Surabaya , I’m Soo In Love With You! :)

Surabaya! Ya, hampir dua bulan saya tinggal di Surabaya. Kota yang selama ini saya idam-idamkan. Sejak masih sekolah saya ingin sekali melanjutkan pendidikan saya di kota Pahlawan ini. Tapi, kenyataannya hingga sekarang mau lulus saya tidak pernah merasakan ‘nikmatnya’ kuliah di Surabaya. Sempat kabur ke Jakarta karena nggak mau kuliah jurusan pendidikan yang pasti nantinya akan jadi guru, harus adu argumen dulu sama keluarga karena saya tetap ingin keluar dari rumah. Harus membuat banyak orang mengelus dada, karena ulah saya yang sok pemberani. Bocah 18 tahun berani-beraninya menantang ibu Kota yang kejamnya lebih dari ibu tiri. Disaat teman-teman seusia saya sedang seneng-senengnya kuliah, saya malah senep karena ditolak kerja sana-sini. Oke , fix kalau teman saya kuliah jurusan favorit mereka di Universitas bergengsi, maka saya kuliah di Universitas Kehidupan jurusan sabar dan nerimo.
Setelah banyak hal yang dilalui, akhirnya saya sadar kalau saya harus kuliah. Sepertinya Allah belum mengizinkan saya untuk merasakan pahit kerasnya dunia kerja, sekian banyak lamaran saya ajukan dan hasilnya DITOLAK semua. Balik pulang ke Kediri dan mencoba mencari kerja disana, gengsi dong kalau Cuma nganggur. Kenyataannya sama saya juga DITOLAK! Memasuki tahu ajaran baru, sebuah tawaran kuliah datang. Syaratnya harus di Kediri dan jurusan Pendidikan supaya jadi Guru. Perlu waktu yang cukup lama untuk bisa berdamai dengan diri saya sendiri. Menerima kenyataan dan termasuk harus terima kalau ada cibiran dari tetangga dan teman-teman. Tapi ALLAH maha adil, atas doa dan usaha saya (tentunya support dari orang terdekat) saya bisa masuk UNIVERSITAS BRAWIJAYA dan dijurusan Ilmu Komunikasi pula.
Dari sekian kejadian dalam hidup saya, saya menjadi tahu bahwa ALLAH itu sungguh maha adil. Tidak pernah dzalim pada hambaNya. Meskipun tidak kuliah di Surabaya, tapi setidaknya karena kuliah di UB lah saya akhirnya bisa merasakan hidup di Surabaya. Meskipun hanya 2 bulan tapi, sudah sangat cukup untuk menjawab impian-impian saya dulu. Tidak hanya satu impian tapi BANYAK. Selain bisa merasakan hidup di Surabaya, saya juga akhirnya menembus Jawa Pos Grup ( JTV) untuk magang saya. Dulu saya punya impian bekerja di TV, menjadi reporter diacara jalan-jalan atau kuliner. Dan akhirnya itu terwujud saat saya magang. Sungguh ini kejaiban dari ALLAH.
Dua minggu lagi magang saya selesai, itu artinya saya harus meninggalkan Surabaya. Sempat ingin memperpanjang masa magang supaya lebih lama di Surabaya. Tapi semakin lama, semakin ingin cepat meninggalkan Surabaya. Kenapa? Karena saya ingin segera ke Malang menyelesaikan laporan magang dan skripsi saya dan segera kembali ke Surabaya. Entahlah, meskipun di Surabaya tidak hanya bahagia dan tawa yang saya dapatkan tapi Surabaya begitu berarti bagi saya. Kota inilah yang memberikan saya banyak cerita meski singkat.

“ Kamu betah di Surabaya karena pacarmu ada disana”

Meskipun tidak salah kalau ada yang bilang seperti. Tapi itu bukan alasan utama saya, Mereka hanya tahu masa sekarang, mereka tidak mengenal saya saat dulu. Saat saya masih sangat getol untuk bisa kuliah di Surabaya. Saat akan magang di Surabaya, memang saya sangat bahagia. Saya membayangkan akan sangat menyenangkan, sering bertemu pacar, punya banyak teman, diantar jemput pacar, diajak kesana kemari. Tapi kenyataannya berberbeda. Meskipun sama-sama di Surabaya tapi kami jarang bertemu karena sama-sama sibuk. Okelah, tujuan utama saya ke Surabaya memang bukan untuk pacaran , tapi untuk magang.

Semangat menyelesaikan magang yang tinggal dua minggu! 😀

Di Surabaya banyak sekali yang saya dapatkan. Ilmu untuk bekal pendidikan saya, juga ilmu untuk menjadikan diri ini lebih baik. Di Surabaya, terutama ditempat saya magang Allah tunjukkan kepada saya berbagai macam orang dengan berbagai sifat dan karakter. Allah tunjukkan mana yang benar-benar baik , mana yang setengah baik, dan yang pura-pura baik. Allah tunjukkan pada saya bahwa DIA benar-benar dekat dengan kita. Tamparan bagi saya karena masih sering mengeluh dan merasa tidak adil. Apapun yang terjadi setelah saya meninggalkan Surabaya, maka itulah yang terbaik.

“LET DREAM AND FATE TAKES ME WHERE I BELONG”

Selamat berjuang

Hey…udah lama ini gak nulis, karena gak sempat nulis. Pertamanya mohon maaf lahir batin ya (telat banget). Tapi gak apa-apalah dari pada gak ngucapin sama sekali. Setelah hampir 3 bulan libur semester sekarang waktunya kembali ke bangku kuliah. Sudah sejak tanggal 10 yang lalu saya kembali merasakan “panas” nya bangku kuliah. Baru masuk seminggu saja tugasnya udah numpuk banget.

Semester ini kalau kata cherybell ISTIMEWA. Gimana gak istimewa jadwalnya aja acakadut. Hari senin masuk jam 2 siang dan baru selasai jam 8 malam. Wawww….mantap. terus besoknya masuk jam setengah 8 pagi dan baru selesai jam 2 siang. Sesuatu banget kalau pas masuk siang trus dapat tugas dari dosen yang harus dipresentasikanbesok paginya. Benar-benar terhindar dari mimpi buruk. SERIUS. Bagaimana mau mimpi buruk kalau tidur pun jarang kalau begini terus. Yappss…ini tantangan yang harus ditakhlukkan.

Seminggu ini saya merasa bahagia dengan jadwal kuliah yang seperti itu, tapi disatu disi saya juga “frustasi” dengan jadwal kuliah yang seperti itu. Kenapa saya frustasi dan kenapa saya senang? Pertama saya sedih karena dengan jadwal yang seperti itu otomatis akan semakin menambah capek dan kondisi badan akan seamkin gampang ngedrop. Hasilnyapun juga tidak maksimal. Saat pagi tidak mungkin saya bisa istirahat apalagi tidur, nahh,,,siang-siang berangkat kuliah pas waktunya ngantuk-ngantuknya. Terus kalu pulnag kuliah juga harus mengerjakan tugas dari dosen. Jadi waktu istirahat kurang. Sedangkan tugas semakin hari semakin menggila. Tapi saya yakin dengan terus bersemangat dan ikhlas semuanya akan sangat mudah untuk dilalui.

Kedua, kenapa saya bahagia? Karena saya merasakan suasana yang hangat dikelas yang sebelumnya tidak saya rasakan. Keakraban dengan teman-teman saya semakin terasa. Karena saat masuk siang hingga malam kami punya banyak kesempatan untuk shalat bersama-bersama . tak jarang teman saya yang laki-laki menjadi imam, dan kami yang perempuan menjandi makmum dibelakang. Wwahhh…itu sesuatu yang sangat langka. Saya jadi tahu mana teman saya yang sholatnya full dan mana yang tidak. Dan itu membuat saya semakin merasa senang dan bahagia karena dikelilingi orang-orang yang baik. Semoga saya juga ikut0ikutan baik seperti mereka. Amiin.
FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN. 
Semangattt…. !!!

selamat berjuang disemester 3 😀