Belajar dari pengalaman pilu seorang sahabat.

Kemarin sehabis UTS saya sempatkan untuk refreshing sejenak sebelum kembali kuliah hari ini. Saya hangout bersama teman saya. Rencananya sih bertiga bersama teman “geng” saya. Sekalian reuni kecil-kecilan karena kebetulan kami jarang ketemu karena kesibukan masing-masing. Kami bertiga punya waktu sekitar 1.5jam untu hangout bertiga. Karena jam 2.30 salah teman saya harus bekerja kami janjian jam 1 dirumah saya. Tapi sampai hampir jam stengah 2 teman saya tidak muncul, say telepon berkali-kali tidak diangkat , sms pun juga tidak ada balasan. Kemudian dengan reflek saya berkata pada teman saya yang satunya, yang saat itu sudah ada dirumah saya.

“iki paling dia sik telpon2an karo p**”. Saya menyebut nama pacarnya teman saya itu.

“lho, mereka wes putus” kata teman saya.

“Lho, tapi kemarin2 udah balikan gitu”

“tapi sekarang putus lagi dan tetap karena alasan yang sama dan bahkan lebih parah nduk sekarang” . teman saya berbicara dengan nada serius.

“hah..maksudnya lebih parah?”

teman saya itu kemudian bercerita tentang kondisi teman saya yang satunya. Setiap kali ia menjalin hubungan, setiap itu pula ia harus terluka. Lagi dan lagi. setahu saya bukan kali ini saja ia mengalami hal yang serupa. Tulisan saya ini bukan untuk menghakimi atau membuka aib orang lain termasuk aib teman saya sendiri. Tapi inilah realita kisah percintaan anak muda jaman sekarang dan saya banyak belajar dari pengalaman teman saya itu agar tidak ikut terjerumus pada kesalahan yang sama

Kini ketika semua yang ia punya sudah diambil oleh orang yang pernah bilang cinta padanya, ia hancur. Dia sudah kehilangan harta terbesarnya sebagai seorang perempuan. Dan itu “dicuri” oleh orang terdekatnya dahulu. Dan setelah itu dia ditinggal, dan mantan pacarnya itu menggandeng adik kelas. Hingga sekarang sebenarnya saya masih tidak percaya kalau teman saya itu kondisinya seperti itu. Tapi seberapun saya menolak mempercayai itu, si “pelaku” mengakuinya. Saya masih ingat betul kami bertiga menangis bersama ketika teman saya ditinggal “kabur” si  “pencuri”. Tidak hanya itu teman saya itu bahkan sampai masuk RS karena shock. Saya sendiri mungkin tidak akan kuat kalau berada diposisi dia kala itu. Lebih parah lagi kejadian memalukan itu oleh “bekas orang yang dicintai” diceritakan pada pacar barunya dan setelah itu berita menyebar. Saya saat itu sampai bingung menjawab ketika ditanya oleh teman yang lain. saya selalu menjawab tidak tahu, karena memang saya tidak tahu, kalaupun tahu saya tidak mungkin bercerita.

Waktu terus berlalu, saya ikut senang karena perlahan ia bisa bangkit dan menjadi lebih baik. Saya semakin senang karena belakangan ia mulai mau membuka hati lagi untuk laki-laki. Dan ia menjalin hubungan dengan orang itu. Bahkan saya dengar hubungannya sudah serius. Tapi, beberapa bulan lalu dia bercerita kalau dia diputus oleh pacarnya karena alasan yang tidak jelas. Kejadian itu berlangsung beberapa minggu setelah ia bercerita  mengenai keadaannya kepada pacarnya itu. Dan yang membuat teman saya samapi shock dan sampai masuk RS lagi adalah Mantan pacarnya yang semula mau menerima keadaannya tiba-tiba memutuskan dia dengan alasan ia tidak bisa menerima keadaan teman saya itu. Belakangan ia tahu kalau ada wanita lain dibalik kata putus itu.

Kemudian mereka balikan. Dan setelah itu saya tidak tahu kabar mereka karena kami sama-sama sibuk. Sampai kemarin teman saya yang satunya itu bercerita kalau mereka berdua sudah putus. Kali ini bukan karena wanita lain melainkan karena si laki-laki itu selalu mengungkit masa lalu teman saya. Saya kaget mendengarnya, karena yang saya tahu dulu si laki-laki itu mengejar teman saya abis-abisan. Bahkan ditolak pun tidak mempan, tapi akhirnya seperti who knows??

Sebenarnya masalah seperti ini banyak terjadi dikalangan remaja saat itu. Pergaulan sudah semakin bebas bahkan hingga berbuat yang tidak manusiawi. Dan cerita sepeti ini bukan pertama kalinya saya dengar. Dulu saat SMA saya juga pernah melihat teman satu sekolah saya bertengkar hingga ramai bahkan sampai tindak kekerasan. Sepasang mantan kekasih bertengkar hingga semua kata-ata kotor bahkan kekerasan fisik keluar karena si perempuan tidak terima aibnya dibuka dan disebarkan sama mantan pacarnya. Kejadian itu sangat membekas diingatan saya, sekaligus sebagai “tamparan hebat”buat saya. Sebagai wanita harga diri saya ikut terinjak-injak oleh laki-laki yang dulu bilangnya sayang dan cinta pada kita tapi ternyata malah menghancurkan.

Pertanyaan saya sekarang, apa semua laki-laki itu seperti itu? Apa semua laki-laki itu tidak bisa menjaga mulutnya dan bangga menceritakan dosanya sendiri pada orang lain? apa lelaki itu merasa ke-jantan-nya itu perlu diakui oleh semua teman-temannya? Dan apa lelaki itu merasa keren kalau bisa “begituan” sama setiap pacarnya, makanya diceritakan pada teman-temannya?

Tentu saja ini tidak bisa digeneralisasi pada semua laki-laki. Karena saya yakin masih ada laki-laki baik diluar sana yang bisa menjaga kehormatan dirinya dan juga orang yang ia cintai. Hanya saja kebetulan yang saya temui adalah laki-laki yang seperti itu. Menurut saya kendali ada ditangan keduanya. Tidak hanya di laki-laki maupun dipihak perempuan. Ingatlah, kalau pacaran itu tidak sama dengan menikah. Pacaran itu hanya sebatas mengenal pribadi satu sama lain bukan mengenal alat reproduksi satu sama lain.

Semoga kejadian diatas bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Terutama bagi kita yang perempuan supaya hati-hati agar tidak termakan rayuan laki-laki. Menjadi pembelajaran kalau kita para wanita berhak diperlakukan baik dan dihormati bukan hanya dijadikan alat pemuas nafsu laki-laki yang ngakunya cinta pada kita. Dan bagi laki-laki yang membaca tulisan ini agar lebih bisa menghargai pasangannya dan menyadari kalau wanita itu bukan boneka yang bisa dimainkan sesuka hati. Dan menceritakan perbuatan dosa pada orang lain bukan jantan namanya. Kejantanan seorang laki-laki bukan ditunjukkan berapa kali ia tidur dengan pacarnya. Ingat yaa hanya PACAR bukan ISTRI :D. Dan menyebar aib pacar itu sama juga menyebar aib diri sendiri.

sweet 21 PART 1 :)

Akhirnya bisa nulis lagi, setelah diberondong tugas yang bejibun akhirnya bisa nulis lagi. Walaupun telat saya akan menulis tentang bab baru dalam hidup saya. 4 desember yang lalu saya berulang tahun yang ke 21, alhamdulilah masih diberi kesempatan untuk hidup hingga 21 tahun. Semoga diusia yang semakin dewasa ini, sisa hidup saya dapat berguna untuk orang lain. Dan semoga sisa usia saya brokah. Amiin

Ulang tahun saya kali ini terasa sangat spesial dan berbeda dari ulang tahun yang sebelumnya. Tetap ada kado dari keluarga dan doa . hehe. Terasa makin spesial karena diulang tahun saya yang ke 21 tahun ini sudah ada pacar yang mendampigi saya merayakan ulang tahun 😛 hehe. Terimakasih buat keluarga, pacar , sahabat ddan teman yang memberi ucapakan selamat dan doa untuk saya. Terimaksih juga kejutan-kejutan dan kado yang  diberikan kepada saya.

Well, saya akan cerita kejadian-kejadian yang terjadi ulang tahun saya dan sehari setelah ulang tahun saya J .  4 desember 2012 jam setengah 3 pagi pacar sms memberi ucapan selamat dan doa, setelah itu sahabatku nida menyusul memberi ucapan di jam 5 pagi. Saat masuk  kuliah , begitu masuk kelas saat saya membeuka pintu tema-teman bernyanyi happy bday suntuk saya lalu satu persatu memberikan selamat kepada saya. Begitu juga dengan teman-teman yang lain mereka memberikan ucapan dan tidak lupa meminta traktiran. Hhoho. *traktir permen aja ya 😛 * oyaa ,..saya dapat kado jilbab cantik dari sahabat saya dikelas ( marta, jeni, sendy dan vita thanks sist :* )

Gambar

Hari itu cuaca sedang tidak bersahabat, dari jam 3 sore sampe malam hujan terus, padahal pacar mau ke kediri. Yappss… saya dibikin was-was sama hujan , bagaimana kalau sampai hujannya tidak reda sedangkan pacar lagi otw  ke kediri dari surabaya. Dan kekhawatiran saya terjawab, sampai sore hujan tetep ga reda juga. Saya sudah panik, karena hari itu saya berencana merayakan ulang tahun bareng pacar.

Jam 5 sore mas e, sudah nyampek kediri, dan di Kediri hujannya tambah gede. Dia turun di terminal dan menunggu saya dihalte terminal. Sebelumnya dia tidak bilang kalau dia sudah sampai dari jam 5, karena takut bikin saya tambah panik dia sms saya dan menyuruh saya untuk tetap tenang. Sekitar jam setengah 6 dia sms lagi bilang kalau dia sudah di terminal dan menunggu dihalte , padahal saat itu hujannya makin gede dan mendungnya gelap banget. Dirumah saya galau habis, keluar masuk rumah Cuma buat ngeliat hujan udah reda apa belum. Hehe padahal dari suranya saja sudah keliatan kalau hujan diluar deres banget. Mas e bilang kalau jangan nemui dia dulu sebelum hujan reda. Gilaaakkk… !!!! saya sempat bertengkar gara-gara itu, dia jauh-jauh ke kediri trus ujung-ujungnya gak ketemu saya gara-gara hujan. Pikiran saya gak tenang, dan hanya memikirkan pacar, dia jam 2 baru pulang kuliah dan langsung cuss ke kediri. Apa dia sudah makan apa dia baik-baik saja, sementara kediri masih asing baginya, galau abis mikirinnya.

Oke… saya akhirnya sholat maghrib dulu. Setelah itu saya kembali galau. Papa tidak mungkin memberikan izin kepada saya untuk keluar karena hujan. Akhirnya saya kembali mondar-mandir keluar masuk rumah. Hehe…mungkin karena kasihan melihat saya galau. Mama akhirnya bilang gini “yo wes lak selak dienteni koncone ndang budal” whooaaaa… secepat kilat saya langsung ganti baju dan langsung pakai mantel. Ngibriitttt nemui pacar yang udah jamuran nunggu dihalte. Hehe. Mama perhatian banget dan paham betul kalau anaknya ini mau bertemu pujaan hatinya. Sebelum berangkat , pagar dibukain dan dianter sampai saya keluar dari rumah. Sebelum berangkat mama bilang hati-hati, kalau mau pacarnya diajak kerumah” saya hanya tersenyum menjawab kata-kata mama.

Dingin banget ternyata diluar, hmm bagaimana dengan mas e yang dari jam 5 sudah di halte. Akhirnya sampai dihalte dan saya temukan dia seorang diri berdiri di halte sedangkan hujan terus-terusan mengguyur rasanya ingin menangis. Terharu. begitu tau kalau yang barusan turun dari motor itu saya, dia langsung tersenyum. Ahhh…mas e kamu baiik banget .

Saya lihat jaket dia basah, baju dan celanya basah. Begitu juga dengan sepatunya. Rasanya mau nangis melihat kondisi dia. Seakan paham dengan apa yang saya pikirkan dia langsug tersenyum dan bilang kalau tidak apa-apa. 1,5jam berdiri dihalte seorang diri dalam keadaan hujan hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun buat pacarnya. Haaaah…. rasanya saya teramat istimewa malam itu. Saya yang dari rumah sudah berkaca-kaca  menahan air mata, saya urungkan untuk mengeluarkan air mata saya. Melihat dia terus tersenyum saya urungkan untuk menangis dan tersenyum bersama dia. Saya tahu dia pasti lapar dan sangat capek, tapi demi saya dia rela jauh2 ke kediri .

Gambarsuasana pas hujan, @halte.

Sekitar satu jam  dihalte menunggu hujan reda, saya dan dia akhirnya nekat ke dhoho plasa, makan di KFC. Saya awalnya menolak makan disitu, dan minta makan nasgor dipinggir jalan  saja, tapi dia ngotot tetep mau makan di KFC. Setelah makan dia ngajak saya jalan di dhoho plaza nyari sandal buat dia dan kado buat saya 😀 . Dia sengaja tidak membawa kado apa-apa dan memilih membelikannya dikediri biar saya milih sendiri katanya. Hehe. Walaupun gak dikado , dia jauh-jauh datang itu sudah jadi kado teramat istimewa buat saya. Dan akhirnya saya membeli wedges. Dia kemudian mengganti semua uang yang saya keluarkan termasuk uang parkir. Masyaallah…

pas lagi makan @KFC

wedges cantik kado dari pacar :)
wedges cantik kado dari pacar 🙂

Dia bilang ini hari spesial saya jadi dia mau memperlakukan saya bak ratu. Walupun hanya bersama selama kurang lebih 3 jam. Dia harus kembali ke Surabaya. Inilah saat yang paling saya BENCI, ketika harus mengantarnya kembali ke kota perantauannya. Saat menunggu bus, itulah hal yang paling saya benci, karena saat itu saya harus berpisah dengan dia, dan kembali saya harus berteman rindu. Malam itu, meskipun singkat  dan hanya diisi makan dan beli sepatu tapi itu perayaan ulang tahun saya yang sangat spesial , ualang tahun paling indah selama 21 tahun hidup saya.

Sekali lagi terimakasih buat keluarga, pacar, saudara, sahabat, dan teman yang telah mendoakan yang terbaik dihari ulang tahun saya.

To be continue……..

Selamat Datang Kembali

Selamat datang kembali disini . Selamat menulis kembali. sudah lama rasanya saya meninggalkan rutinitas tulis menulis. biasanya saya gemar sekali menulis segala sesuatu yang saya alami entah itu senang ataupun sedih. Tangan saya dengan lincah menari-nari diantara tuts keybord lappy ato di hape bahkan di note kecil. Tapi beberapa bulan ini kebiasaan itu hilang. Saya jarang sekali menulis akhir-akhir ini bahkan di hape sekalipun. Hari ini saya kembali menulis untuk mengobati rasa rindu menulis. Sekalian menularkan minat menulis kepada pacar. Dia mulai tertarik menulis dan ingin membuat blog. Hehehe..

Sejak dulu saya suka menulis apapun yang saya alami di diary, namun semenjak diary saya dibaca kakak, saya jarang menulis lagi. Hingga pada tahun 2008 saya mengenal blog. Saat itu saya membuat blog di blogspot, dan menulis apapun disitu. Semua kejadian yang pernah terjadi dalam hidup saya tertulis diblog yang saya sebut ‘rumah rahasia’. Masa alay, lebay dan ababil tertulis disitu. Tulisan saya saat itu sangat ‘nggilani’ , bahkan saya sendiri geli melihat tulisan saya kala itu. Maklum saat menulis itu saya baru berusia 16tahun dan duduk di bangku kelas 2SMA. Itu merupakan masa ter’lebay’ dan
‘alay’ saya. Sekarang usia saya sudah 20tahun , sudah saatnya mengakhiri masa alay. Saat saya memutuskan untuk pindah dari ‘rumah saya’ di blogspot ke ‘rumah’ baru di wordpress saya punya keinginan untuk berbagi cerita dan meninggalkan masa alay saya, tidak lagi menulis dengan gaya alay ala anak smp sma. Tapi disebagian posting saya sebelumnya masih saja ‘lebay’ hhehhe. :p .

Banyak sekali kejadian yang terlewatkan karena saya tidak menulisnya. Maklum akhir-akhir saya disibukkan dengan berbagai macam tugas kuliah yang lumayan bikin capek otak dan fisik. Hmm…harus cerita darimana dulu ini.?

Oke cerita saya awali dengan tumpukan tugas kuliah. Sebagai mahasiswa semester dua yang sok bergaya ambil 24sks saya kaget dengan banyaknya tugas yang menjadi taggungan saya. Di semester satu saya masih bisa santai tapi tidak disemester 2 ini. Terasa sekali kerja kerasnya. Well, i like it. Saya suka meskipun  harus berangkat pagi dan pulang ketika hari sudah  malam. Bahkan pertengkaran dengan teman pun saya alami, kami bertengkar hanya karena memperdebatkan tugas. tugas dari dosen lebih banyak tugas kelompok jadi mau tidak mau harus beradaptasi dengan semua sikap teman. Saya beruntung mendapatkan kelompok yang baik. Walaupun tak terbantahkan saat bekerja kelompok saya dan teman2 mengalami sedikit selisih paham. Namun keadaan itu tak pernah berlangsung lama , saat suasana mulai tidak enak ditambah capek emosi gampang sekali tersulut. Ketika hal itu sudah salah satu dari kami ada yang mencairkan suasana. Kami lalu saling memandang satu sama lain lalu tertawa bersama tak jarang kami saling peluk cium. Untung saja semua anggota kelompok perempuan jadi tidak ada yang dirugikan.

Tugas Public Relation walaupun berat tapi banyak memberikan hikmah. Dari situ saya tahu karakter teman-teman saya. Selain itu keberanian saya muncul. Dari yang pemalu dan penakut bila harus berhadapan dengan orang lain menjadi hilang. Dan saya lebih percaya diri bila harus berhadapan dengan orang lain yang belum saya kenal.

Selanjutnya , saya bersyukur karena ini bulan kedua yang saya lalui bersama mas e. Alhamdulilah sejauh ini tidak ada masalah yang berarti. Dan saya sangat beruntung karena punya pacar yang sangat sabar. Walaupun hanya sekali ia tak pernah marah atau berkata kasar pada saya. Selalu menuruti apa yang saya inginkan dan dia selalu bilang “Aku pingin buat kamu bahagia”. Sesibuk apapun ia tidak pernah lupa memberi kabar dan selalu menyempatkan diri untuk menemui saya meskipun kami tinggal dikota yang berbeda istilah gaulnya LDR (Long Distance Relationship). Kehadirannya memberikan warna berbeda dalam hidup saya. Dialah sosok yang selama ini saya cari. Seseorang yang tidak hanya bertanya “Kemana kita besok?” , tapi seseorang yang bertanya “Bagaimana kita besok?”. Ya…selalu lagi saya bersyukur dan beruntung bisa menjadi bagian hidupnya. Dia juga menjadi pemacu semangat saya untuk berbuat yang lebih baik , tidak hanya di akademis tapi juga dikehidupan sehari-hari.

Well…itulah cerita saya . Semoga kedepannya ‘rumah’ saya ini tidak hanya menjadi diary online saja tapi juga bisa memberi manfaat bagi pembacanya. Perlahan tapi pasti blog ini akan saya jadikan ‘rumah bersama’ tidak hanya ‘rumah rahasia’ seperti sebelumnya. Dimana didalam ‘rumah’ saya ini kita bisa saling berbagi. Kita mulai dari hal yang sederhana dulu. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama.

Maybe I’m Dreaming !!

Apa saya bermimpi?
Sepertinya kenyataan yang ku alami sekarang lebih indah dari mimpiku tadi malam. Sepertinya aku bermimpi tapi ini nyata. !
Sekali lagi Ini nyata. (sengaja diulang biar kesannya lebih dramatis :p).

2bulan lalu kita tidak saling mengenal, lalu sebulan yang lalu kita jadi dekat, dan sekarang kita membingkai indah kisah kita dalam suatu hubungan. Ahh..sepertinya ini terlalu cepat. Tapi, mau bagaimana lagi. Tujuan kita sama..dan bersama kita melangkah ke hubungan yang lebih dekat. Kalo jaman muda dulu hubungan ini disebut pacaran. Yaa…pacaran. ! Saya akhirnya punya pacar… Ahhaaaha #gluudaak.

Saya beruntung mendapatkan pacar seperti dia. Sebelumnya  Dia adalah pacar imajiner saya. Saya berharap punya pacar seperti dia, dan ternyata sekarang saya menjadi pacar nya.

Cerita kami berawal dari sebuah keisengan sms. Dia dapat nomer ku dari temanku yang juga teman dia. Dari awal dia sms aku ‘selamat pagi’ . Aku yakin kalo dia itu orang yang baik. Ini aneh tapi nyata. Hatiku rasanya sudah mengenal mr.X yang sms aku pagi-pagi sekitar dua bulan lalu. Aku memilih untuk menanggapi sms geje itu , padahal biasanya aku paling males sama yang begituan. Tapi entah kenapa kali ini rasanya beda. (baca ttg dia di postingan sebelum ini).

Minggu lalu aku ke surabaya , dan disana bertemu dengannya. Pertemuan yang singkat tapi berakhir dengan status baru yaitu berpacaran di esok harinya. Sebenarnya aku sudah merasa kalo dia ini berharap lebih padaku beberapa minggu sebelumnya. Kami sudah dekat tapi tak pernah ada kata2 yang terucap. Bisa dibilang HTS an. Sebenarnya dari kata2nya sudah jelas terlihat, tapi aku cuek dan memilih tidak menanggapinya. Tak pernah terlintas dipikiranku kalo aku  bakal jadi pacarnya dan dicintai olehnya. Kali ini bukan aku dulu yang mulai tapi dia. Hehe.

Dari awal kenal sepertinya dia sudah tau aku ini seperti apa. Aku berkali kali bilang kalau aku ini tidak pantas untukknya. Aku ini bukan perempuan yang baik. Aku tidak sepadan dengan dia, aku berbeda dengannya. Jalan kami sangat berbeda. Tapi semakin saya menghindari dan semakin kubuka kelemahanku, dia justru semakin yakin kepadaku. Nahhh…lhohh ini orang kok aneh.

Okee….intinya saya bahagia dan hingga sekarang tidak percaya sama kenyataan ini. Tapi ya inilah kenyataannya.
Semoga hubungan ini bertahan lama hingga menjadi suatu hubungan yang halal. Amiin