Saya dan “Malaikat”

Sebenarnya apa sih yang kita cari dalam hidup yang singkat ini? Bukankah setiap dari kita yang hidup akan merasakan mati? Bukankah mati itu mutlak? BENAR! MATI adalah MUTLAK bagi setiap makhluk yang hidup. Saya percaya, bahwa kematian sangat dekat dengan dengan saya. Dimanapun dan kapanpun kematian bisa dengan sangat tiba-tiba datang menyapa kita, hingga untuk sekedar pamitan saja tidak bisa. Hingga saat ini saya masih tidak percaya kalau seseorang yang selalu menjadi kebanggaan dikeluarga besar saya telah pergi meninggalkan saya dan keluarga dengan sangat cepat. Tulisan ini adalah tulisan saya tentang kakak sepupu saya yang amat saya sayangi.

Kakak Sepupu saya sebelumnya tidak punya riwayat penyakit yang parah, bahkan sebelum meninggal ia hanya mengeluh sakit pusing saja. Allah maha baik, dengan hanya memberinya sakit selama satu minggu lalu Allah memanggilnya supaya tidak merasakan sakit lagi. Kepergiannya sungguh membuat seluruh keluarga terpukul. Dia yang begitu dibanggakan, justru pergi terlebih dulu tanpa sempat berpamitan. Tidak terkecuali saya, sehari sebelum meninggal dia masih sempat menggenggam tangan saya dan meneteskan airmata sewaktu saya membisikkan shalawat dan istighfar ditelinganya. Walaupun dalam keadaan koma , dia masih mampu mendengarkan suara saya buktinya dia merespon saya dengan menggenggam tangan saya.

Meskipun hanya seorang kakak sepupu tapi dia lebih dari itu. Saya sudah seperti adik kandungnya, bahkan kedua orang tuanya juga tidak membedakan saya dengan dia dan kakaknya. Kami bertiga dibesarkan bersama dan diasuh oleh orang yang sama, sehingga nyaris tidak ada yang tahu bahwa saya adalah “orang lain” dalam keluarganya. Tetangga, teman-teman saya, teman-teman pakde saya semuanya taunya saya ini adalah anak mereka. Memang aneh struktur keluarga saya, sangat kacau. Dan saya sendiri kadang bingung dengan identitas saya sendiri, apalagi kalau sudah berurusan dengan pencatatan sipil. Kedua orang saya masih lengkap tapi sudah bahagia dengan hidupnya masing-masing.

Kalau sudah berbicara keluarga, saya pasti teringat kakak sepupu saya. Dia selalu bilang bahwa status saya adalah sama dengan dia dan kakaknya dikeluarga itu. Dia juga yang selalu menguatkan saya disaat saya merasa down, dan merasa tidak adil dalam hidup. Dia selalu berkata kalau dia akan melindungi saya, akan selalu menjaga saya, menyekolahkan saya hingga pendidikan tertinggi, hidup saya menjadi tanggung jawabnya. Saya masih ingat betul, saat saya hendak pergi ke Jakarta merantau. Mencoba nasib saya di Jakarta. Dia dan keluarganya tidak merelakan saya pergi. Tapi saya merasa, tidak enak terus merepotkan keluarganya. Saya sudah sangat senang karena disekolahkan oleh orang tuanya bahkan dengan fasilitas yang  tidak berbeda dengannya hingga lulus SMA.

“Kamu apa bisa bertahan disana? Kamu kan gak pernah hidup susah. Sudahlah kamu disini aja tunggu sampe aku dapat kerja. Hidupmu jadi tanggung jawabku, kamu mau apa aku turuti. Kamu mau kuliah? Mau motor baru? Tunggu , aku akan belikan kalau aku uah ketrima kerja”

Begitu yang selalu ia katakan. Tidak hanya dia yang meminta saya untuk tidak pergi, ibu dan kakaknya bahkan sampai menangis meminta saya supaya tidak pergi ke Jakarta. Tekad saya sudah bulat untuk menyusul ibu saya dan mengadu nasib di Jakarta. Keluarga ini memang sangat luar biasa baiknya kepada saya. Meskipun satatus saya hanya keponakan bagi mereka, dan sepupu bagi anak-anaknya tapi perlakuannya melebihi kedua orang tua saya. Entahlah.. mungkin ini takdir dari Allah untuk saya, kedua orang tua saya berpisah namun Allah ganti dengan keluarga yang lengkap untuk saya.

Bagaimana saya bisa membayar semua ini? Hutang budi yang tiada akan pernah habis saya bayar lunas. Sedari kecil mereka rawat saya, sebagaimana mereka anak mereka. Mereka berikan juga kepada saya apa yang mereka berikan untuk anak-anak mereka. Banyak yang bilang bahwa saya beruntung karena punya pakde-budhe yang seperti mereka. Ya.. saya memang sangat beruntung. Allah memang maha adil, saya percaya itu. Setelah kepergian kakak sepupu saya, hanya tinggal saya dan kedua orang tuanya yang tinggal dirumah. Dirumah yang seharusnya menjadi istana bagi kakak saya.

Saat masih dirumah sakit, ketika dokter menyampaikan berita duka itu kakaknya meminta saya untuk menjaga ibunya. Menjaga kedua orang tuanya. Saya tidak mampu berkata apa-apa, saya hanya terdiam dan menangis. Saya tidak percaya saya kehilangan orang  yang saya sayang. Saya dan kakaknya hanya bisa terduduk lemas didepan pintu ICU, lalu dengan tegar bapaknya memeluk saya dan kakaknya. “ayolah nduk, kalian harus kuat. Jangan menangis semua sudah takdir  Yang Kuasa. Lihatlah papa, apa kalian tidak kasihan pada papa”  begitulah kata papanya. Kami langsung mengusap air mata dan dengan berat hati kami berdua bangkit dari duduk kami dan bergegas mengemasi barang-barang untuk dibawa pulang. Kakak membantu mengurus jenasah, sedangkan saya dan suami kakak beres-beres barang dan segera menyusul ambulans pulang kerumah.

Saya benar-benar tidak percaya, kalau dia akan pergi secepat itu. Ibunya tak sadarkan diri, begitu juga dengan nenek saya yang juga ikut tidak sadarkan diri karena ditinggal cucu kesayangannya. Suasana begitu menyedihkan, saya sibuk dengan urusan pemakaman dia. Karena tuan rumahnya tidak bisa apa-apa karena masih belum sadarkan diri. Kakak dan suaminya sibuk menenangkan ibunya dan nenek saya. Sementara saya mondar-mandiru mengurusi permintaan ibu-ibu untuk persiapan pemakaman sekaligus menjadi wakil keluarga untuk menemui para pelayat kalangan ibu-ibu. Ditengah ramainya pelayat, saya mendengar ada yang sedang membicarakan saya. Siapa saya, kenapa bisa ada disini, dan banyak seliweran tentang saya. Saya hanya diam dan tidak peduli.

Saya menyaksikan seluruh rangkaian acara pemakaman kakak sepupu saya yang amat saya cintai. Bahkan saya masih sempat mencium jenasahnya. Dia masih tetap sama, tetap ganteng. Bahkan ketika penutup jenasahnya dibuka, tetangga dekat yang melihat terutama ibu-ibu histeris karena tidak percaya kakak saya sudah tidak ada. Disaat itulah , untuk pertama kali selama hidup bersama dikeluarga ini, saya melihat papa menangis tersedu-sedu meskipun hanya sebentar. Pasti begitu sakit dan sedih melihat anak kesayangannya sudah terbujur kaku dihadapannya. Saya dekati beliau, dan saya bilang “sudah jangan bersedih pa, bukankah tadi papa bilang kalau kita semua harus kuat. Ini takdir Allah”.

Sementara itu mama terus tidak sadarkan diri, sebentar-sebentar pingsan. Lihatlah, betapa posisi saya sangat dianggap dalam keluarga ini. Ditengah “ketidaksadarannya” ibunya memanggil-manggil saya untuk mendekat dengannya. Saya dan kakak lalu memeluk ibunya, saya peluk sambil menenangkannya. Dari mulut ibunya terucap nama saya, disebutlah saya sebagai anaknya. Saya dan kakak adalah anak-anaknya yang tersisa. Dan beliau tidak ingin kehilangan anaknya lagi. Betapa terharu sekali saya, saya yang bukan siapa-siapa punya arti bagi mereka.

Ketika selesai acara pemakaman dan dirumah mulai sepi pelayat, hanya tinggal saudara-saudara saja saya seperti mengalami dejavu. Dirumah terpasang tenda dan ramai saudara-saudara, sama seperti dua tahun sebelumnya diacara pesta pernikahan kakak. Saya dan almarhum kakak ikutan sibuk mempersiapkan acara manten. Tapi kali ini, tidak ada suka cita, tidak ada tawa canda yang ada hanya tangisan , karena kami semua sedang berduka. Hampir setiap orang yang saya temui, orang yang mengenal saya selalu bilang “jaga mamamu ya, jaga mamamu ya!”

“Ibumu memang ibu yang hebat Mas! Keluargamu memang keluarga yang hebat”

Mas apakah disana kamu bahagia? Aku yakin kamu bahagia. Semoga allah mengampuni segala kesalahan-kesalahanmu, dan semoga Allah menempatkanmu ditempat yang paling Indah disana. Terimakasih telah menjagaku selama hidupmu. Terimakasih telah menjadi kakak yang terbaik sepanjang masa. Kakak yang rela capek hanya demi antar jemput “adiknya” dimanapun dan kapanpun, saya butuh diantar jemput. Kakak yang selalu nyebelin sekaligus ngangenin. Saat kecil bahkan sampai aku dewasa kamu selalu menghapus air mataku dan menganntinya dengan senyum. Percayalah , aku disini selalu merindukanmu. Begitu juga dengan kedua orang tuamu yang masih sering menangis bila ingat kamu.  Tenanglah disana..

Apakah disana tidak ada Skype? Aku kangen , videochat sebentar seperti biasa kalau lagi berjauhan tapi kangen apa nggak bisa? Aku amat merindukanmu, bahkan bersama ibumu tadi kami berdua menangisimu karena merindukanmu. T___T . Kamu dan keluargamu seperti “malaikat” yang dikirimkan Allah untuk melindungiku disegala macam keadaan. Terimakasih telah memberikan “hidup” di hidupku yang seperti ini. Orangtua dan kakakmu adalah orang yang paling berarti dalam hidupku. Aaahhhhhhh…….Sumpaahhhhh aku kangeen kamu!!!

Yang selalu merindukanmu

22 Maret 2014 23.40 WIB

 

 

Let’s Move on :)

Bagi seseorang yang baru saja mengalami putus cinta pastilah sangat menyakitkan. Dunia mendadak suram dan lingkungan rasanya tak lagi bersahabat. Semuanya selalu berhungan dan mengingatkan pada dia, dia dan dia yang telah menjadi mantan.

“aku galau, aku tak bisa hidup tanpamu, bagaimana bisa kamu mengkhianati janji kita, aku masih sayang kamu, please, jangan tinggalin aku,tanpamu aku butiran debu dan blaa blaa “

Itulah kata-kata yang biasanya keluar dari mulut orang yang baru patah hati karena putus dari sang kekasih. Susah move-on kalo bahasa gaulnya sekarang. Move-on sering kali menjadi sesuatu yang sangat sulit ketika seseorang baru saja putus. Kenangan-kenangan yang dibuat bersama dengan sang mantan yang selalu membuat kita susah untuk move-on dan menjalani hari seperti biasanya saat belum bersama dengan mantan. Bukankah dulu sebelum beracaran kita juga sendiri?? Dan kita tetap hidup kan, tetap bisa beraktivitas kan?? Lalu, kenapa saat sudah putus kita bilang “aku tidak bisa hidup tanpamu” .

Padahal pacar itu hanya memberikan sedikit kontribusi dalam hidup kita. Pacar itu kan belum menjadi suami kita. Porsi pacar dalam hidup kita tak lebih 30%, lain halnya ketika ia telah menjadi suami/istri kita. Ketika sudah menjadi suami/istri kita ibarat 2 tubuh yang hanya punya satu jantung, tidak bisa dipisahkan. Nahh..kalau pacar??

Move on sama halnya dengan sakit. Tidak akan sembuh kalo tidak diobati kalaupun bisa sembuh tanpa obat pasti memakan waktu yang cukup lama. Sedangkan kita akan semakin tersiksa dengan sakit yang kita alami. Nah…saat kita baru aja putus apa yang seharusnya kita lakukan agar cepat bangkit dan tidak perlu waktu yang lama untuk move on. Berikut tips dari saya (pengalaman 😛 ) semoga bermanfaat :

1. Menulislah
Kata orang menulis adalah obat galau yang paling ampuh. Tulislah apa yang ada dipikiranmu kalau perlu tulis semua keburukan mantan dan tempel didinding kamarmu. Ini akan sedikit mengurangi rasa kecewa dan penyeselanmu karena putus dengan pacar.
2. Banyak bergaul dengan teman dan mencari kegiatan
Putus dengan pacar itu artinya kamu semakin punya banyak waktu untuk teman-temanmu yang selama ini kamu cuekin karena ada pacar. Sibukkan dirimu agar tidak terus teringat mantan, bantu ngepel atau nyuci piring juga boleh. Hehehe.
3. Jangan langsung memutuskan komunikasi
Walaupun sudah putus jagan langsung memutus komunikasi. Say haii , masih diperbolehkan kok. Hehe. Pelan-pelan saja karena pastinya kita akan sangat berat bila langsung tidak terima kabar dari dia. Sehari cukup satu atau dua kali sms saja.
4. Cintailah dirimu sendiri
Manjakan dirimu sendiri. Buatlah dirimu berarti . karena dirimulah yang paling mengerti dirimu. Katakan pada dirimu sendiri I LOVE YOU, BUT I LOVE MY SELF MORE. Hihihi.
5. Datangi tempat yang menyimpan banyak kenangan kalian berdua
Yang satu ini sedikit ekstrem, buat yang menderita galau akut. Orang yang punya penyakit jantung dan semacamnya DILARANG keras mencoba ini, kalau tetep ngeyel resiko ditanggung penumpang. Hehehe 😛

Putus cinta trus galau itu ibarat orang yang lagi sakit sekarat tapi gak pernah mau berobat. Terus-terusan manjain sakitnya dan terus merasa tentram walaupun sakit terus menggrogotinya. Mereka tidak mau berobat dengan alasan obat itu pahit, kalo berobat ke dokter itu disuntik, dan disuntik rasanya sakit. Memang.. !!! siapa bilang obat itu manis dan suntik itu tidak sakit, tapi bukankah sakitnya, pahitnya Cuma sebentar tapi setelah itu cepat kita tidak lagi meraskan sakit? Kita juga tidak lagi kesakitan setiap malam. Sama hal nya dengan orang yang lagi putus cinta, bawaannya ga rela kalau harus melepas semua kenangan yang udah dibangun bersama mantan. Terlalu manis, terlalu indah , terlalu sayang untuk dilupakan. Dan akhirnya lebih memilih terus tinggal bersama kenangan dan luka yang disimpan rapi didalam hati. Terus meratapi kisah cinta yang dulu tanpa pernah mau berpikir untuk maju. Heelooooo…mungkin disana mantan mu sudah say goodbye sama semua kenangan kalian, mungkin dia sudah happy sama pacar barunya, dan mereka sudah jauh melangkah kedepan, sedangkan kalian??? Coba pikir lagi kondisi kalian. Mengenaskan

Galau karena putus cinta jangan lantas menjadikan kita berubah menjadi orang lain. Kita berlindung pada kata GALAU, SEDIH, dan berusaha menunjukkan kalau kitalah orang termalang didunia karena ditinggal pacar. Picik bin cupet banget pikiran kita kalau seperti itu. Dunia terlalu indah untuk sebuah kata ‘GALAU’ apalagi hanya karena putus cinta.

PS : catatan ini saya buat untuk menyemangati teman-teman saya yang mungkin saat ini sedang galau. It’s tim to over your ‘GALAU’ lets make our life joyfull dan wonderfull 
Semangaaattt !!!! : D
‘dhe’

Stop Your G A L A U

galau

Tadi malam, saat saya membuka facebook di beranda saya muncul note seorang teman yang ia menulis suasana hatinya yang sedang kacau karena baru putus cinta. Tulisan yang ia buat sangat mendayu-dayu dan penuh dengan rintihan perih luka yang masih basah. Saat membacanya saya tersentak, dan berpikir apakah ia sebegitu tersiksanya karena berpisah dengan wanita pujaannya?? Perpisahan tentu saat menyakitkan dan saya yakin di dunia ini tidak ada seorangpun yang ingin berpisah dengan orang yang dicintai.

Teman saya, itu sekarang seperti orang yang linglung dan setiap pandangan matanya haya tatapan kosong. Raganya memang disini, tapi saya tak yakin kalau hati dan pikirannya berada disatu tempat dengan raganya. Akhir-akhir saya dikelilingi orang-orang yang lagi galau karena putus cinta, mulai dari teman akrab saya yang sudah bereteman dari kecil, hingga teman ‘abal-abal’ yang saya tidak mengenalnya secara personal.

Didalam kelas saya saja, ada dua orang yang galau karena baru putus dan keduanya berjenis kelamin laki-laki yang katanya sangat mudah buat move on.  Tapi kenyataan di TKP, tidak seperti itu. Lelaki ternyata kalau lagi galau bisa jadi makhluk yang paling lemah, dan bahkan lebih lebay dibandingkan wanita. Rintihannya tak kalah mendayu-dayu dibandingkan dengan wanita. Setidaknya itulah realita yang saya liat dikelas saya.

Ketika teman wanita saya yang curhat tentang ke-Galau-annya dengan eksprsi yang mendayu-dayu saya masih bisa maklum dan saya menjadi sangat maklum dan paham karena sayapun mungkin seperti itu ketika saya galau. Tapi kali ini berbeda, dua makhluk lelaki ini beda. Mereka menjadi jauh lebih melow dibandingkan dengan wanita, dan kadang tingkahnya jauh lebih menyebalkan dan saya pikir mereka tidak lagi menjadi diri mereka sendiri saat mereka galau.

Apa yang bisa saya lakukan untuk kalian wahai temanku?? Saya miris melihatnya.

Let’s over your galau-ing and let’s move on. Your day is soo beautiful if you start your day with spiritfull and let the times wiped your sadness. Let your broken love be a history in ur life and be part of your life.

‘dhe’

True Friend

sahabat ?? apa sih arti seorang sahabat buat kalian?? pasti jawaban dari setiap orang berbeda-beda. Karena setiap orang punya pandanganmya sendiri tentang arti sahabat itu sendiri. kalau menurut ku sahabat itu seseorang yang mengerti kita, tempat kita berbagi segala rasa. kadang kita lebih nyaman curhatnya sama temen kita daripada sama orangtua kita. Aku pernah baca satu quote menarik ini ‘friendship stop when i stop sharring’. Hhhha. Persahabatan berakhir ketika aku berhenti berbagi. Yakk, ada benarnya juga sih. Kalo uda gak lagi berbagi (apapun itu, khususnya berbagi rasa) bisa dipastikan bukan lagi sahabat. Tapi , ada juga batasan-batasan yang mengaturnya. Cause everybody has a secret. Akhir-akhir ini aku merasa jauh sekali dengan sahabatku. Jauhh banget rasanya, sebagai sahabat aku merasa gagal karena aku bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi pada sahabatku. Hanya tahu dia dari statusnya di fb. Yaa..aku hanya berdoa yang terbaik aja buat mereka. Hubungan persahabatan walaupun sudah sedekat apapun kalau kita tidak bisa menempatkan diri kita , pasti juga lama2 akan hancur tuh persahabatan. Misalnya aja nih, kita terlalu sibuk dengan pacar kita , dan melupakan sahabat kita . Nahh…pas putus larinya kemana coba kalo gak curhat ke sahabat. Hhehe. Emang bener deh kalo cinta itu mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Ya, bagaimanapun juga sahabat akan tetap menjadi sahabat apapun kondisinya, saat senang atau sedih. Jangan pernah berpikiran negatif pada temanmu. Berbuatlah yang terbaik untuk semua sahabat dan temanmu. Dan jangan bersedih kalau perbuatan baik mu gak dapet balesan dari mereka. Ya..ealaahh sama sahabat masak harus ada perhitungan. Kan katanya berbagi. Hihiii. Tapi kadang prinsip saling berbagi dan do the best buat teman bisa disalahgunakan sama orang yang ngakunya temen ternyata dia cuma mau ambil untung dari kita. Yaa…ini sih namanya bukan sahabat tapi macan belang. Haha. Intinya selalu berbuat yang terbaik pada semua orang. Dan jangan kecewa kalau ternyata perbuatan baikmu tidak dibalas oleh mereka. Cukup Alloh yang membalas. Tenang saja sahabat kita pasti mengerti kita karena Sahabat itu gak akan bisa melihat sahabatnya terluka. eciiiieeee …suitt suitt. I lovee all of my friends

besties
besties
image[/caption]

we’ll always be together.

besties
besties
image[/caption]

I luv youhhh ‘terimakasih sahabatku, teman baikku’. dearly beloved : 1. sahabatku yg pling baiik Amirul ,     NIda,(dan smua tmen2 SD) anila     , fifin, ( dan semua temen2 di exsact ) . vita, sendy, martaa, mamah rizkaa , jeny, ( dan semua temen2 di kelas ilmu komunikasi ) luv youuhh