Ketika Mimpi Menemukan Jalannya

cats

Bismillahirahmannirahim. Sepertinya sebelum hutang menulis saya terbayar saya akan tetap galau dan nggak konsen buat ngerjain skripsi haha. Setelah lama tertunda akhirnya pagi ini saya putuskan untuk menulis. Ya..ya.ya saya memang suka sekali menulis, dan mungkin jadi lebay ya apa-apa ditulis. Hehe. Menulis adalah satu-satu cara untuk mengabadikan “untold story” dalam hidup saya. Berbicara tentang menulis, saya telah menulis sejak saya masih kecil. Ya, masa kanak-kanak nulisnya dibuku diary yang dikasih gembok haha. Dan ketika dewasa saya bercita-cita untuk menjadi seorang penulis -mohon doanya- . Saya masih ingat betul ketika, menulis dibuku diary itu sungguh tidak aman karena dibaca sama kakak saya hehe dan ketika mengenal internet saya mulai belajar membuat blog. Kenapa buat blog? Karena saat itu kakak saya masih sangat gaptek, jadi aman! 😀

Berawal hobi blog-walking jaman dulu, saya jadi tertarik untuk menjadi seorang blogger dan bisa menghasilkan uang hehe. Ah.. tapi itu Cuma mimpi. Kenyataannya blog yang saya buat sepi pengunjung. Sempat sedih dan mulai nyari-nyari cara gimana caranya biar bisa mneghasilkan uang dari hasil ngeblog. Satu, dua, tiga cara sudah dicoba tapi tetap saja begitu. Sampai pada tahun 2011 saya memutuskan untuk membuat blog baru dan menulis bukan lagi untuk mengejar uang tapi untuk menuliskan kejadian-kejadian dalam hidup saya. Kelak ketika mulut ini sudah tidak mampu bercerita, kisah hidup saya masih tetap abadi dalam tulisan. Intinya saya menulis sekarang supaya kelak anak cucu saya bisa membaca kisah hidup ibu dan neneknya. Ketika saya tidak lagi mampu untuk becerita, biarlah tulisan-tulisan ini yang bercerita pada mereka.

Lalu tentang mimpi. Saya adalah seorang pemimpi ulung yang punya banyak sekali impian besar dalam hidup ini. Perlahan tapi pasti satu-persatu impian itu mulai mendekat. Contoh kecil adalah dulu saya pengen banget punya motor honda beat. Impian dari jaman SMA , dan ternyata Allah pengen saya sabar dulu. Tau-tau dikasih aja gitu motornya disaat yang tepat dan dimoment yang memang saya sangat membutuhkan motor untuk pp kediri-malang. Terus, contoh lagi ketika saya pengen banget bisa bergabung di organisasi yang keren yang kece. Lalu Allah menjawabnya tahun 2013-2014 saya berada diantara pemuda-pemuda hebat nusantara young leaders. Lalu, di tahun 2015 ini banyak sekali keajaiban mimpi yang saya temui.

Pada akhir tahun 2014 saya pengen banget berhijrah dari jaman jahiliyah saya menuju jalan yang terang benderang hehe. Dan keinginan saya itu dijawab oleh Allah melalui #BeraniBerhijrah di awal tahun 2015 ini. Allah pertemukan saya dengan orang-orang yang hebat dan keren di #BeraniBerhijrah. Menurut saya apa yang saya alami sekarang ini, adalah suatu kejaiban. Sesuatu yang diluar dugaan, yang membuat saya terus melongo “lho kok iso?” . Saya semakin melongo lagi ketika ada ribuan orang yang setiap harinya membaca tulisan saya. “Subhanallah. Lho kok bisa ngono?” . Dulu jangankan ribuan orang yang membaca atau komen tulisan saya, ada satu orang yang khilaf nyasar di blog saya itu udah syukur. Sedangkan sekarang, ketika saya membuat tulisan (meskipun itu hanya tulisan simpel dan singkat) ada banyak orang yang meng-komen dan mengshare tulisan saya. Sungguh ini adalah semacam dreams come true banget.

Sampai sekarangpun saya belum bisa percaya pada hal yang saya alami sekarang. Ketika satu persatu impian saya telah menemukannya jalannya .Ketika doa-doa saya dijawab oleh Allah. Dan sekali lagi saya hanya bisa melongo seakan nggak percaya atas apa yang saya alami. Rasanya semuanya itu udah diatur dengan sangat rapi. Subhanallah wabihamdihi. Bahkan saya sempat dibuat galau berhari-hari karena terus memikirkan kok bisa gitu ya? Kok bisa ya semuanya menjadi nyata. Sampai akhirnya saya cerita ke Mbak Gigi, berharap beliau bisa bantu saya menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sukses membuat saya meninggalkan skripsi.

“Karena kamu nggak pernah tahu siapa aja yang udah nge-doa’in kamu. Kamu sampai bisa seperti saat ini. Percaya atau nggak percaya doa punya kekuatan yang luar biasa, dan doa itu yang menjaga kamu” – Mbak Gigi-  

                Jleeep. Saya langsung terdiam. Saya yang tadinya berwajah galau maksimal jadi cerah ceria mendengar ucapan mbak Gigi. “Kamu gak pernah tahu siapa saja yang udah berdoa buat kamu”. Kata-katanya nacep banget gitu. Oiya, saya lupa bahwa disekeliling saya masih banyak sekali orang-orang yang mencintai saya, orang-orang yang senantiasa menyebut nama saya dalam doanya. Doa orang tua, doa keluarga, doa teman-teman. Masyallah sungguh dahsyat kekuatan sebuah doa ini. Allah, permudahkan segala urusan orang-orang yang aku cintai. Alhamdulillah, sekarang saya sedang diberi amanah untuk menulis disebuah komunitas. Tulisan tersebut disebar melalui media online dan masyallah followernya mencapai puluhan ribu. Rasanya mau nangis. Sungguh berat amanah ini. Sedangkan saya masih gini-gini aja.

Suatu hari, saya coba untuk flashback kembali mengingat-ingat impian saya. Bukankah dulu saya ingin tulisan saya dibaca banyak orang? Bukankah dulu saya harus rela cari info sana-sani supaya blog saya banyak pengunjungnya dan tulisan saya dibaca banyak orang? Sekarang, ketika semuanya tidak perlu lagi saya cari, semuanya sudah siap apa yang harus saya lakukan? TETAP MENULIS! Iya saya akan tetap menulis sampai saya tidak mampu lagi menulis. Menulis apa? Menulis apa saja yang mampu saya tulis dan berharap tulisan saya dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Mungkin ketika saya menulis blog seperti saat ini, tidak ada beban berat yang harus saya tanggung. Karena ini adalah blog pribadi saya, yang isinya “semau gue” dan saya tidak berharap apapun. Tujuan saya menulis adalah untuk mengabadikan kisah hidup saya, untuk nantinya saya wariskan pada anak cucu saya.

Sedangkan menulis dikomunitas, dan dibaca banyak orang rasanya itu AMAZING bin AJAIB sekali. Meskipun dibalik ke-amazing-annya ada amanah dan tanggung jawab yang luar biasa berat. Bukan main-main karena saya sebuah tulisan sekecil apapun akan mampu merubah orang. Entah itu merubah cara berpikirnya, merubah sikapnya, atau merubah hidupnya. Kelak saya akan dimintai pertanggung jawaban atas apa-apa yang saya tulis. Ya Allah berikanlah kekuatan pada hamba untuk tetap istiqomah dijalanMu. Akhir kata, karena saya mau kuliah , pagi ini saya panjatkan puji syukur pada Allah dan terimakasih doa-doa dari siapapun itu untuk saya. Doa yang baik tidak akan kembali kecuali kepada orang yang berdoa baik 😉 .

“Teruslah menulis meskipun tidak ada satu orangpun yang membaca”

“Teruslah mengejar mimpimu, jangan pernah mundur. Karena kamu tidak akan pernah tahu kapan Allah akan menjawab doa-doa dan menjadikan impianmu nyata”

“Bersiaplah, karena mimpimu akan segera menemukan jalannya”

“Let dream and fate takes us where we belong”

Horor di Malaysia

Oke, saya lanjutkan cerita saya dipostingan sebelumnya (kurang dari 24 jam di Malaysia), saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya naik pesawat Air Asia. Pesawat dengan tagline Everyone Can Fly, ini bisa dibilang salah satu suporter impian saya. Kenapa? Karena dengan adanya promo-promo Air Asia ini saya bisa menginjakkan kaki saya untuk pertama kalinya di luar negeri. Sebagai seorang mahasiswa kere macam saya ini, pergi keluar negeri adalah sesuatu yang tidak mudah. Tapi karena adanya tiket-tiket murah dari Air Asia inilah salah satu mimpi saya bisa tercapai. Singkat cerita saya bisa ke Singapura dan Malaysia hanya dengan modal Rp. 384.000 saya sudah bisa mendapatkan tiket Air Asia pp dengan rute CGK-SIN, SUB-KUL PP (tiketnya pp sebenarnya tapi dipakai yang pulangnya aja).

Waktu berangkat dan untuk pertama kalinya naik pesawat seneng banget (harap maklum ndesoo saya nya :D). Dan kru nya Air Asia juga baik-baik banget. Semua aman nyaman terkendali sewaktu berangkat. Tapi pas pulangnya dari LCCT Malaysia, ada sedikit masalah. Seperti yang saya ceritakan dipostingan sebelumnya, acara transit di Malaysia ini memang penuh kejutan dan bikin deg-degan. Penerbangan saya seharusnya jam 21.30 dan dijadwalkan sampai di Surabaya jam 23.30 tapi saya udah ada di LCCT dari jam 7. Nah, saya di LCCT nunggu tuh kayak orang ilang setelah seharian nggak istirahat ditambah hectic karena kode booking saya ngga bisa kebaca mesin check in di konter Air Asia. Setelah minta bantuan sana sini akhirnya bisa dapat boarding pass. Perasaan saya udah mulai nggak enak, dan jengg jenggg ada pemberitahuan kalau pesawat delay dan baru akan terbang jam 23.30 waktu malaysia. Ohhh NOOO!

Sumpah pas denger pengumuman itu rasanya mau nangis. Perasaan takut mulai menyapa saya. Sedangkan saya sama sekali tidak bisa menghubungi siapapun, karena sejak hari pertama di Singapura hp saya mati total karena lupa ngga bawa cas hp. Sebelum berangkat pulang (di Bandara Changi) saya sudah memberi kabar jadwal lengkap saya kepada keluarga termasuk pada seseorang yang akan menjemput saya di Juanda malam itu melalui facebook yang saya buka di komputer yang ada di Changi. Rasanya mau nangis, tapi kalau nangis gak bakal nyelesain masalah. Lalu saya beranikan untuk ngobrol dengan siapapun yang ada didekat saya, mulai dari turis Vietnam, Bapak-Bapak yang berkerja di Malaysia hingga Mbak-Mbak TKW. Saya berharap bisa meminjam cas hp dari mereka, atau kalau boleh minjam hape buat hubungi orang rumah. Dan diantara mereka nggak ada yang bawa cas katanya -___- , ada yang bawa dan mau minjemi tapi cas nya nggak sama -____- .

Makin lama makin nyesek lihat orang-orang didekat saya bisa hubungi keluarga lewat hp mereka, mengabarkan kalau pesawatnya delay. Disamping tempat duduk saya, ada mbak-mbak yang ternyata satu pesawat sama saya, dan dia menawarkan bantuan. Dia menawarkan tempat menginap, kalau ternyata saya nggak ada yang jemput. Ahhh.. sedikit lega pikir saya, tapi mbak itu akhirnya bilang kalau dia nginep di kos sodaranya (laki-laki), whoaaaa tentu tawaran baik mbak ini saya tolak. Ehmm…saya tinggalkan mbak-mbak itu yang sibuk telpon sana-sini. Saya lalu mencari mbak-mbak lain (maksudnya apa cobakk -___-  hahaha) , dan taraaa alhamdulillah ada mbak-mbak yang mau minjemi cas hp. Masalah cas kelar, tapi muncul masalah baru. COLOKAN!! Whaaaaa…. colokan yang ada semuanya penuuhh. Setelah sabar nungguin, akhirnya bisa juga nyolokin hp. Alhamdulillah, setelah hp nyala dan nyambungi wifi, dan wooww banyak banget pesan yang masuk di whatsapp.

Karena nggak bisa sms, saya minta tolong teman saya yang punya whatsapp untuk nge-sms-in orang yang mau jemput saya di Bandara. Alhamdulillah , masalah sudah beres. Padahal pas itu lagi tegang, tapi masih sempat aja buka SIAM untuk cek nilai haha. Saya sih udah pasrah kalau nggak dijemput, saya masih bisa tidur di Bandara dan pulang kerumah pada pagi harinya , toh nyampek Surabaya juga udah sekitaran jam 3 pagi. Nunggu sebentar nggak apa-apa pikir saya. Jengg Jenggg.. saatnya naik pesawat. Sumpah , rasanya lega dan seneng banget karena akan sampai di tanah air tercinta. .

Tapi sesuatu yang tidak diduga terjadi didalam pesawat, dan itulah awal dari sesuatu yang saya sebut dengan “hidayah”…

(bersambung….)

Jatuh Bangun Belajar Menjadi Baik- Hijrah Cinta Part I-

Malang !! Ehmm.. sebelumnya tidak pernah terpikir atau sekedar terlintas dipikiran saya untuk tinggal di kota Malang. Tapi kenyataannya takdir yang membawa saya untuk tinggal di Malang (sementara) untuk menyelesaikan kuliah saya. Sudah satu bulan ini saya tinggal di Malang, tinggal di kost yang kata teman-teman saya mirip labirin karena saking banyaknya kamar dan tempatnya yang sempit berkelok-kelok hahaha :D. Sampai sekarang saya tidak menyangka kalau mimpi saya kuliah diluar kota dapat tercapai, ya meskipun bukan di Surabaya. Dulu impiannya kuliahnya di Surabaya, eh ga taunya malah nyasar di Malang 😀

“Let dream and fate takes me where I belong”

Ya, biarkan mimpi dan takdir yang menentukan dimana seharusnya saya berada. Kepindahan saya ke Malang ini saya anggap paket komplit. Kenapa paket komplit ? karena moment ini yang pindah bukan hanya kamar saya, tapi juga hati. Eciyalaaaah, maksudnya apa nih? 😛 . Inilah adalah perjalanan hijrah terkece dalam hidup saya. HIJRAH? Iya berhijrah. Saya ingin berhijrah menjadi manusia yang lebih baik. Nah, kebetulan banget nih pas tahun baru, sekalian pindahan ke Malang. Bener-bener paket komplit. Alhamdulillah, ALLAH rupanya masih sayang sama saya, sehingga IA berikan kesempatan pada saya untuk berhijrah menjadi baik.

“kalau mau mendapatkan sesuatu , harus rela kehilangan sesuatu yang lain”

Ya, saya akui perjalanan hijrah saya ini dimulai saat saya kehilangan sesuatu yang amat saya cintai. Kehilangan sesuatu yang amat kita cintai itu ternyata sakit pemirsah. Nah, dimasa galau, dimasa “nggak terima” ini saya sadar kalau ini sebenarnya teguran buat saya dari ALLAH. Sampai pada suatu hari, saya kepoin twitternya Dokter Gamal Albinsaid saya nemu twittnya tentang #PemudaSubuh #PejuangSubuh. Dari situlah saya tergerak untuk mencoba bangun sebelum subuh, jangan sampai solat subuhnya kesiangan. Sebelumnya saya selalu malas bangun pagi, jadi subuhnya mepet-mepet sama terbitnya matahari, astaghfirullah. Dari mencoba sholat subuh diawal waktu itu banyak keajaiban-keajaiban yang saya temui.

Rasanya ada suatu kekuatan yang menggerakkan saya untuk terus belajar jadi baik. Saya semakin mencintai subuh, berusaha untuk melek meskipun mata ngantuk di jam 4 pagi. tidak berhenti sampai disitu, twiit dr. Gamal itu itu juga yang membawa saya untuk mempelajari amalan yang lainnya diwaktu subuh. Salah satunya adalah dengan menambah dua rokaat sebelum sholat subuh yaitu sholat fajar/qobliyah subuh. Dari situ juga selalu muncul keinginan-keinginan yang lain untuk terus berhijrah menjadi baik. Dimulai dari belajar istiqomah membaca al-quran hingga belajar pakai rok kalau kemana-kemana. Saya sadar dan paham betul perlajanan behijrah saya ini sangat berat. Beruntung karena ada banyak media yang bisa saya gunakan untuk belajar, salah satunya instagram haha.

Kalau dari twitter dr. Gamal saya dapat hidayah untuk berhijrah, maka dari instagram saya bisa tergabung dalam komunitas #BeraniBerhijrah. Rasanya ajaib gitu bisa nemu komunitas yang pas banget. Pas banget buat yang mau berhijrah seperti saya, begitu masuk komunitas itu ternyata orang-orang yang didalamnya juga sama kayak saya. Waaaaaaww… ini seperti mimpi. Suatu kebetulan yang sampai sekarang belum bisa saya percaya hehe :D. Semoga Allah memudahkan jalan saya dan jalan orang-orang yang ingin berhijrah menjadi baik :).

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” QS.An-Nisa: 100

Inilah perjalanan dalam hidup saya , dalam usia 23 tahun, diawal tahun 2015. Bismillah, perjalanan hijrah ini saya sebut ” HIJRAH CINTA” . Hijrah Cinta ini adalah bentuk cintanya Allah pada saya, dan bentuk upaya saya untuk mencintai-NYA diatas segala-galanya 🙂 . Semoga Allah memberi kekuatan pada saya untuk terus istiqomah dan semakin menjadi baik. Amiin 🙂 #beraniberhijrah #pemudasubuh #pejuangsubuh

bersambung….

Di Malaysia Kurang dari 24 Jam

100_5327
Malaysia dari atas (pesawat)

Hallo Hallo.. setelah sekian lama tertunda menulis kelanjutan cerita solo-backpacker saya di Singapura dan Malaysia bulan februari lalu hehe udah hampir satu tahun ya :D. Sebenarnya yang cerita Singapura hari kedua belum ditulis juga, hehe tapi loncat aja langsung cerita pas di Kuala Lumpur nya. Sekilas Singapura hari kedua hampir sama kayak yang hari pertama cuma pas malamnya nginep di Bandara Changi ngga di hostel lagi hihii :P. Pengalamannya hampir sama kayak backpacker-backpacker lainnya yang udah pernah tidur bandara Changi , aman nyaman dan tentram dan tentunya Gratis hihi :p.

Oke, lanjut aja cerita di Kuala Lumpur, Malaysia yang super singkat tapi cukup membuat jantung saya mau copot. Di Malaysia yang tidak lebih 24jam yang mampu memberikan hidayah dan banyak pelajarannya. Oiya, cerita saya di Malaysia ini nggak happy-happy kayak pas di Singapura. Emang ke Malaysia ini cuma transit aja (maklum nyari yang paling murah hiihi). Berangkat dari Singapura jam 10 pagi naik Tiger Air (waktu itu memutuskan naik pesawat aja ke Malaysia nya karena tiketnya lebih murah daripada naik bus atau kereta. Waktu itu tiket SG-KL cuma 162rb , sedangkan kalau naik bus atau kereta saya harus mengeluarkan uang sekitar 300-450rb untuk tiketnya aja).

100_5333
Suasana di LCCT pas antri cap imigrasi

Sampai di LCCT , jam 11an lalu antri imigrasi. Pertamakali di LCCT, busett ini bandara apa terminal? Panas dan rame bangett ngeet. Saya antri di Imigrasi nya aja sekitar setengah jam-an , padahal cuma stempel aja. Oiya dulu maskapai low cost itu turunnya di LCCT, kalo sekarang kan udah di bandar yang baru yang pastinya lebih bagus daripada LCCT.  Petugas imigrasinya juga nggak begitu ramah, masak iya saya diliatin dari ujung rambut sampe ujung kaki udah kayak gembel aja *nah kan emang ngegembel des 😛 *. Kelar urusan imigrasi , sesuai dengan buku panduan yang udah saya tulis sendiri dari rumah abis dari imigrasi langsung ke konter yang jual KLIA Ekspress buat beli tiket kereta ekspress ke KL Central (Sengaja nggak naik bis , karena buat ngejar waktu tiket KLIA Ekspress emang lebih mahal sih tapi lebih cepet daripada naik bis. Lupa berapa harganya tiket yang jelas masih terjangkau kok ngaa mahal-mahal banget).

salak tinggi
salak tinggi

Sebelum naik kereta harus naik bus dulu, ke Salak Tinggi. Nah, pas keluar bandara saya kaget karena kondisi disana udah mirip banget sama terminal Purabaya Surabaya. Begitu keluar , banyak banget orang yang nawarin bus ini itu, wes pokoknya mirip banget sama kalau kita di terminal Surabaya. Tiket KLIA Ekspress bisa kita gunakan untuk naik bus ke Salak Tinggi (bus ini memang khusus untuk penumpang KLIA Ekspress). Meskipun saya sudah menulis rute untuk ke KL Center tapi tetep aja bingung. Untung bus yang ke Salak Tinggi itu mudah dikenali dengan ciri khas bus nya yang berwarna ungu sama kayak kereta KLIA Ekspress. Perjalanan dari LCCT ke salak tinggi sekitar 20 menitan, setelah turun dari bus saya masuk stasiun kereta untuk menunggu KLIA Ekspress menuju ke KL Center. Sepanjang jalan hanya ada pemandangan kebun sawit dan cuacanya panas pake banget.

Sesampainya di KL Center hal pertama yang terjadi pada saya adalah BINGUNG. Sumpah bingung banget nggak tahu harus ngapain, sementara untuk sampai ke KLCC atau menara kembar itu saya harus naik kereta lagi. Tidak hanya satu dua kali saya tersesat dan akhirnya kembali ketempat semula saya datang meskipun sudah muter-muter. Seperti biasa kalau lagi bingung saya diam sejenak dan mengamati orang-orang disekitar saya. Gimana caranya beli tiket LRT? Itu hal pertama yang saya pikirkan. Hampir 10menitan saya hanya berdiri didepan mesin tiket tapi tiket belum bisa saya dapatkan. Tiketnya berupa koin gitu warnanya biru. Akhirnya setelah mengamati orang-orang yang berhasil dapatin itu koin, saya coba sekali lagi dan yeayy berhasil! Saya lupa butuh berapa menit untuk sampai ke KLCC dan gimana ceritanya saya bisa sampai dan berfoto di ‘Twin Tower’ Malaysia hahaha. Setelah puas foto-foto dan makan nasi lemak di Suria Mall saya memutuskan untuk balik ke LCCT.

Lebih baik nunggu di bandara deh daripada muter-muter nggak jelas dan di iseng-i orang dijalan. Sesuai jadwal yang saya buat saya kembali ke LCCT, oiya sama seperti di Singapura saya memang sengaja nggak beli oleh-oleh. Perjalanan saya kali ini memang murni untuk backpacker dan sebagai bukti kalau saya bisa. Hahaha sombongnya selangit :D. Saya benar-benar mengatur pengeluaran sehemat mungkin, karena saya tidak mau menggunakan uang yang dikasih orang tua ataupun dari keluarga yang lain. Sebisa mungkin saya hanya menggunakan uang yang sudah saya kumpulkan dari uang saku saya sendiri hahaha. Rasanya puas meskipun nyampek rumah ditanyain mana oleh-olehnya haha. Saya jawab aja , nih uangnya utuh saya bawa pulang lagi. Mama saya hanya terkekeh mendengar jawaban saya. Setelah sampai LCCT saya sholat dan istrahat sambil nunggu check in, nah nah pas mau check in ini lagi-lagi saya harus kebingungan karena kode booking tiket saya ngga bisa kebaca di mesin check in counter air asia. Dan taraaaaa drama dimulai dari sini..  (bersambung)….

Tiket Promo Pertamaku :D

Oke.. setelah kemarin saya menulis pengalaman saya membuat paspor di kantor Imigrasi Kediri, saya akan menulis pengalaman pertama saya berburu tiket murah untuk tujuan singapura dan kuala lumpur. Jadi , ceritanya beberapa jam setelah mengambil paspor saya , ada email masuk di inbox saya. Dan ternyata itu email promosi seat 0 rupiah dari Airasia. Wahhhh…rasanya seneng banget, dan gak sabar pengen cepet-cepet hari minggu karena promo dimulai hari minggu 6 oktober 2013 (dasar mahasiswa kere , sukanya gratisan  😀 )

Perburuan tiket aya mulai hari senin pagi, karena kalau malam-malam pasti servernya sibuk. Lagian kalau malam-malam gak enak sama yang dipinjami klik BCA ( ini gak modal banget ya, buat beli tiket aja harus minjem id orang lain -__- ). Jam 9 pagi , perburuan tiket dimulai deh. Setelah tanya-tanya jadwal libur di admin, akhirnya saya beranikan untuk benar-benar booking tiket. Sedikit meleset dari target saya, tapi gak papa lah maju 3 hari dari target. Sebelumnya saya merencanakan tanggal 18 Februari , tapi free seat gak ada di tanggal itu adanya ditanggal 17 dan beberapa tanggal sebelum itu. Sebenarnya kalau tanggal 17 enak, ada teman grup BD (mbak Ayu , yang berangkat dari Medan), tapi sayan yang first flight nya gak ada, dan itu tidak sesuai inetary yang saya buat.

Tanpa babibu.. saya akhirnya booking tiket CGK-SIN untuk tanggal 16 Februari 2014 penerbangan yang paling pagi by AA. Dann…. harganya Rp. 0 , Cuma bayar pajak aja 66rb. Jadilah tiket pertama saya seharga 66rb, jadi 76rb sekalian sama booking fee nya. Horeeee!! Selanjutnya, untuk tiket pulang saya pilih lewat KL, karena setelah ditung-itung jatuhnya murah pulang lewat KL. Karena kalau beli tiket KL-CGK harus pakai kartu kredit atau bank lokal KL, dan saya tidak punya itu. Maka cara yang paling efektif, efisien, dan tentunya murah maka saya beli tiket PP SUB-KL seharga 298rb untuk tanggal 18 Februari. Nantinya hanya tiket pulangnya saja yang saya pakai (semoga ini tidak menimbulkan masalah), dan saya memilih langsung pulang , tidak mampir jakarta dulu. Karena ini cara yang paling murah hehe (tetep gak mau rugi:D).

Semua tiket saya itu, saya bayar menggunakan ID BCA  nya kakak ipar saya, dan sempat adu argumen dan merayu-rayu dulu. Karena dia takut sama kakak saya, takut kalau ada apa-apa sama saya. Setelah dirayu-rayu dan diyakinin dan berjanji saya yang akan bertanggung jawab kalau kakak saya marah dia akhirnya luluh dan mau membayar semua tagihan saya :p hehehe. (Makasihh Mas giri, you’re the best cousin-in-law :d ). Total semua tiket saya adalah IDR 384rb. Murahhhhhhhh !!! 😀

Bisa dibilang persiapan saya untuk trip pertama kali ke LN, sudah 50%. Tiket sudah, paspor sudah, sekarang tinggal memikirkan biaya akomodasi selama tiga hari berkelana dinegeri tetangga. Teman-teman di grup BD banyak memberikan masukan dan bantuan dan semangat 😀 hehehe. Bahkan dari grup itu saya banyak mendapatkan teman orang-orang keren. Bahkan ada salah teman dari grup BD yang sekarang tinggal di SG, mempersilahkan saya untuk mampir ke apartemennya. Selain itu , saya juga punya banyak teman yang mau jalan bareng ke SG dan KL.

Bismillah, manusia hanya berencana tapi ALLAH yang maha menentukan. Saya berusaha untuk mempersiapkan semua yang menjadi impian saya ,namun sekali lagi ada ALLAH yang maha mengatur. Ready fot he best, and prepare for the worst. Semangat untuk meraih MIMPI ..!!! SINGAPORE , KUALA LUMPUR I’M COMINGGGGG SOON …. 😀

Pengalaman Membuat Paspor Dikantor Imigrasi Kediri.

Setelah sekian lama tertunda, akhirnya minggu kemarin saya resmi punya paspor! 😀 Yeaahh.. saya siap untuk berpetualang! Membuat paspor merupakan salah satu target saya dari tahun 2012, namun kenyataannya realisasinya molor hingga 2013 hampir berlalu. Keinganan saya untuk membuat paspor adalah ketika beberapa tahun yang lalu saya membaca tulisan Rhenald Kasali yang berjudul Paspor disebuah surat kabar. Tulisan itu sangat menginspirasi saya untuk tidak hanya stuck ditempat tinggal saya. Keinginan untuk menginjakkan kaki diluar negeri semakin menjadi. Tidak hanya itu, bahkan saya punya impian baru yaitu Backpacker. Ya.. backpacker adalah cara yang mungkin realistis bagi mahasiswa kere seperti untuk mewujudkan impian menginjakkan kaki di negeri orang.

Paspor

Oke.. saya harus realistis. Untuk bisa mewujudkan impian saya, maka pertama-tama saya harus punya “kunci” nya dulu sebelum memasuki pintu negeri orang. Yapp.. paspor. Saya harus punya paspor dulu sebelum backpacker keluar negeri dan tentunya harus siap duit gaess :D. Jadi , untuk mewujudkan impian saya itu , 2 minggu yang lalu mengusrus paspor saya di Kantor Imigrasi kelas III  Kediri. Proses pembuatan paspor sendiri sebenarnya cukup mudah, dan tidak terlalu berbelit-belit. Hanya bayar 255rb kita sudah bisa memiliki paspor.

Saya datang ke kantor imigrasi Kediri, pada hari Jumat, 27 september 2013 dengan membawa berkas yang diperlukan. Berkas cukup simpel yaitu Kartu keluarga, KTP, Akte lahir/ijasah terakhir/surat nikah semuanya difotocopy A4 ya. Setelah itu saya diberi semacam blangko, yang kemudian blangko itu , harus saya bawa saat balik lagi ke kantor imigrasi pada hari selasa 1 Oktober 2013 untuk pembayaran, foto, dan interview. Hah.. bikin paspor ada interview nya segala. Ehmm.. pas balik hari selasa untuk interview, foto dan bayar agak deg-degan juga sih. Ntar ditanya apa ya, trus pertanyaannya apa ya? Tapi ternyata pas masuk ruangan interview dan foto agak serem juga sih. Ada orang pas ditanya mbulet aja, dan petugasnya kayaknya galak gitu.

Saat sesi pemotretan (lagaknya selangit bak model) , saya harus mengulang dua kali karena kata petugasnya jelek hasilnya. Selain itu saya juga dipaksa untuk menarik jilbab saya kebelakang supaya alisnya keliatan. Padahal nih.. dari rumah udah tancap abis dandan ala hijabers, tapi hars rusak diruang foto -__- . Abis foto nunggu bentar buat wawancara, ini nih yang bikin deg-degan. Ntar ditanya apa ya? Eh,, pas nama saya dipanggil. Ternyata saya hanya hanya ditanyai nama lengkap, tempat tanggal lahir dan tujuan bikin paspor. Beda sama orang sebelum saya yang harus diomeli petugas karena mungkin jawaban orang itu kurag meyakinkan petugas hahaha. Pas ditanya apa tujuan kamu bikin paspor? Saya jawab singkat mau exchange ke Malaysia. Hahah ini mah ngawur :p . setelah itu petugas menyuruh saya untuk tanda tangan dipaspor, dan beliau bilang ya paspornya sudah jadi dan bisa diambil hari jumat. Horeeeeee !!!!

Hari jumat balik lagi ke kantor Imigrasi Kediri buat ambil paspor. Oiyaa..pengambilan paspos hanya dilayani dari jam 3 sampai jam 4 sore ya. Setelah nyerahi bukti bayar dll, petugas memberikan pspor saya. Dan taraaaaa….. saya punya PASPOR sekarang :D. Insiden tarik-tarik jilbab di ruang foto ternyata membwa dampak bagi penampakan saya dipaspor. Jilbab saya gak rapi -____-  tapi gak parah sih, Cuma gak sebagus dan serapi pas berangkat dari rumah. Yasudah tidak apa-apa lah.

And my next target is…. BERBURUUU TIKET MURAHHH !! alhamdulilah, beberapa jam setelah mengambil paspor saya dapat email dari airasia yang isinya penawaran promo mulai 0 rupiah. Cerita tentang berburu tiket akan saya ceritakan dipostinga selanjutnya ya 🙂

Keep on Dreaming and fight for your dream 🙂