Cerita Tentang Kesempatan Kedua ( G-DOG)

BfiAMOFCEAAyJ4-
narsis abis nobar 🙂

Nonton Film menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi saya. Apalagi sebagai mahasiswa ilmu komunikasi , dari nonton film aja bisa jadi skripsi. Hehe 😛 . Kali ini saya akan bercerita tentang sebuah film yang membekas di ingatan saya sampai sekarang (ya iyalah nontonnya aja baru kemarin 😛 ). Terimakasih buat Bu Desi dosen PA tercinta, yang telah memfasilitasi kami yg di Kediri buat ke malang nonton film G-DOG bersama Film ini nanti bakal diulas dan dibedah langsung oleh mr.andrew (public affair officer)& mr. Alan barker (director AFS) dan dosen” ilkom 🙂

Film G-DOG adalah film indie dokumenter amerika. Film ini memberikan inspirasi buat saya untuk terus berbuat kebaikan. G-DOG adalah sebuah film yang berkisah tentang seorang pendeta bernama Greigh Boyle (bener gini gak , ya tulisannya? ) yang berninisatif membantu para mantan gengster amerika supaya tobat dan menjadi orang baik. FYI, jaman dulu amerika (mungkin sampai sekarang) gengster ada dimana-mana , gak peduli masih anak-anak atau udah dewasa.

I’TS ABOUT A SECOND CHANCE!

            Ya.. film ini menurut saya, memberikan pelajaran bagi setiap orang yang menontonnya bahwa dalam hidup selalu ada kesempatan kedua. Kesempatan untuk menjadi lebih baik dan kita berhak menerima cinta sejahat apapun kita dimasa lalu. Film yang mengajarkan kita untuk dapat menerima orang lain, even mereka adalah mantan musuh kita. Para mantan gengster itu ditampung disebuah tempat yang bernama HOMEBOY. HOME BOY adalah rumah bagi mantan gengster itu, disana mereka mendapatkan pekerjaan, pendidikan, kelas manajemen kemarahan, dan mereka dapat menghilangkan tato mereka di semacam klinik yang ada HOMEBOY, mereka dapatkan semua yang nyaris mustahil mereka dapatkan diluar HOMEBOY.

Menurut saya G-DOG (begitu sebutan bagi Pendeta Greig Boyle), adalah sosok yang mulia yang punya hati “malaikat” sehingga banyak orang yang sangat mencintainya terutama kalangan mantan gengster yang telah ia selamatkan. Dari apa yang lihat di G-DOG saya jadi kepikiran bagaimana bisa satu orang manusia biasa mampu melakukan hal yang luar biasa seperti itu? Dalam perjalanan pulang kembali ke Kediri saya jadi kepikiran gimana ya biar hidup saya bisa bermanfaat untuk orang lain, sebagaimana G-DOG? Trus gimana kalau saya diposisi mantan gengster itu, mau tobat tapi gak ada yang mau menerima saya lagi.

Berkali-kali saya dibikin merinding sama nih film ditengah-tengah ceritanya. Ada scene dimana seorang anak laki-laki yang sedang pidato dipodium. Dia mantan gengster yang bolak-balik keluar masuk penjara, dia ceritakan ketakutannya saat dipenjara hingga dia menuliskan surat untuk neneknya. Ditengah-tengah pidatonya ia tidak mampu berkata-kata dan menangis kemudian disambut standing applause dari para hadirin. Kemudian ia berkata “ saya akan menceritakan ini kepada nenek saya” (sambil mengusap matanya). Gilak.. banyak scene yang bikin merinding di film ini!

Film ini banyak menekankan tentang spiritualitas, keikhlasan, penerimaan dan cinta kasih. Salah satu poin yang saya dapatkan adalah “ Everyone all deserve better and to be loved. Nggak peduli siapapun kita, kita semua berhak untuk mendapatkan cinta dan berubah menjadi lebih baik. Sebenarnya agak bingung juga, kenapa juga seorang pendeta begitu harus dipanggil G-DOG? Kenapa harus DOG yang artinya anjing? Apakah di Amerika anjing itu sook hewan yang baik banget (boro-boro baik, saya aja takut sama anjing hehe).

waktu diskusi film :)
waktu diskusi film 🙂

Setelah film selesai dilanjutkan sesi , diskusi film bersama Alan Barker yang merupakan director AFS sewaktu saya tanyakan kenapa film ini yang diputer dan bukan film lainnya. Ternyata film ini banyak mendapatkan penghargaan dan sudah melalui seleksi yang ketat sehingga dianggap layak untuk ditonton bersama. Selain itu difilm ini juga banyak memberikan inspirasi (yes, I agree with him 😀 ). Semoga setelah mendapatkan “pencerahan” dari film ini saya bisa menjadi seorang yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Sesuai ajaran kepercayaan saya bahwa sebaik-baiknya orang adalah mereka yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain 🙂

Bismillah, mari mulai lagi :)

Mari ngegalau lagi hehehe. Lagi-lagi saya galau dan merasa sangat bodoh sekali. Selalu ada hal baru dan pelajaran baru yang saya dapatkan dalam setiap kegiatan. Dan saya selalu merasa menyesal karena harus tertinggal jauh dari teman-teman saya. Hari ini saya bertemu dengan orang-orang hebat dalam acara Pekan Konstitusi dimana saya menjadi panitia disitu. Menjadi Humas mengharuskan saya berhubungan dengan para nara sumber yang tidak sembarangan dan WOW 😀

Ada 2 nara sumber yang membuat sangat kagum sekali. Mereka adalah Mbak Prischa Listiningrum Mawapres UB 2011 dan Mas Risqy Bachtiar mantan Ketua DPM UB. Mereka berdua orang-orang yang menurut saya sangat perfect, dari segi apapun (walaupun tidak ada orang yang sempurna didunia ini). Prestasi dan pengalaman mereka sangat banyak, tidak hanya dibidang akademik tapi juga non-akademik. Mbak Prischa orangnya cantik dan super baik, selain itu juga sangat ramah begitu juga dengan Mas Rizqy.

Oke, disini saya tidak akan membahas mereka karena saya hanya mengenal mereka sekilas. Saya sangat terinspirasi oleh dua orang tersebut, diusia yang hampir sama dengan saya tapi mereka sudah mampu menghasilkan banyak prestasi. Mereka berdua akan segera melanjutkan studi mereka keluar negeri, that’s my DREAM!. Bertemu dengan mereka, membuat saya ingin menjadi mereka. Bayangan tentang impian-impian saya seketika muncul dan segera ingin saya wujudkan. Melihat dan mendengarkan mereka berbicara didepan peserta yang hadir di hall Merpati Hotel Insumo tadi siang seolah menjadi suntikan semangat tersendiri bagi saya. Semangat yang akhir-akhir ini hilang dari diri saya, karena rasa jenuh telah merajai didalam diri saya.

Mereka bisa, kenapa saya tidak? Setiap orang punya kelebihan masing-masing, begitu juga dengan saya. Mereka tidak hanya menjadi aktivis tapi juga mahasiswa berprestasi. Mungkin sangat terlambat bagi saya untuk memulainya, tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Saya ingin memperbaiki diri saya dan berusaha lebih keras untuk mimpi-mimpi saya. Impian yang sempat terkubur dan kini saya coba gali lagi lalu berusaha mencapainya.

Besok pagi, kuliah perdana setelah UTS. Separuh semester di semester 5 ini sudah saya lewati. Tinggal setengah lagi disemester yang menurut saya paling berat diantara semester-semester lainnya. Tugas yang semakin menggila, dosen-dosen baru ditambah rasa jenuh dan capek yang membuat semester ini semakin terasa berat. Mengawali paruh semester yang tersisa dengan Doa serta semangat super dan memberikan yang terbaik di semester ini demi mimpi-mimpi saya.

Bismillah, lancarkanlah Ya Robb segala urusan hamba. Dan jadikanlah ilmu yang hamba peroleh cahaya bagi hamba. Tenggelamkanlah hamba dalam lautan ilmu , dan berikanlah kekuatan bagi hamba untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Allahumma amiin J

Dhesi, Semangaaaatttt !! Yes #AchiveMore 😀