Bila Saatnya Tiba

Tidak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2013. Hanya kurang satu setelah bulan saja, kita akan memasuki tahun 2014. Akhir tahun, selalu menjadi hal yang saya nanti karena di bulan terakhir dalam satu tahun merupakan hari istimewa bagi saya. Insyaallah , kalau Allah masih memberikan kesempatan pada saya untuk merasakan nikmatnya hidup didunia ini, pada bulan Desember nanti saya akan memasuki fase baru dalam hidup saya. Usia yang bertambah dan itu artinya jatah hidup saya didunia ini berkurang.

Usia seseorang siapa yang mampu menebaknya? Itu adalah rahasia Illahi yang tak satupun orang mampu mengetahuinnya. Empat bulan yang lalu, saya kehilangan kakak tercinta, tepat sepuluh hari sebelum ulang tahunnya yang ke 26 tahun. Seharusnya tanggal 27 Juli yang lalu, ia merayakan ulang tahunnya yang ke 26, saya dan mama sudah merencanakan untuk membuat semacam syukuran untuk memperingati hari lahirnya, tapi Allah berkehendak lain. Ia dipanggil kembali ke pangkuan sang pencipta tepat sepuluh hari menjelang hari lahirnya.

Cerita lain, bukti bahwa usia seseorang adalah rahasia Illahi adalah wafatnya ulam besar di Indonesia tepat 10 hari setelah hari lahirnya. See? bukankah sangat misteri kematian itu. Saya kemudian merenung, bagaimana seandainya kejadian itu juga menimpa saya? Bagaimana kalau ternyata usia saya tidak panjang? Jawaban apa yang akan saya lontarkan untuk mejawab pertanyaan malaikat di alam kubur? Lalu apakah amal saya sudah cukup bisa membuat diri saya aman? Masyallah, ampuni hambamu yang hina ini Ya Allah.

Diusia saya yang sekarang ini, sudah banyak dosa yang saya lakukan dan sedikit kebaikan yang saya lakukan. Mendzalimi diri sendiri, dan menghinakan diri sendiri. Hari ini melakukan kesalahan, berbuat dosa, besok bilang tobat. Tapi besoknya berdosa lagi. Ya Robb betapa sulit menjadi seorang yang baik. Pengetahuan agama yang sangat minim , ilmu yang dangkal dan kelakuan yang minus. Lalu apa yang bisa dibanggakan dari diri ini?

Allah Maha Penyayang dan Maha Pengampun. 

Saya percaya, bahwa Allah tidak akan mendzalimi hambaNya. Semua rentetan kisah hidup saya ini pasti adalah sebuah rencana indah yang telah Allah siapkan khusus untuk saya. Lagi-lagi saya merasa sangat hina, kenapa Allah begitu baik pada saya sedangkan saya selalu berbuat dosa. Masih saja mengeluh bila diberi ujian, masih suka lupa bersyukur padahal Allah sudah memberikan banyak nikmatnya kepada saya secara GRATISS.

Kehilangan kakak tercinta rasanya menghentikan langkah ini untuk terus melanjutkan hidup. Pertanyaan KENAPA dan Pernyataan SEANDAINYA sering kali terlontar sebagai bentuk protes pada ALLAH? Hahh.. berani-beraninya memprotes Allah. Kadang juga sering mengritik orang lain tidak benar namun jarang berkaca apakah diri ini sudah baik? Lalu bagaiman bila saatnya nanti tiba? Sudahkah siap mempertanggung jawabkan semua yang telah saya lakukan di dunia ini.

Ya Allah terimakssih atas semua nikmat yang telah Engkau berikan. Tuntun dan bimbing hambamu ini. 

Meski ku rapuh dalam langkah , kadang tak setia kepadaMu. Namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMU” —– Opick : Rapuh. 

Kediri , 22 November 2013

Renungan sambil jaga toko di Lirboyo.