuliah saya. Tidak disangka, ketika ulang tahun saya, saya mendapatkan buku itu dari orang yang spesial yang saat itu menemani saya ke toko buku saat di Surabaya. Terimakasih banyak mas J I’m so lucky to be yours :*

“usia semakin dewasa, ujiannya semakin macem-macem loh. Usia 22 ujiannya gini, nanti usia 23,24,25 ujiannya begitu. ” –Mas Nuri– ”

Kata-kata diatas dikatakan kepada saya tepat dihari ulang tahun saya. Bila saya cermati kata-kata yang disampaikan Mas Nuri itu ada benarnya juga. Bahwa dalam setiap hidup kita mengalami fase yang berbeda. Tidak hanya itu, tapi kita juga diuji sebagai pembelajaran untuk menuju kedewasaan. Dewasa dalam bertutur kata, bertindak, dan berperilaku. Sudah harus berubah pola pikirnya, tidak hanya bermain saja tapi juga lebih serius dalam mencapai tujuan hidup.

Usia bertambah, itu artinya jatah hidup saya didunia ini semakin berkurang. Semoga Allah, memberikan kekuatan kepada saya, diusia saya yang sekarang agar dapat lebih bermanfaat untuk orang lain. Tidak hanya itu, semoga Allah juga senantiasa menjaga saya dalam berbagai keadaan baik diwaktu lapang maupun sempit. Target-target yang belum tercapai semoga dapay tercapai di usia yang lebih dewasa saat ini. Amiin

“terimakasih Ya Robb, atas semua karuniaMu. Terimakasih mama,papa, mbak yuni, teman-teman (Genk Capcuss), Anik, Chandra, Pepen dan semua teman-teman yang telah baik kepada saya. Terimakasih Mas sayang, kejutannya juga kadonya *speechless*. I LOVE YOU ALL SOO DAMN MUCH”

 

Happy December, 4

Sekarang aku bukan lagi remaja yang ababil, tapi sekarang aku udah dewasa. 20 tahun sudah aku hidup di dunia ini. Terimakasih ya Robb. Engkau masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri, dan terus belajar. Semakin dewasa seharusnya juga sudah harus lebih mengerti tanggung jawab. Semoga saja aku bisa tanggung jawab pada diriku sendiri dan juga pada setiap tindakan yang aku lakukan.

*sok bijak

Okee.. baiklah, banyak sekali harapan dan cita-cita yang pengen aku wujudkan. Banyak sekaliii harapan yang menggantung dilangi-langit kamarku #nahh lho!! Hehe.
Ulang tahun kali ini gak ada yang spesial. Sama seperti biasanya selalu ada bungkusan kecil yang isinya ucapan dan beberapa lembar duit ( yang ini yag paling aku suka ) dari orang rumah. Kalo ngasih kado gak pernah dalam bentuk barang, tapi mentahnya saja. Asiikkkk !!! makasihh mama , papa, mbak , mas yang selalu ngasih yang tebaik buat aku :* :* mmuuaachhhh. Makasihh juga buat mbak yuni dan mas giri kadonya udah nyampek kediri seminggu sebelum ulang tahunku. Hehehe. Mmuaaachhhh…..

Kali ini gak ada kue tar . Iyaa lahh.. gilaa kayak anak kecil aja yang tiap ulang tahun dikasih tar warna-warni trus ada tulisannya selamat ulang tahun, dan diatasnya ada lilin berbentuk angka sesuai umur . # gluudak. Itu mah.. jamannya gw masih kecil. Sekarang maunya kue blackforest gitu * plakkk !! wkwkwkw,

makasihh juga buat temen-temenku yag udah ngucapin ulang tahun. Makasih doanya. Semoga dikabulkan oleh ALLAH.  .
I wish you boy in my bday. Hhihihih. Makasih yaa Mas !!! semoga kita segera berjumpa , beli ronde lagi. Wkwkw *ini sih maunya aku hehehe. Ternyata dia ingat ulang tahun kuu . hhoho.
Hhmm…..pengen deh ngrayain ulang tahun sama kamu Mas,. Tapi itu gak mungkin banget yaa. Kamu nya dimana akunya dimana. Gak ketemu. Yyyaa udah kencan dihape sajaa. Ahhaaa.. ( ini ngomong apa sihh.. gak pentingg banget. Lupakann ) .Sebagai rasa terimakasih ku ke temen-temen ini aku copast ucapannya temen-temen ( sorry gabisa semuanya but thanks a lot for all )
Rossa
“loohh, des. Ultah ..?  met ualng tahun yah..moga panjang umur n sukses sllu. Wish u all the best  ”.

Anilaa
“ndoook, happy bday yaa. Wehh Traktiran kii . “ (traktiran wafer supermen yaa nduk ) hehe.

Phepen

“Happy bday nduk, wish u all the best . smoga apa yang km inginkan tercapai . ojo pikunan, ojo beseran “ (  doa nya yang terakhir itu lhhoo.. hahdeehhh, tapii amiin aja deh, makasi phen  )

Vitaa
“Happy bday el. Moga panjang umur dan sehat selalu. Banyak pacar, dan banyak dapt kado “ ( amiin . hahaha, mana kadomu buat ku breed ?) hehe.

Irul
Makan2 . ( haha… makan rumput mas broo )

Dukun
Yudhaa, ultah ya hari ini. HBD yaa. ( makasih kun  )

Mas Fendy
Km ultah nuw dd, hohoho. Wish u all the best dd yaa. Moga cepet ketemu kk buat beli ronde . hohoho ( ihhhiiii,, ayooo masss :* , aku jugaa pengen ketemu kamu ini. Ngebett *PLAKK #Gluudaak ) .

Mas Andii
“ Happy Bday adekQ chayank :*, semoga tercapai semua apa yang km inginkan. Mau kado apa?“ (ihiii,, kamu aja yang jadi kado ku mas  #plaaakk tabook. Haha, I’m just kidding mas. 😛 )

Ituu aja dulu dehhh…
Btw makasih banget yaa teman-temanku tersayang :* LUV U dehh .

December, 4. Ddudulbee.

Happy December :)

And now I’m 20. Hhehe. alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri diusia ku yang ke 20.

terimakasih mama, papa, mbak dan mas kuu sayanggg :*
udah kasih kadooo.

semoga dengan bertambahnya usia, aku semakin ngerti tanggung jawab. dan semoga apa yang aku cita-citakan dapat tercapai..
wahhhh….udah dewasa nih ceritanya, bukan lagi remaja tapi seorang wanita dewasa. wwkwkwkw 😛